Muaro Jambi - Lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas mengambil porsi terbesar dalam enam paket pengadaan Dinas Perhubungan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026. Nilai kedua paket itu mencapai Rp1,14 miliar, sekitar 72 persen dari keseluruhan pengadaan dalam data yang ditelaah.
Total enam paket tersebut sebesar Rp1.575.816.209, atau sekitar Rp1,58 miliar. Kebutuhannya mencakup lampu jalan, rambu lalu lintas, alat penguji kendaraan bermotor, sewa peralatan, suku cadang alat angkutan, serta alat tulis kantor.
Seluruh paket mencantumkan APBD 2026 sebagai sumber dana. Ada enam nama penyedia, dengan enam kode paket dan enam kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) berbeda.
Pengadaan tersebut tercatat pada instansi Kabupaten Muaro Jambi, satuan kerja Dinas Perhubungan, dengan kode 2.15.0.00.0.00.01.0000.
Paket paling besar adalah Belanja Lampu Penerangan Jalan Umum, senilai Rp632.999.700. Penyedia yang tercantum ialah Abadi Banua Cemerlang.
Satu paket ini mengambil porsi sekitar 40,17 persen dari keseluruhan nilai pengadaan. Namun, data belum merinci jumlah lampu, spesifikasi, maupun ruas jalan yang menjadi lokasi pemasangannya.
Di urutan berikutnya terdapat Belanja Modal Rambu-Rambu Lalu Lintas Darat Lainnya, senilai Rp502.978.019, dengan penyedia Tahan Kilang.
Nilainya setara 31,92 persen dari total enam paket. Jika digabungkan, pengadaan lampu jalan dan rambu mencapai Rp1.135.977.719, atau 72,09 persen.
Kebutuhan lainnya adalah Belanja Modal Alat Penguji Kendaraan Bermotor senilai Rp198.000.000. Pada kolom penyedia, nama yang tercantum adalah JIM.
Paket alat penguji tersebut berstatus “ON PROCESS”, dengan tahapan pengadaan “Kontrak”. Jenis alat, jumlah unit, serta jadwal penyerahannya tidak tercantum dalam berkas.
Sementara itu, Belanja Sewa Peralatan Umum bernilai Rp153.628.440, dengan penyedia Surya Tunggal. Data belum menjelaskan jenis peralatan yang disewa maupun lama penggunaannya.
Dua paket lainnya adalah Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Angkutan senilai Rp74.850.000, dengan penyedia Monocycle Pratama Energy, serta Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor senilai Rp13.360.050, dengan penyedia Moro Ziadah.
Berikut rincian lengkap nilai, penyedia, dan identitas keenam paket:
| Paket dan identitas | Penyedia | Nilai |
|---|---|---|
| Belanja Lampu Penerangan Jalan Umum. Kode paket 01KKDY04HYWP3RXW99RG3BGTQY; RUP 63617753 | Abadi Banua Cemerlang | Rp632.999.700 |
| Belanja Modal Rambu-Rambu Lalu Lintas Darat Lainnya. Kode paket 01KKDTC2TGCAG0HMVRND022DZV; RUP 63617198 | Tahan Kilang | Rp502.978.019 |
| Belanja Modal Alat Penguji Kendaraan Bermotor. Kode paket 01KX04BWVWNAQ1SZXD1JBZDTFW; RUP 67297186 | JIM | Rp198.000.000 |
| Belanja Sewa Peralatan Umum. Kode paket 01KKAJ3H2Q3FWZAP21G7VM6J5B; RUP 63629650 | Surya Tunggal | Rp153.628.440 |
| Belanja Suku Cadang-Suku Cadang Alat Angkutan. Kode paket 10804979000; RUP 66367836 | Monocycle Pratama Energy | Rp74.850.000 |
| Belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor. Kode paket 01M236CVT6PHH11V2AWGZK74NR; RUP 63612516 | Moro Ziadah | Rp13.360.050 |
| Total | 6 penyedia | Rp1.575.816.209 |
Lima paket menggunakan metode e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, dengan nilai gabungan Rp1.500.966.209. Kelimanya meliputi lampu penerangan jalan, rambu lalu lintas, alat penguji kendaraan bermotor, sewa peralatan umum, dan alat tulis kantor.
Adapun paket suku cadang alat angkutan senilai Rp74.850.000 menggunakan metode Pengadaan Langsung, dengan sumber transaksi Non Tender.
Pada kolom jenis pengadaan, paket suku cadang dan sewa peralatan umum dikelompokkan sebagai Jasa Lainnya. Total keduanya Rp228.478.440.
Empat paket lainnya tercatat sebagai Barang, dengan nilai gabungan Rp1.347.337.769.
Dari sisi tahapan, empat paket sudah tercatat pada “Serah Terima”, yakni lampu penerangan jalan, rambu lalu lintas, sewa peralatan umum, dan alat tulis kantor. Nilai keseluruhannya Rp1.302.966.209.
Keempat paket tersebut memiliki status “PAYMENT OUTSIDE SYSTEM”. Data ini mencatat label status dan tahapan pengadaan, tetapi tidak menyertakan rincian pencairan atau pembayaran aktualnya.
Sementara itu, pengadaan suku cadang alat angkutan mencantumkan status “PAKET SELESAI”, dengan tahapan “Pemilihan Selesai”. Catatan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan pekerjaan telah selesai dilaksanakan atau diserahkan.
Pada pencatatan produk dalam negeri (PDN), total nilainya mencapai Rp1.377.816.209. Lima paket mencatat nilai PDN yang sama dengan nilai paket masing-masing.
Pengecualiannya adalah paket alat penguji kendaraan bermotor melalui JIM. Pada transaksi senilai Rp198 juta tersebut, nilai PDN tercatat Rp0. Angka ini tidak memberikan keterangan mengenai negara asal barang.
Adapun nilai usaha mikro dan kecil (UMK) pada seluruh paket tercatat sama dengan nilai masing-masing transaksi, sehingga total kolom UMK mencapai Rp1.575.816.209.
Nilai PDN dan UMK merupakan kategori pencatatan dalam paket yang sama. Keduanya tidak ditambahkan lagi ke total pengadaan Rp1,58 miliar.
Angka tersebut hanya mencakup enam paket dalam berkas yang ditelaah. Untuk mengetahui jumlah perlengkapan yang diterima, lokasi pemanfaatan, serta hasil pekerjaannya, masih diperlukan spesifikasi, rincian volume, dan dokumen pelaksanaan masing-masing paket.(*)