Tebo - Kalender sudah memasuki pertengahan Oktober. Namun, tender rekonstruksi jalan penghubung Unit I Rimbo Bujang–Unit XI Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, masih tercatat pada tahap pengumuman. Sementara itu, dokumen pekerjaan menetapkan waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender.
Anggarannya Rp4,5 miliar, bersumber dari APBD Perubahan 2026. Pertanyaan mengenai kesiapan pelaksanaan pun muncul: kapan pekerjaan bisa dimulai dan bagaimana seluruh tahapannya diselesaikan menjelang pergantian tahun?
Ada pula informasi penting yang belum tergambar dalam ringkasan pekerjaan. Dokumen itu sudah menyebut jenis material dan pekerjaan, tetapi belum mencantumkan panjang jalan, lebar, ketebalan lapisan aspal, maupun jumlah material yang akan digunakan.
Paket tersebut bernama Rekonstruksi Jln. Unit I Rimbo Bujang–Unit XI Rimbo Ulu (15.09.04.002). Penanggung jawabnya adalah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo.
Dalam salinan informasi SPSE, paket dengan kode tender 10174740000 dan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 67876703 itu tercatat dibuat pada 12 Oktober 2026.
Tanggal tersebut merupakan tanggal pembuatan paket di sistem. Tanggal mulai pekerjaan fisik belum tercantum dalam bahan yang tersedia.
Pada bagian tahap tender, status yang ditampilkan adalah “Pengumuman Pascakualifikasi”. Sementara dalam lampiran berkop Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo tertulis:
“Masa Pelaksanaan: 60 (Enam puluh) Hari Kalender.”
Jika dihitung dari 18 Oktober menuju 31 Desember 2026, jarak kalendernya tinggal 74 hari. Waktu itu masih harus memperhitungkan proses pemilihan penyedia sebelum pekerjaan dapat dilaksanakan.
Sebagai gambaran, apabila masa kerja 60 hari baru dimulai pada awal November, penyelesaiannya akan mendekati akhir Desember. Pergeseran waktu mulai pekerjaan tentu akan memengaruhi tanggal penyelesaian.
Hitungan tersebut merupakan ilustrasi kalender. Jadwal kontrak dan surat perintah mulai kerja tetap diperlukan untuk memastikan tenggat yang sebenarnya.
Karena itu, durasi 60 hari belum bisa langsung disebut terlalu singkat. Kelayakannya bergantung pada panjang ruas yang dikerjakan, volume pekerjaan, kesiapan alat dan material, jumlah tenaga kerja, serta metode pelaksanaan.
Justru pada rincian itulah ringkasan pekerjaan belum memberikan gambaran lengkap.
Lampiran satu halaman yang tersedia memuat daftar pekerjaan berikut:
| No. | Jenis pekerjaan | Satuan |
|---|---|---|
| 1 | Mobilisasi | Ls |
| 2 | Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi atau SMKK | Ls |
| 3 | Galian untuk selokan drainase dan saluran air | Meter kubik |
| 4 | Timbunan biasa dari sumber galian | Meter kubik |
| 5 | Penyiapan badan jalan | Meter persegi |
| 6 | Lapis pondasi agregat kelas A | Meter kubik |
| 7 | Lapis resap pengikat berupa aspal cair/emulsi | Liter |
| 8 | Laston lapis aus atau AC-WC | Ton |
| 9 | Bahan antipengelupasan | Kilogram |
Daftar tersebut memperlihatkan pekerjaan mencakup persiapan, saluran air, timbunan, fondasi jalan, hingga lapisan aspal.
Namun, satuan belum menjelaskan jumlah. Keterangan “ton” pada pekerjaan AC-WC, misalnya, belum menunjukkan berapa ton campuran aspal yang akan digunakan. Begitu pula satuan meter kubik pada agregat dan galian belum menjelaskan volumenya.
Berapa panjang jalan yang mendapat penanganan dengan anggaran Rp4,5 miliar? Berapa lebar dan ketebalan lapisannya? Bagian ruas mana yang menjadi titik awal dan akhir pekerjaan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut perlu ditelusuri dalam gambar rencana, spesifikasi teknis, serta daftar kuantitas pekerjaan.
Ketiadaan angka volume pada uraian singkat belum membuktikan dokumen tender lengkap juga tidak memilikinya. Dokumen yang diperiksa memang berjudul “Uraian Singkat Pekerjaan”, sehingga harus dibaca sesuai fungsinya sebagai ringkasan.
Meski demikian, rincian itu penting untuk menguji apakah target 60 hari realistis dan anggaran yang disiapkan sebanding dengan pekerjaan yang akan diterima masyarakat.
Dari sisi anggaran, pagu paket ditetapkan Rp4.500.000.000, sedangkan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS sebesar Rp4.453.447.000.
Selisih keduanya Rp46.553.000, sekitar 1,03 persen dari pagu. Dengan kata lain, HPS berada pada kisaran 98,97 persen dari batas anggaran.
Kedekatan angka tersebut belum membuktikan adanya penggelembungan harga. Penilaian kewajaran biaya memerlukan rincian volume, harga satuan, spesifikasi, dan komponen pekerjaan yang membentuk HPS.
Paket ini menggunakan kontrak harga satuan. Dalam penjelasan pengadaan pada laman LKPP, pembayaran kontrak jenis ini didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas realisasi volume pekerjaan. Karena itu, kesesuaian antara volume yang dikerjakan, hasil pengukuran, dan pembayaran menjadi bagian penting dalam pengawasan.
Pemilihan penyedia menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file dengan harga terendah sistem gugur, tanpa reverse auction. Paket diperuntukkan bagi usaha kecil.
Peserta dipersyaratkan memiliki Sertifikat Badan Usaha atau SBU dan Nomor Induk Berusaha atau NIB sesuai dokumen pemilihan. Persyaratan lainnya mencakup status wajib pajak yang valid, akta perusahaan, kapasitas hukum untuk menandatangani kontrak, serta persetujuan pakta integritas dan surat pernyataan peserta.
Pada bagian teknis, penyedia diminta memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir, termasuk pekerjaan pemerintah, swasta, atau subkontrak. Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun, salinan persyaratan mencantumkan pengecualian pengalaman pada paket sampai Rp2,5 miliar. Adapun paket di atas Rp2,5 miliar hingga Rp15 miliar mensyaratkan satu pengalaman pada bidang yang sama.
Dengan nilai paket Rp4,5 miliar, persyaratan pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang harus diperiksa dalam evaluasi peserta.
Daftar persyaratan juga mengatur kerja sama operasi atau KSO. Perjanjian kerja sama harus tersedia, dengan perusahaan pemimpin memiliki kualifikasi setingkat atau lebih tinggi daripada anggotanya. Jumlah anggota dibatasi paling banyak tiga perusahaan untuk pekerjaan tidak kompleks dan lima perusahaan untuk pekerjaan kompleks.
Pada tahap ini, bahan yang tersedia belum memuat daftar penawar maupun pemenang. Dengan demikian, belum ada dasar untuk menilai persaingan harga atau menyebut tender telah diarahkan kepada kontraktor tertentu.
Catatan utama paket ini berada pada kesiapan pelaksanaannya: pekerjaan 60 hari, proses pemilihan yang masih berjalan pada pertengahan Oktober, dan rincian volume yang perlu dibaca dalam dokumen lengkap.
Penjelasan mengenai jadwal mulai kerja, panjang ruas, volume material, serta rencana pengawasan akan membantu publik menilai apakah proyek tersebut siap dilaksanakan. Dari rincian itulah target waktu dan hasil pekerjaan dapat diuji secara terukur.(*)