Gugur usai Pendidikan, Irza Mahendra Dimakamkan dengan Upacara Militer, Isak Tangis Iringi Jenazah Sang “Hantu Laut” ke Liang Lahat

WIB
IST

BANGKO – Suasana mendung menyelimuti tanah kelahiran Kelasi Dua TNI AL Irza Mahendra saat jenazahnya dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, Sabtu 30 Maret 2025. Langit seolah ikut berduka.

Suasana haru menyelimuti pemakaman militer prajurit muda Angkatan Laut yang baru saja menuntaskan pendidikan militernya di Lantamal II Surabaya.

Irza Mahendra, putra bungsu pasangan Ahmad Syari’i dan Sahriati, disambut kembali ke kampung halamannya bukan dalam kegembiraan Lebaran yang ia rencanakan. Tapi dalam keheningan upacara militer yang penuh isak tangis.

Upacara pemakaman yang berlangsung di kawasan Bukit Tiung itu dipimpin langsung Komandan Puslatdiksarmil (Danpuslatdiksarmil) Kodiklatal Kolonel Laut (P) Musleh Yadi, yang datang bersama rombongan prajurit TNI AL dari Surabaya. Mereka mengantar jenazah Irza Mahendra dengan pesawat khusus TNI AL menuju Bandara Sultan Thaha Jambi dan langsung dibawa ke Bangko menggunakan ambulance milik RS Bratanata.

Sesampainya di rumah duka, peti jenazah Irza Mahendra yang terbungkus bendera Merah Putih diangkat secara militer oleh para prajurit TNI AL dan anggota Kodim II Sarko yang bersenjata lengkap. Sabtu pagi, jeazah Irza Mahendra disemayamkan di Bangko.

Suara tembakan salvo menggema, memberi penghormatan terakhir bagi sang prajurit muda yang gugur dalam usia 21 tahun.

Irza Mahendra bukan sembarang pemuda. Sejak kecil, ia memupuk cita-cita menjadi tentara. Meski dua kali gagal saat mengikuti seleksi TNI sejak 2022, semangatnya tak surut. Di tahun 2024, percobaannya yang ketiga membuahkan hasil: Ia diterima sebagai siswa TNI Angkatan Laut.

Ia mengikuti pendidikan keras dan disiplin di Surabaya. Hingga akhirnya pada 25 Maret 2025, Irza resmi dilantik dan menyandang pangkat Kelasi Dua Laut—sebutan untuk prajurit TNI AL yang baru menyelesaikan pendidikan dasar militer.

Namun hanya berselang beberapa hari setelah pelantikan, Irza jatuh sakit. Ia dirawat karena demam berdarah dan wafat dalam perawatan. Sebuah kehilangan yang tak hanya menyesakkan bagi keluarga, tapi juga bagi rekan-rekan seperjuangannya.

Dalam kenangan keluarga, Irza dikenal sebagai sosok pendiam dan berbakti. Ayahnya seorang guru SD, dan ibunya seorang pedagang ikan di Pasar Bangko. Irza, anak yang tak pernah ingin menyusahkan orang tua, bahkan melarang ayah ibunya hadir ke Surabaya saat pelantikan.

"Dia bilang nanti pas Lebaran dia pulang. Kalau orang tua ke Surabaya, biayanya besar. Lebih baik uangnya ditabung saja buat kebutuhan lebaran," tutur Nelly, salah satu kerabat, menirukan pesan terakhir Irza.

Namun takdir berkata lain. Di hari yang dijanjikan, Irza memang pulang ke rumah. Tapi bukan dalam balutan seragam kebesaran di hari kemenangan, melainkan dalam sunyi peti jenazah yang dipikul penuh kehormatan.

Saat peti jenazah dimasukkan ke liang kubur, isak tangis pecah dari keluarga dan warga yang memadati pemakaman. Sang ibu menangis pilu, memeluk bendera merah putih yang sebelumnya menyelimuti tubuh anak tercintanya. Sang ayah berdiri tegar, namun air mata tak terbendung saat melantunkan doa terakhir.

Prajurit-prajurit TNI berdiri membentuk barikade kehormatan, dengan posisi siap. Tiga tembakan ke udara dilepaskan, menandai gugurnya seorang putra bangsa dalam tugas dan pengabdian yang baru saja ia mulai.

Irza Mahendra memang belum sempat menunaikan pengabdiannya secara penuh. Tapi semangat dan perjuangannya sudah menunjukkan bahwa ia layak dikenang sebagai prajurit muda yang telah menapaki jalan pengabdian dengan keteguhan hati.

Ia adalah simbol dari anak bangsa yang pantang menyerah, yang percaya bahwa mimpi bisa diraih lewat tekad, meski akhirnya takdir memanggilnya lebih awal.

Selamat jalan, Kelasi Dua Laut Irza Mahendra. Negeri ini bangga padamu. Air mata rakyat Bangko mengiringi kepergianmu. Nama dan baktimu akan abadi dalam catatan kehormatan Angkatan Laut Republik Indonesia.(*)

Galeri Foto :

Comments

Permalink

berita tentang wapad nya prajurit TNI m.jemat.asal sarolangun Jambi tepat desa.ld.panjang.

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network