Bungo - Nama AMMAR ABADI dan KODOK IJO COMMUNICATION muncul berulang dalam data pengadaan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bungo tahun anggaran 2026. Kedua penyedia itu tercatat pada sembilan transaksi dengan total nilai Rp493.158.720.
Kebutuhannya beragam. Mulai dari pemeliharaan lampu penerangan jalan umum atau LPJU, belanja bahan cetak, pembongkaran dan pengangkutan reklame, hingga sosialisasi persetujuan bangunan gedung atau PBG.
Berdasarkan pengolahan data dashboard realisasi pengadaan, AMMAR ABADI tercatat pada enam transaksi senilai Rp370.413.992. Sementara KODOK IJO COMMUNICATION muncul pada tiga transaksi senilai Rp122.744.728.
Seluruh transaksi tersebut mencantumkan sumber dana APBD. Pengadaannya melalui E-Katalog Versi 6.0 dengan metode E-Purchasing.
Namun, status kesembilan transaksi masih tercatat ON PROCESS dengan tahapan pengadaan Kontrak. Angka yang tercantum merupakan nilai pengadaan dalam data, belum menunjukkan pembayaran telah dicairkan atau pekerjaan telah selesai.
Porsi terbesar dari sembilan transaksi itu berada pada pemeliharaan LPJU oleh AMMAR ABADI.
Ada tiga transaksi dengan nama paket yang sama, yakni Pemeliharaan LPJU. Nilainya masing-masing Rp98.303.820, Rp194.265.651, dan Rp62.372.010.
Jika dijumlahkan, ketiganya mencapai Rp354.941.481. Transaksi Rp194.265.651 menjadi yang terbesar di antara tiga catatan tersebut.
Ketiganya menggunakan kode RUP yang sama, yaitu 65356417. Meski demikian, masing-masing memiliki kode paket berbeda.
Penggunaan satu kode RUP dalam beberapa transaksi menjadi titik yang dapat ditelusuri lebih lanjut. Rincian barang, pembagian lokasi, dan kebutuhan pada setiap transaksi diperlukan untuk menjelaskan hubungan ketiganya.
Data yang tersedia belum mencantumkan jumlah titik lampu yang ditangani. Jenis komponen, spesifikasi, harga satuan, serta lokasi rinci pekerjaan juga belum termuat dalam file.
Dengan demikian, nilai Rp354,94 juta itu belum dapat diterjemahkan menjadi biaya per titik lampu ataupun digunakan untuk menilai kewajaran harga.
Nama AMMAR ABADI juga muncul dalam tiga transaksi belanja bahan cetak.
Ketiganya menggunakan nama paket Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor–Bahan Cetak. Nilainya masing-masing Rp5.280.758, Rp5.208.919, dan Rp4.982.834.
Total belanja bahan cetak melalui penyedia tersebut mencapai Rp15.472.511.
Berbeda dengan transaksi LPJU, tiga transaksi bahan cetak menggunakan kode RUP berbeda. Masing-masing 65422361, 65327317, dan 65327727.
Data belum merinci bentuk bahan cetak yang dipesan, jumlahnya, maupun harga satuannya. Karena itu, rincian pesanan diperlukan untuk mengetahui kebutuhan yang dipenuhi pada setiap transaksi.
Seluruh enam transaksi AMMAR ABADI dicatat dalam jenis pengadaan Barang.
Sementara itu, KODOK IJO COMMUNICATION tercatat pada pekerjaan pembongkaran reklame di area penataan kawasan perkotaan Muara Bungo.
Nilai pembongkarannya Rp70.001.151, dengan kode RUP 67009459.
Ada pula transaksi Pengangkutan Hasil Pembongkaran Reklame di Area Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo senilai Rp12.743.577. Transaksi pengangkutan ini menggunakan kode RUP 67009490.
Dua kebutuhan yang berkaitan tersebut dicatat terpisah. Penyedianya sama, tetapi kode RUP dan kode paketnya berbeda.
Gabungan nilai pembongkaran dan pengangkutan reklame mencapai Rp82.744.728. Keduanya masuk dalam jenis pengadaan Jasa Lainnya.
Berapa reklame yang dibongkar dan di mana saja lokasinya? Informasi tersebut belum tercantum dalam file. Data juga belum menjelaskan ukuran objek, kebutuhan peralatan, maupun tujuan pengangkutan material hasil pembongkaran.
Rincian itu diperlukan untuk menilai cakupan pekerjaan yang tercatat senilai Rp82,74 juta tersebut.
Selain dua transaksi reklame, KODOK IJO COMMUNICATION muncul pada Belanja Sosialisasi PBG senilai Rp40 juta.
Transaksi ini menggunakan kode RUP 67046084 dan dicatat sebagai pengadaan Barang. Belum terdapat penjelasan mengenai barang yang dibeli, bentuk sosialisasi, jumlah peserta, maupun keluaran kegiatannya.
Dengan tambahan belanja sosialisasi PBG, total nilai tiga transaksi yang mencantumkan KODOK IJO COMMUNICATION mencapai Rp122.744.728.
Pengolahan data menunjukkan sembilan transaksi kedua penyedia memiliki kode paket berbeda. Pengulangan nama penyedia merupakan pola yang terlihat dalam pencatatan pengadaan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.
Pendalaman berikutnya berada pada dokumen pesanan dan kontrak, rincian volume serta spesifikasi, bukti pelaksanaan, dan dokumen serah terima. Dari sana, nilai pengadaan dapat dipertemukan dengan barang serta pekerjaan yang benar-benar disediakan.(*)