Jambi - Dari pembaruan data sekolah hingga advokasi wajib belajar 13 tahun, sejumlah kegiatan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi dikemas dalam paket fullboard dan fullday. Dalam data pengadaan tahun anggaran 2026 yang ditelaah, tercatat 11 paket dengan nilai gabungan Rp695,8 juta.
Tujuh penyedia muncul dalam kelompok pengadaan tersebut. Nilai terbesar tercatat atas nama Batanghari Propertindo, yakni Rp290,1 juta dari empat paket. Porsinya mencapai 41,69 persen dari nilai seluruh paket fullboard dan fullday dalam data.
Berikutnya, Rajato Mitra Sentosa Hotelindo tercatat pada dua paket senilai Rp124,8 juta. Lima penyedia lainnya masing-masing muncul pada satu paket.
Seluruh pengadaan itu menggunakan APBN melalui metode e-purchasing dengan sumber transaksi E-Katalog Versi 6.0. Satuan kerjanya tercantum sebagai BPMP Provinsi Jambi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dari 11 paket tersebut, sembilan menggunakan nama fullboard dengan nilai Rp652,4 juta. Dua lainnya merupakan paket fullday senilai Rp43,4 juta.
Paket pertemuan dengan nilai terbesar adalah Pemetaan Mutu Potensi Sekolah Model, yakni Rp95,7 juta. Penyedianya Batanghari Propertindo, dengan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 67879544.
Perusahaan yang sama juga tercatat pada kegiatan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 senilai Rp83,6 juta. Paket ini menggunakan kode RUP 61901136.
Nilai Rp83,6 juta kembali muncul untuk paket fullboard Rapat Koordinasi Program BOSP Kinerja Terbaik Bersama Pemda Tahun 2026. Penyedianya juga Batanghari Propertindo, tetapi kode RUP-nya berbeda, yakni 61901156.
Satu paket lainnya berupa fullday untuk kegiatan Pengelolaan Manajemen ASN dan Review POS BPMP Jambi Tahun 2026 senilai Rp27,2 juta. Keempat catatan pengadaan Batanghari Propertindo itu berstatus ON PROCESS, dengan tahapan Kontrak.
Sementara itu, dua paket Rajato Mitra Sentosa Hotelindo berkaitan dengan pembelajaran dan data pendidikan.
Paket pertama adalah fullboard kegiatan Diseminasi Pembelajaran dan Penilaian ke Pemda dan Satuan Pendidikan senilai Rp76,8 juta. Paket kedua, fullboard kegiatan Pembaharuan Dapodik, bernilai Rp48 juta.
Status keduanya berbeda. Paket diseminasi tercatat pada tahapan Serah Terima dengan status PAYMENT OUTSIDE SYSTEM. Adapun pembaruan Dapodik masih tercatat ON PROCESS pada tahapan Kontrak.
Lima penyedia lainnya mengisi kegiatan dengan kebutuhan yang beragam.
Ratu Permata Hotelindo tercatat sebagai penyedia paket fullboard Advokasi kepada Pemda dalam rangka Pemberian Dukungan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Nilainya Rp82,8 juta.
Kemudian, Sabang Raya Hotel tercantum pada paket fullboard Deklarasi Bersama dan Sinergi Lintas Sektor Akselerasi Indeks SPM guna Mewujudkan Penjaminan Mutu Pendidikan, senilai Rp71,5 juta.
Untuk kegiatan Pendampingan Penganggaran SPM Pendidikan, penyedianya Griya Intan Bungo. Paket meeting fullboard tersebut bernilai Rp66 juta.
Berikutnya, Utama Leedon Lestari tercatat pada paket fullboard Advokasi Kebijakan Dana Transfer Daerah senilai Rp44,4 juta.
Adapun Graha Gemilang Internasional menjadi penyedia paket fullday Peningkatan Kompetensi Pegawai BPMP Jambi senilai Rp16,2 juta. Ini merupakan nilai terkecil dalam kelompok 11 paket pertemuan tersebut.
Secara keseluruhan, enam paket pertemuan senilai Rp357,7 juta tercatat pada tahapan Serah Terima dengan status PAYMENT OUTSIDE SYSTEM. Lima paket lainnya, senilai Rp338,1 juta, masih berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.
Istilah PAYMENT OUTSIDE SYSTEM merujuk pada mekanisme pembayaran di luar sistem. Pusat Bantuan INAPROC menyediakan panduan resmi untuk mekanisme tersebut, termasuk pengisian tanggal pembayaran, pengunggahan bukti pembayaran, dan konfirmasi penyedia. Penilaian atas pelaksanaan setiap transaksi tetap memerlukan dokumen pendukungnya.
Di luar paket pertemuan, data yang sama memuat dua catatan pengadaan alih daya atau outsourcing. Keduanya mencantumkan Karya Perdana Rifani sebagai penyedia, masing-masing senilai Rp627.867.104 dan Rp941.799.144.
Jika dijumlahkan, nilai kedua catatan itu mencapai Rp1.569.666.248. Keduanya masih tercatat ON PROCESS pada tahapan Kontrak.
Ada detail yang perlu diperjelas: dua catatan outsourcing tersebut memiliki kode paket berbeda, tetapi sama-sama menggunakan kode RUP 61901203. Nama pekerjaannya juga sama, yakni “Pengadaan Alih Daya Tenaga Outsorcing”.
Data yang tersedia belum menjelaskan hubungan kedua catatan tersebut, termasuk apakah mencakup periode atau lingkup pekerjaan yang berbeda. Karena itu, penjumlahannya perlu dibaca sebagai nilai dalam dua catatan pengadaan.
Dengan memasukkan outsourcing, seluruh 13 catatan dalam file yang ditelaah berjumlah Rp2.265.466.248, atau sekitar Rp2,27 miliar. Angka tersebut menunjukkan penjumlahan nilai pengadaan yang tercantum dalam data. Besaran pembayaran aktual masih memerlukan pemeriksaan dokumen pembayaran.
Untuk paket fullboard dan fullday, data belum memuat jumlah peserta, lama kegiatan, lokasi pelaksanaan, maupun harga per peserta. Sementara untuk outsourcing, belum tersedia jumlah tenaga kerja, jenis pekerjaan, dan masa kontraknya.
Rincian itulah yang diperlukan untuk menilai biaya setiap kegiatan serta melihat apa yang diperoleh dari pengadaan tersebut.(*)