Pengadaan RSUD Hanafie Rp 11,21 Miliar, Hargo Pratama Indonesia Catat Rp 990,75 Juta untuk Mesin dan IPAL RSUD Hanafie

WIB
ist

Bungo - Nilai pekerjaan rehabilitasi Gedung Interne Bedah RSUD H. Hanafie Muara Bungo tercatat Rp478 juta. Nama penyedianya juga tersedia: CV Sumatera Karya Mandiri. Namun, saat ditelusuri bagaimana perusahaan itu dipilih, kolom metode pengadaan dalam rekap hanya berisi tanda strip.

Kolom jenis pengadaannya pun kosong.

Paket tersebut tercatat dengan kode 10860026000 dan Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67208048. Sumber transaksi ditulis Non Tender, sumber dana BLUD, sedangkan statusnya KONTRAK SEDANG BERJALAN pada tahapan Kontrak.

Catatan “Non Tender” belum menjelaskan metode pemilihan yang digunakan. Apakah melalui mekanisme khusus BLUD atau metode lainnya, jawabannya tidak tersedia dalam berkas.

Kekosongan informasi itu menjadi salah satu temuan dalam pengolahan 118 transaksi pengadaan RSUD H. Hanafie Muara Bungo tahun anggaran 2026, dengan nilai gabungan Rp11.208.605.257.

Data tersebut memuat 55 nama penyedia dan 45 kode RUP yang terisi. Enam transaksi lainnya, senilai Rp114.005.500, tidak mencantumkan nama paket maupun nama penyedia.

Angka Rp11,21 miliar ini merupakan akumulasi nilai paket atau transaksi dalam berkas. Nilainya belum dapat dianggap sebagai seluruh anggaran rumah sakit ataupun seluruh uang yang sudah dibayarkan.

Untuk paket CV Sumatera Karya Mandiri, penelusuran dokumen pemilihan menjadi penting. Terlebih, pengadaan BLUD memiliki pengaturan khusus.

Pasal 61 dalam konsolidasi Perpres 46 Tahun 2025 menempatkan pengadaan BLU/BLUD sebagai pengadaan yang diatur tersendiri. Apabila belum memiliki peraturan pengadaan tersendiri, pelaksanaannya berpedoman pada Perpres tersebut. Karena itu, penilaian atas paket Rp478 juta membutuhkan aturan yang berlaku di rumah sakit, rincian sumber dana, dan dokumen pemilihannya.

Dalam rekap, paket rehabilitasi Interne Bedah juga memiliki nilai produk dalam negeri atau PDN nol, sementara nilai usaha mikro dan kecil atau UMK tercatat penuh Rp478 juta.

Pencatatan itu perlu dicocokkan dengan dokumen sumber. Nilai PDN nol pada pekerjaan rehabilitasi gedung tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai pembelian barang impor.

Dari sisi nilai penyedia, Hargo Pratama Indonesia berada di urutan pertama. Perusahaan ini tercatat pada satu paket Pengadaan Mesin dan IPAL senilai Rp990.750.000.

Paket dengan RUP 66883946 tersebut menggunakan e-purchasing, masuk kategori Pekerjaan Konstruksi, dan bersumber dari BLUD. Statusnya PAYMENT OUTSIDE SYSTEM, dengan tahapan Serah Terima.

Nilai Hargo Pratama Indonesia setara sekitar 8,84 persen dari keseluruhan nilai dalam berkas.

Urutan berikutnya ditempati Mitra Sarana Langgeng Pratama, dengan pengadaan peralatan kedokteran atau kesehatan senilai Rp849.150.000. Kemudian Surya Mitra Abadi, dengan paket pengadaan lift sebesar Rp835.719.000.

Kedua paket itu masih tercatat ON PROCESS pada tahapan Kontrak. Berkas belum memuat spesifikasi alat kesehatan, kapasitas lift, volume pekerjaan, maupun tenggat penyelesaiannya.

Untuk pekerjaan bangunan, CV Putra Linggo tercatat menangani rehabilitasi Gedung Hemodialisa senilai Rp685.397.183, dengan RUP 67389431. Paket ini merupakan satu-satunya transaksi yang metode pemilihannya tertulis Tender.

Selain rehabilitasi Interne Bedah dan Hemodialisa, terdapat rehabilitasi Gedung IGD pada CV Zafran Jaya Sejahtera sebesar Rp158.595.500, serta rehabilitasi Gedung TB Dots pada CV Arsya Agung Kencana senilai Rp134.847.746.

Gabungan nilai empat pekerjaan rehabilitasi gedung tersebut mencapai Rp1.456.840.429.

