Dakwah Digital Ramadhan 1447 H ICMI–MUI Jambi Senin: Dr. Amsori Tegaskan Sains Harus Kembali ke Orbit Tauhid

WIB
IST

Jambi – Festival Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jambi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi kembali menghadirkan ruang dakwah intelektual berbasis digital.

Melalui program Dakwah Digital Ramadhan 1447 H, Senin (23/2/2026) pukul 06.00–07.00 WIB, ICMI Orwil Jambi menghadirkan Dr. Ir. H. Amsori M. Das, M.Eng., Ph.D sebagai narasumber dengan tema “Spirit Ramadhan dan Worldview Islam dalam Mengintegrasikan Ilmu Sains dan Teknologi.” Kajian ini dimoderatori H. N. J. Thamrin, S.T., M.Eng dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube ICMI Orwil Jambi.

Dalam pemaparannya, Dr. Amsori menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum ibadah spiritual, tetapi juga momentum kebangkitan ilmu pengetahuan.

Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca secara ritual, melainkan sebagai sumber ilmu dan pedoman hidup.

“Perintah pertama adalah Iqra’. Membaca adalah fondasi peradaban. Spirit Ramadhan harus melahirkan integrasi antara iman, ilmu, dan amal,” tegasnya.

Menurutnya, kemunduran umat bukan semata karena keterbatasan sumber daya, melainkan karena terlepasnya ilmu dari nilai-nilai tauhid.

Dr. Amsori menjelaskan pentingnya worldview atau pandangan hidup dalam membingkai perkembangan sains dan teknologi modern. Ia menilai problem mendasar umat saat ini adalah melemahnya worldview Islam di tengah arus sekularisme global.

Ia menyinggung pemikiran Plato yang membagi sumber pengetahuan pada indra dan akal. Dalam perkembangan berikutnya, epistemologi Barat dipengaruhi tokoh seperti Ludwig Feuerbach dan Karl Marx yang mendorong paham sekuler dan ateistik.

“Epistemologi Islam berbeda. Sumber ilmu bukan hanya empiris dan rasional, tetapi juga wahyu. Ilmu tidak netral, ia mengandung nilai dan tujuan, yakni mengenal Allah dan mengelola alam dengan amanah,” ujarnya.

Ketika ilmu dilepaskan dari wahyu, menurutnya, lahirlah krisis moral, relativisme, hingga disorientasi peradaban.

Dr. Amsori juga merespons anggapan bahwa Al-Qur’an bertentangan dengan sains. Ia menegaskan bahwa sains bersifat dinamis dan terus berkembang, sementara wahyu bersifat absolut.

“Sains itu kajian manusia, bukan Tuhan. Jika ada yang belum sejalan, maka sains yang belum final,” katanya.

Ia mencontohkan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi sebagai bukti bahwa perubahan adalah bagian dari sunatullah.

Dalam refleksi yang lebih filosofis, ia menggunakan analogi matematika untuk menggambarkan kehidupan dunia yang terbatas dibandingkan akhirat yang tak terhingga. Rata-rata usia manusia 60–70 tahun, sementara kehidupan akhirat bersifat abadi.

Ia juga mengutip pernyataan Albert Einstein bahwa “Science without religion is lame, religion without science is blind,” sebagai penegasan pentingnya integrasi ilmu dan agama.

“Ilmu tanpa iman lumpuh. Iman tanpa ilmu buta. Inilah pesan Ramadhan untuk peradaban,” tegasnya.

Dalam kajiannya, Dr. Amsori turut memaparkan manfaat puasa dari perspektif medis modern. Ia menyebut proses autofagi sebagai mekanisme pembersihan sel rusak dalam tubuh, peningkatan protein BDNF untuk kesehatan otak, serta hikmah berbuka dengan kurma sebagai sumber energi cepat.

Menurutnya, setiap perintah Allah pasti mengandung hikmah ilmiah dan maslahat bagi manusia.

Panitia menyampaikan bahwa Dakwah Digital Ramadhan merupakan bagian dari komitmen ICMI Orwil Jambi untuk menghadirkan kajian keislaman yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan MUI Provinsi Jambi serta didukung media partner Jambi Link dan BungoPos.com.

Melalui pendekatan digital, kajian ini diharapkan menjangkau generasi muda dan kalangan akademisi, sekaligus menguatkan kesadaran bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga momentum rekonstruksi cara pandang umat terhadap ilmu.

Pesan utama yang ditegaskan dalam kajian tersebut: kebangkitan umat dimulai dari kebangkitan ilmu yang berlandaskan iman.(*)

Comments

Permalink

Terimakasih ustadz Dr. Amsori enginer, ilmuan yang berdasarkan iman tauhid. Barakallah

Permalink

Terimakasih ustadz Dr. Amsori enginer, ilmuan yang berdasarkan iman tauhid. Barakallah

Permalink

Terimakasih ustadz Dr. Amsori enginer, ilmuan yang berdasarkan iman tauhid. Barakallah

Permalink

Selama Indonesia yg NB mayoritas Islam masih gunakan sistem jahilyyah modern, sistem yg perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara maka jgn mimpi dan berharap negeri ini akan semangkin baik.

Permalink

Selama Indonesia yg NB mayoritas Islam masih gunakan sistem jahilyyah modern, sistem yg perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara maka jgn mimpi dan berharap negeri ini akan semangkin baik.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

Permalink

Selama Negeri ini masih anut sistem jahilyyah modern, sistem yg NB perbolehkan pajak khamer, judi, prostitusi masuk kas (lambung) negara, maka jgn mimpi dan terlalu berharap negeri ini akan menjadi lebih baik dan sehat.
Allohhu'alam.
Salam akal sehat.

BeritaSatu Network