Jambi - Aliansi Kito Anak Negri Jambi Bersatu mengecam perusakan pagar dan fasilitas Kantor Gubernur Jambi saat demonstrasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka mendesak Kapolda Jambi mengusut pihak yang terlibat dan menangkap pelakunya.
Desakan tersebut disampaikan Ritas Mariyanto bersama Panglimo Negri Rd. Iransyah dalam keterangan pers di Jambi, Kamis (8/10/2026). Dalam keterangannya, aliansi menyebut peristiwa yang mereka soroti terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
“Kami meminta Kapolda Jambi bertindak tegas. Pagar dan fasilitas kantor gubernur itu dibangun menggunakan uang rakyat,” ujar Ritas.
“Itu milik negara dan milik seluruh rakyat Jambi, bukan milik kelompok tertentu yang bisa dirusak begitu saja,” sambungnya.
Ritas menegaskan fasilitas pemerintahan merupakan aset yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia menolak tindakan perusakan dalam penyampaian aspirasi, termasuk ketika masyarakat memprotes penanganan kabut asap.
Menurutnya, demonstrasi merupakan hak demokrasi yang dilindungi undang-undang. Namun, ia menilai perusakan fasilitas negara tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat.
“Menyampaikan pendapat itu bebas dan sah-sah saja di negara hukum. Namun, begitu tindakan berubah menjadi perusakan aset daerah, itu sudah masuk ranah kriminal murni,” kata Ritas.
Ia meminta kepolisian menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Desakan itu juga mencakup pengusutan kemungkinan adanya pihak yang mengarahkan tindakan perusakan.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual di balik aksi perusakan ini agar ada efek jera,” tegasnya.
Sebagai latar belakang, Jambi Independent melaporkan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jambi pada Kamis sore berlangsung untuk mendesak percepatan penanganan karhutla dan kabut asap. Situasi memanas ketika massa berupaya masuk ke area kantor gubernur, hingga bagian pagar mengalami kerusakan. Polisi kemudian menahan massa agar tidak memasuki area kantor.
Dalam aksi tersebut, demonstran membawa tuntutan agar pemerintah mempercepat penanganan kebakaran dan pemulihan dampaknya. Mereka juga menyoroti layanan kesehatan, keterbukaan data, pembasahan lahan gambut, serta penindakan terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Panglimo Negri Rd. Iransyah menyatakan Aliansi Kito Anak Negri Jambi Bersatu akan terus mengawal penanganan persoalan perusakan fasilitas tersebut hingga tuntas.
Iransyah meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan pengusutan kepada aparat penegak hukum. Ia berharap proses hukum berjalan dengan baik, sementara keamanan dan ketertiban di Provinsi Jambi tetap terjaga.(*)