Sementara itu, enam transaksi yang tidak mencantumkan nama paket dan penyedia seluruhnya berasal dari Toko Daring. Nama penyedia hanya ditulis “-”, sedangkan kolom RUP, sumber dana, dan status paket tidak terisi.

Meski begitu, tahapan pengadaannya sudah mencantumkan Serah Terima.

Kode paketNilai transaksi
144818Rp4.200.000
152254Rp21.967.000
149425Rp6.890.000
143512Rp4.771.500
143253Rp75.147.000
151986Rp1.030.000
TotalRp114.005.500

Transaksi terbesar dalam kelompok tersebut mencapai Rp75.147.000.

Barang apa yang dibeli dan siapa penyedianya belum dapat ditelusuri dari rekap ini. Informasi tersebut perlu dicocokkan dengan surat pesanan dan dokumen serah terima.

Kekosongan pada berkas ekspor belum membuktikan dokumen asli atau aplikasi sumbernya juga tidak lengkap. Namun, bagi pembaca rekap, informasi dasar untuk mengikuti transaksi tersebut memang belum tersedia.

Catatan lain terdapat pada status pembayaran. Sebanyak 45 transaksi senilai Rp3.206.522.928 menggunakan label PAYMENT OUTSIDE SYSTEM atau pembayaran di luar sistem. Seluruhnya berada pada tahapan Serah Terima.

Selain mesin dan IPAL pada Hargo Pratama Indonesia, kelompok ini antara lain mencakup pemeliharaan alat kedokteran pada Aneka Medika Indonesia, komputer server pada Adi Sukmara Jaya, serta peralatan kesehatan pada Philips Indonesia Commercial.

Label tersebut perlu dibaca sesuai konteks aplikasinya. INAPROC menyediakan mekanisme pembayaran di luar sistem yang antara lain mengharuskan PPK mengisi tanggal pembayaran dan mengunggah bukti pembayaran kepada penyedia.

INAPROC juga mempunyai kebijakan mengubah status pesanan menjadi diselesaikan di luar sistem ketika invoice lebih dari 30 hari tidak ditindaklanjuti ke tahap pembayaran. Berkas RSUD Hanafie tidak menjelaskan mekanisme yang melatarbelakangi status setiap transaksi.

Dengan demikian, label tersebut belum cukup untuk menyimpulkan pembayaran bermasalah ataupun memastikan seluruh tagihan sudah lunas. Riwayat pesanan, invoice, dan bukti pembayaran tetap diperlukan.

Komposisi seluruh status pengadaan dalam berkas adalah sebagai berikut:

Status dan tahapanTransaksiNilai
ON PROCESS / Kontrak54Rp6.311.434.100
PAYMENT OUTSIDE SYSTEM / Serah Terima45Rp3.206.522.928
KONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak10Rp1.562.151.679
Status kosong / Serah Terima6Rp114.005.500
PAKET SELESAI / Pemilihan Selesai3Rp14.491.050
Total118Rp11.208.605.257

Jika dua kelompok pada tahapan Kontrak digabungkan, terdapat 64 transaksi senilai Rp7.873.585.779, sekitar 70,25 persen dari keseluruhan nilai.

Berkas tidak mencantumkan tanggal kontrak, tenggat pelaksanaan, maupun waktu pembaruan status. Karena itu, angka tersebut belum menunjukkan adanya keterlambatan pekerjaan.

Adapun tiga paket berstatus PAKET SELESAI berada pada tahapan Pemilihan Selesai. Ketiganya merupakan jasa perencanaan Gedung NICU, TB Dots, dan IGD. Status itu tidak membuktikan pekerjaan fisik gedungnya sudah selesai.

Untuk belanja layanan kesehatan, kelompok terbesar berdasarkan satu kode RUP adalah Peralatan Kedokteran/Kesehatan, RUP 67542495, dengan 14 transaksi senilai Rp2.769.163.342.

Jika lima RUP belanja modal peralatan kedokteran dan kesehatan digabungkan, nilainya mencapai Rp3.328.926.899 dalam 18 transaksi, pada 15 nama penyedia.

Belanja bahan obat tercatat melalui dua RUP, yakni 66442438 dan 67541309. Gabungannya mencapai Rp1.496.360.216, terdiri atas 33 transaksi pada 16 nama penyedia.

Di kelompok obat, Dexa Medica mencatat nilai gabungan terbesar, Rp405.203.616 dari empat transaksi. Berikutnya antara lain Bernofarm Rp221.564.170, Kalbe Farma Rp166.490.827, dan Pratapa Nirmala Rp165.203.354.

