Karang Taruna Jambi Turun ke Tanjung Raden, Bawa Sembako untuk Korban Kebakaran

WIB
IST

Kerangka kayu menghitam masih berdiri di antara puing-puing rumah warga. Sebagian atap telah runtuh. Di beberapa titik, garis pembatas kuning membentang mengelilingi lokasi kebakaran.

Begitulah kondisi permukiman warga di Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, setelah dilanda kebakaran pada Sabtu (12/9/2026).

Asap hitam dan abu-abu membubung tinggi, sementara warga serta sejumlah kendaraan tampak berkumpul di jalan sekitar lokasi.

Musibah itu kemudian menggerakkan Karang Taruna Provinsi Jambi turun langsung menemui warga. Tak hanya meninjau kerusakan, rombongan juga membawa bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.

Sejumlah anggota terlihat mengenakan rompi bertuliskan “Satuan Tugas Karang Taruna Provinsi Jambi”. Mereka berjalan menyusuri gang sempit dan melihat satu per satu bangunan yang hangus terbakar.

Di salah satu titik, seorang warga tampak menunjukkan bagian bangunan yang telah rata dan tinggal menyisakan tiang-tiang kayu. Anggota Karang Taruna berdiri mendengarkan sambil memperhatikan arah yang ditunjukkan warga tersebut.

Sekretaris Karang Taruna Provinsi Jambi Arif Hermanto mengatakan kehadiran mereka bukan hanya untuk menyerahkan bantuan. Tim juga ingin mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat setelah kebakaran.

“Kami datang bukan sekadar membawa bantuan sembako. Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, mendengarkan warga dan memastikan saudara-saudara kita yang terkena musibah tidak merasa menghadapi keadaan sulit ini sendirian,” kata Arif Hermanto.

Setelah meninjau lokasi, rombongan Karang Taruna mulai menurunkan bantuan dari kendaraan. Dua perempuan berhijab dan mengenakan rompi organisasi terlihat mengambil sejumlah kantong dari bagasi mobil yang dipenuhi paket bantuan.

Bantuan itu kemudian dibawa melewati jalan dan gang permukiman. Seorang anggota karang taruna pimpinan Rocky Candra itu terlihat mengangkat dua kardus bahan pangan menuju rumah warga.

Sejumlah kebutuhan pokok terlihat disiapkan. Di antaranya karung beras kemasan 10 kilogram, kardus mi instan, baki-baki telur dan beberapa kantong berisi kebutuhan sehari-hari.

Paket bantuan tersebut ditata di dalam salah satu rumah warga. Karung beras, kardus makanan dan baki telur diletakkan di atas karpet sebelum diserahkan kepada masyarakat terdampak.

“Bantuan sembako disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, dengan harapan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat pascakebakaran,” bunyi narasi video tersebut.

Arif menyadari bantuan yang diberikan tidak dapat menggantikan seluruh harta benda warga yang hilang akibat kebakaran. Namun, bantuan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat dalam masa pemulihan.

“Bantuan ini mungkin belum mampu mengganti kerugian yang dialami warga. Namun, kami berharap setidaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka selama melewati masa pemulihan,” ujar Arif.

Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah warga, terutama perempuan berhijab, duduk melingkar bersama anggota Karang Taruna di dalam sebuah rumah kayu bercat hijau.

Bantuan sembako diletakkan di tengah-tengah pertemuan. Seorang anggota Karang Taruna terlihat menyerahkan benda berwarna putih menyerupai amplop atau dokumen kepada seorang perempuan berhijab hitam. Video tidak menjelaskan isi benda tersebut.

Setelah penyerahan, anggota Karang Taruna dan warga tetap duduk bersama. Salah seorang anggota terlihat berbicara sambil menggerakkan tangannya. Warga yang berada di dalam ruangan menyimak dengan serius.

Pada pakaian salah seorang peserta terlihat tulisan “Karang Taruna Danau Teluk”. Hal itu menunjukkan unsur Karang Taruna setempat juga ikut berada di tengah warga, meski video tidak menjelaskan secara rinci pihak-pihak yang terlibat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kondisi mereka sekaligus menerima dukungan moral. Karang Taruna mendoakan para korban diberikan kekuatan dan ketabahan untuk kembali menata kehidupan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, dan semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan untuk kembali bangkit,” ujar Arif.

Menurut Arif, pemulihan warga terdampak kebakaran tidak dapat berhenti pada saat penyerahan bantuan. Kepedulian dan kebersamaan masyarakat masih dibutuhkan agar keluarga korban dapat bangkit secara perlahan.

“Yang dibutuhkan warga bukan hanya bantuan pada hari ini. Mereka juga membutuhkan perhatian, dukungan moral dan semangat dari kita semua. Karang Taruna akan terus bergerak, peduli dan hadir untuk masyarakat,” kata Arif.

Kegiatan itu ditutup dengan foto bersama di depan posko bantuan. Sejumlah warga dan anggota Karang Taruna membentangkan spanduk bertuliskan “Bantuan Pengurus Nasional Karang Taruna”. Di bagian belakang terlihat spanduk bertuliskan “Posko Bantuan Korban Kebakaran”.

Video tersebut belum memuat informasi mengenai penyebab kebakaran, jumlah rumah yang terdampak, jumlah kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun besaran kerugian. Tidak ada pula keterangan mengenai korban jiwa atau luka dalam peristiwa itu.(*)

BeritaSatu Network