Opini

Membaca Ulang Paradoks Jambi: Dari Kekayaan Sumber Daya Alam Menuju Nilai Tambah

Oleh: Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP.
Akademisi UIN STS Jambi

Dalam membaca pembangunan Jambi, kekayaan sumber daya alam sering ditempatkan sebagai ukuran awal untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Jambi memang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya mencerminkan besarnya kekayaan tersebut.

Menata Program Studi, Menyiapkan SDM Masa Depan

Oleh: Ir. H. Sepdinal, M.E.
Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Jambi

Perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi, ekonomi digital, transisi energi, ekonomi hijau, dan perubahan dunia kerja telah melahirkan kebutuhan kompetensi baru.

Kondisi ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menyiapkan manusia yang adaptif, kreatif, menguasai teknologi, mampu memecahkan masalah, bekerja lintas disiplin, serta tetap memiliki karakter dan integritas.

Jambi Naik Kelas: Dari Identitas Melayu Menuju Kekuatan Peradaban

Oleh: Syahrasaddin
Sekretaris Dewan Penasehat ISMI Provinsi Jambi

Provinsi Jambi sesungguhnya bukan negeri yang kekurangan karunia.

Alam telah menyediakan tanah yang subur, perkebunan, pertanian, minyak dan gas, batubara, hutan, sungai, keanekaragaman hayati, serta kekayaan sejarah dan kebudayaan Melayu.

Data pembangunan juga menunjukkan bahwa Jambi terus bergerak.

Bukan Sekadar Hilirisasi Komoditas: Catatan Kritis Guru Besar Ekonomi Universitas Jambi di Usia 81 Tahun Republik

Oleh: Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.*

Delapan puluh satu tahun silam, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, garis batas perjuangannya sangat terang: bangsa ini harus lepas dari belenggu penjajahan fisik.