Seluruh transaksi bahan obat dalam berkas memiliki nilai UMK nol.

Pemeliharaan alat kedokteran pada dua RUP lainnya mencapai Rp963.827.521. Rinciannya melibatkan Aneka Medika Indonesia Rp544.177.500, Neumed Teknologi Indonesia Rp283.050.000, dan Trimitra Usaha Sumber Daya Rp136.600.021.

Ada pula belanja kalibrasi pada Global Promedika Services sebesar Rp87.368.100.

Pada instalasi gas medis, Berkah Aneka Karya tercatat menangani pemeliharaan senilai Rp417.915.000. Perusahaan yang sama juga tercatat pada belanja modal peralatan kedokteran atau kesehatan senilai Rp104.151.006, sehingga akumulasinya mencapai Rp522.066.006.

Sementara pengadaan instalasi gas medis Gedung Hemodialisa berada pada Dwi Sarana Sentosa, senilai Rp272.254.140.

Di luar alat kesehatan dan obat, transaksi teknologi informasi juga tersebar pada beberapa paket.

Hendery menjadi nama dengan jumlah transaksi terbanyak, yakni 15 transaksi senilai Rp130.566.525. Sebanyak 11 transaksi senilai Rp111.152.625 berkaitan dengan pemeliharaan komputer dan jaringan. Empat lainnya terkait printer/scanner dan komputer PC.

Victory tercatat pada 11 transaksi senilai Rp252.106.530, meliputi CCTV dan IP Phone, komputer PC, printer/scanner, laptop/tablet, perangkat EMR, brankas, serta peralatan elektronik.

Komputer server senilai Rp261.500.000 tercatat pada Adi Sukmara Jaya. Sedangkan dua transaksi AC pada Bungo Baru Cipta Persada memiliki nilai gabungan Rp129.648.000.

Untuk pemeliharaan gedung, rumah dinas, dan lingkungan rumah sakit, terdapat empat transaksi senilai Rp128.478.060. Tiga transaksi pada Khairul Fahmi berjumlah Rp109.158.510, sementara satu transaksi pada Reformasi Dua sebesar Rp19.319.550.

Berkas juga mencatat sembilan paket jasa konsultansi bangunan senilai Rp119.802.300, yang tersebar pada CV Rajawali Mitra Konsultan dan Hogiak Utama Jaya.

CV Rajawali Mitra Konsultan menangani lima paket dengan nilai gabungan Rp76.046.100. Hogiak Utama Jaya tercatat pada empat paket senilai Rp43.756.200.

Untuk memperlihatkan seluruh objek pengadaan, berikut rincian 45 kelompok RUP beserta enam transaksi yang RUP-nya tidak tercantum. Nama paket diringkas sesuai objek pekerjaan.

Kode RUPObjek pengadaanTransaksiNilai
67542495Peralatan kedokteran/kesehatan14Rp2.769.163.342
66442438Bahan obat23Rp1.178.354.004
66883946Mesin dan IPAL1Rp990.750.000
67542679Pengadaan lift1Rp835.719.000
66445933Pemeliharaan alat kedokteran3Rp827.227.500
67389431Rehabilitasi Gedung Hemodialisa1Rp685.397.183
67208048Rehabilitasi Gedung Interne Bedah1Rp478.000.000
67390958Pemeliharaan instalasi gas medis1Rp417.915.000
67541309Bahan obat10Rp318.006.212
68112780Instalasi gas medis Gedung Hemodialisa1Rp272.254.140
66709036Komputer server1Rp261.500.000
67393473Peralatan kedokteran/kesehatan1Rp192.619.843
66496452Peralatan kedokteran/kesehatan1Rp163.485.648
67251203Rehabilitasi Gedung IGD1Rp158.595.500
66118143Pemeliharaan alat kedokteran1Rp136.600.021
67210951Rehabilitasi Gedung TB Dots1Rp134.847.746
66496453AC2Rp129.648.000
67344508Pemeliharaan gedung/rumah dinas/lingkungan RS4Rp128.478.060
Tidak tercantumNama paket tidak tercantum6Rp114.005.500
67014363Peralatan kedokteran/kesehatan1Rp104.151.006
66883930Peralatan kedokteran/kesehatan1Rp99.507.060
67542355Kalibrasi1Rp87.368.100
67044837Pemeliharaan jaringan komputer5Rp86.230.350
66496343Alat dapur/pantry2Rp70.747.348
66496530Komputer PC3Rp67.721.100
67601627Pemeliharaan mesin cuci1Rp63.292.200
66496640Troli laundry1Rp59.011.989
67014548Laptop/tablet2Rp53.812.800
66496493Printer/scanner6Rp47.452.500
66496459Peralatan elektronik1Rp42.413.100
67305974CCTV dan IP Phone1Rp31.829.250
67208027Pengawasan rehabilitasi Gedung Interne Bedah1Rp28.210.650
67207995Pengawasan rehabilitasi Gedung Hemodialisa1Rp28.144.050
66871541Pemeliharaan komputer5Rp21.825.930
66980169Promosi dan publikasi1Rp15.000.000
66872556Brankas1Rp14.985.000
65679988Perencanaan pemeliharaan Gedung Interne Bedah1Rp14.718.600
66446644Perencanaan pemeliharaan Gedung Hemodialisa1Rp14.707.500
66496314Belanja barang alat kesehatan/kedokteran1Rp14.485.500
66496548Perangkat keras dan lunak EMR1Rp13.306.680
67251201Pengawasan rehabilitasi Gedung IGD1Rp10.028.850
67269139Pengawasan rehabilitasi Gedung TB Dots1Rp9.501.600
66446876Perencanaan pemeliharaan Gedung NICU1Rp4.834.050
66446751Perencanaan pemeliharaan Gedung TB Dots1Rp4.828.500
66957561Perencanaan pemeliharaan Gedung IGD1Rp4.828.500
66871487Pemeliharaan jaringan komputer1Rp3.096.345
Total118Rp11.208.605.257

