Pengadaan Barang

Lampu Jalan Terbesar, 6 Paket Dishub Muaro Jambi Rp1,58 Miliar

Muaro Jambi - Lampu penerangan jalan dan rambu lalu lintas mengambil porsi terbesar dalam enam paket pengadaan Dinas Perhubungan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026. Nilai kedua paket itu mencapai Rp1,14 miliar, sekitar 72 persen dari keseluruhan pengadaan dalam data yang ditelaah.

Total enam paket tersebut sebesar Rp1.575.816.209, atau sekitar Rp1,58 miliar. Kebutuhannya mencakup lampu jalan, rambu lalu lintas, alat penguji kendaraan bermotor, sewa peralatan, suku cadang alat angkutan, serta alat tulis kantor.

Obat hingga Rehab Pustu, 52 Transaksi Dinkes Muaro Jambi Rp6,81 Miliar

Muaro Jambi - Kebutuhan obat, bahan pemeriksaan kesehatan, hingga perbaikan puskesmas pembantu masuk dalam daftar pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2026. Dalam data yang ditelaah, terdapat 52 transaksi dengan nilai keseluruhan Rp6.814.618.856, atau sekitar Rp6,81 miliar.

Nilai terbesar untuk satu transaksi terdapat pada penyediaan kartrid TCM, yakni Rp1,23 miliar. Sementara jika dikelompokkan berdasarkan jenis pengadaan, pekerjaan konstruksi mencatat nilai Rp2,79 miliar dari 11 paket.

Pengadaan Dinkes Kerinci Rp6,06 Miliar, Obat PKD Ambil Porsi Terbesar

Kerinci - Pengadaan barang di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2026 tercatat senilai Rp6,06 miliar. Kebutuhannya beragam, mulai dari obat, alat kesehatan, reagen sanitarian, hingga perlengkapan kantor.

Berdasarkan data pengadaan yang diolah, nilai tepatnya mencapai Rp6.059.933.005 dari 66 transaksi dengan 47 penyedia. Seluruh transaksi tersebut menggunakan metode e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, dengan sumber dana pada kolom anggaran tercatat APBD.

Belanja ‘Bahan Lainnya’ Dinkes Merangin Rp2,44 Miliar, Ini 5 Penyedianya

Merangin - Lima catatan pengadaan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin tahun anggaran 2026 menggunakan nama paket yang sama: “Belanja Bahan-Bahan Lainnya”. Total nilainya mencapai Rp2.435.802.399 atau sekitar Rp2,44 miliar.

Nilai tersebut tersebar kepada lima penyedia. Seluruhnya tercatat menggunakan APBD 2026 melalui metode e-purchasing dengan sumber transaksi E-Katalog Versi 6.0.

Nama penyedia dan nilai pengadaannya terlihat dalam data. Namun, rincian barang yang dibeli belum termuat dalam file yang ditelaah.