Dari sisi sumber dana, 111 transaksi senilai Rp11.079.892.257 mencantumkan BLUD. Satu transaksi senilai Rp14.707.500 mencantumkan APBD, yakni perencanaan Gedung Hemodialisa pada Hogiak Utama Jaya. Enam transaksi Toko Daring senilai Rp114.005.500 tidak mencantumkan sumber dana.

Nama paket perencanaan Hemodialisa tersebut memuat istilah “Belanja Barang dan Jasa BLUD”, tetapi kolom sumber dananya APBD. Perbedaan ini perlu dicocokkan dengan dokumen anggaran.

Sumber transaksi terbesar adalah E-Katalog Versi 6.0, dengan 99 transaksi senilai Rp9.517.957.028. Berikutnya Non Tender sebanyak 12 transaksi Rp891.245.546, Tender satu transaksi Rp685.397.183, dan Toko Daring enam transaksi Rp114.005.500.

Jika dibaca berdasarkan metode pemilihan, terdapat 105 e-purchasing senilai Rp9.631.962.528, 11 pengadaan langsung Rp413.245.546, satu tender Rp685.397.183, serta satu transaksi Rp478 juta yang metodenya hanya ditulis “-”.

Jenis pengadaan yang tercantum meliputi:

Jenis pengadaanTransaksiNilai
Barang81Rp7.228.221.652
Pekerjaan Konstruksi4Rp1.969.590.429
Jasa Lainnya17Rp1.298.985.376
Tidak terisi1Rp478.000.000
Pengadaan Barang6Rp114.005.500
Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi5Rp95.809.650
Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi4Rp23.992.650
Total118Rp11.208.605.257

Istilah “Barang” dan “Pengadaan Barang” dipertahankan sesuai kategori pada berkas.

Catatan lain muncul pada pencatatan PDN. Totalnya mencapai Rp6.935.766.742, sekitar 61,88 persen dari seluruh nilai transaksi.

Sebanyak 30 transaksi senilai Rp4.272.838.515 memiliki nilai PDN nol. Kelompok ini tidak hanya mencakup barang, tetapi juga jasa dan rehabilitasi bangunan. Karena itu, angka tersebut tidak dapat disebut sebagai nilai keseluruhan barang impor.

Sementara nilai UMK tercatat Rp6.547.292.313, sekitar 58,41 persen dari total, tersebar pada 63 transaksi dan 25 nama penyedia.

Persentase PDN bukan persentase TKDN masing-masing produk. Nilai PDN dan UMK juga tidak dijumlahkan karena dapat melekat pada transaksi yang sama.

Berikut akumulasi seluruh penyedia dalam berkas, termasuk kelompok transaksi yang nama penyedianya tidak terisi:

PenyediaTransaksiTotal nilai
HARGO PRATAMA INDONESIA1Rp990.750.000
MITRA SARANA LANGGENG PRATAMA1Rp849.150.000
SURYA MITRA ABADI1Rp835.719.000
CV PUTRA LINGGO1Rp685.397.183
ANEKA MEDIKA INDONESIA2Rp544.177.500
BERKAH ANEKA KARYA2Rp522.066.006
CV SUMATERA KARYA MANDIRI1Rp478.000.000
DEXA MEDICA4Rp405.203.616
PRIMA ABYRRA SENTOSA4Rp399.373.560
NEURO MEDIKA SEJAHTERA1Rp375.000.000
ENDO INDONESIA2Rp306.285.647
NEUMED TEKNOLOGI INDONESIA1Rp283.050.000
DWI SARANA SENTOSA1Rp272.254.140
ADI SUKMARA JAYA1Rp261.500.000
BOLD TECHNOLOGIES LEADING INDONESIA1Rp260.628.689
VICTORY11Rp252.106.530
COMEN BIOMEDICAL INDONESIA1Rp239.997.996
BERNOFARM2Rp221.564.170
PHILIPS INDONESIA COMMERCIAL1Rp192.619.843
KALBE FARMA4Rp166.490.827
PRATAPA NIRMALA2Rp165.203.354
MEDCAPTAIN MEDICAL INDONESIA1Rp162.000.005
CV ZAFRAN JAYA SEJAHTERA1Rp158.595.500
DRAEGER MEDICAL INDONESIA1Rp145.414.581
TRIMITRA USAHA SUMBER DAYA1Rp136.600.021
CV ARSYA AGUNG KENCANA1Rp134.847.746
HENDERY15Rp130.566.525
BUNGO BARU CIPTA PERSADA2Rp129.648.000
BETA PHARMACON4Rp126.297.687
FERRON PAR PHARMACEUTICALS3Rp121.927.551
Nama penyedia tidak tercantum6Rp114.005.500
KHAIRUL FAHMI3Rp109.158.510
FONKO INTERNATIONAL PHARMACEUTICALS3Rp91.885.011
GLOBAL PROMEDIKA SERVICES1Rp87.368.100
JENCO MULIA TEKNOLOGI1Rp80.364.000
CV RAJAWALI MITRA KONSULTAN5Rp76.046.100
ENDO MEDICA NUSANTARA1Rp72.785.142
VISI TRADING DISTRIBUSI1Rp63.292.200
POLARIS ALKES STARINDO1Rp59.011.989
INTISUMBER HASIL SEMPURNA GLOBAL1Rp58.119.600
OTTO PHARMACEUTICAL INDUSTRIES2Rp57.147.240
ERA MANUNGGAL SEJAHTERA1Rp55.000.500
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT KIMIA FARMA2Rp52.602.567
MEDTRACOS ESANA PRIMA1Rp47.363.348
HOGIAK UTAMA JAYA4Rp43.756.200
MULYA HUSADA JAYA1Rp42.521.830
LAPI LABORATORIES1Rp23.882.344
CIPTA ARKA NIAGA1Rp23.384.000
REFORMASI DUA1Rp19.319.550
ASTRAZENECA INDONESIA1Rp19.169.858
DARYA-VARIA LABORATORIA1Rp18.438.454
BUNGO MEDIA TELEVISI1Rp15.000.000
MITSUBISHI TANABE PHARMA INDONESIA1Rp8.581.410
HEXPHARM JAYA LABORATORIES1Rp7.339.653
FRESENIUS KABI COMBIPHAR1Rp7.213.446
ERLANGGA EDI LABORATORIES1Rp3.413.028
Total118Rp11.208.605.257

Pemeriksaan angka tidak menemukan kode paket ganda atau nilai transaksi negatif. Temuan yang paling jelas justru menyangkut kelengkapan informasi: metode yang tidak tercantum pada paket Rp478 juta, enam transaksi tanpa identitas penyedia, serta status yang belum dapat menjelaskan penyelesaian dan pembayaran secara utuh.

Berkas ini juga belum dilengkapi rincian volume, harga satuan, pagu atau HPS, kontrak, bukti pembayaran, maupun tanggapan rumah sakit dan penyedia.

Untuk menilai kewajaran pengadaan, rincian tersebut diperlukan. Nilai lift Rp835,72 juta perlu dibaca bersama kapasitas dan spesifikasinya. Pengadaan mesin dan IPAL Rp990,75 juta perlu ditelusuri hingga kapasitas pengolahan serta hasil pengujiannya. Rehabilitasi gedung pun perlu dicocokkan dengan volume dan progres pekerjaan.

Bagi pasien, hasil belanja rumah sakit seharusnya dapat dirasakan melalui fasilitas yang berfungsi, alat yang siap digunakan, dan layanan yang berjalan. Dokumen pengadaan serta pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan sejauh mana transaksi dalam rekap sudah menghasilkan manfaat tersebut.(*)

BeritaSatu Network