PT Sekanthi Catat Rp 6,01 Miliar, Terbesar dalam Data Pengadaan Perkim Bungo

WIB
ist

Bungo - Ada informasi yang terputus dalam data pengadaan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bungo tahun anggaran 2026. Sebanyak 14 transaksi sudah tercatat pada tahapan serah terima, tetapi nama barang atau paket yang dibeli tidak tercantum. Pada 10 transaksi di antaranya, kolom penyedia hanya berisi tanda strip.

Nilai 10 transaksi tanpa nama penyedia itu mencapai Rp97.044.000. Sementara keseluruhan 14 transaksi yang tidak mencantumkan nama paket bernilai Rp135.609.500.

Angkanya tercatat. Tahapannya juga tersedia. Namun, pembaca berkas belum bisa mengetahui secara lengkap barang apa yang dibeli dan siapa penyedianya.

Temuan tersebut muncul dari pengolahan 44 transaksi pengadaan Perkim Bungo dengan nilai gabungan Rp9.673.981.446. Berkas memuat pekerjaan pedestrian, jalan rabat beton, pemeliharaan lampu jalan, jasa konsultan, hingga belanja melalui Toko Daring.

Di antara seluruh nama penyedia yang tercantum, PT Sekanthi mencatat nilai terbesar. Satu paket penataan pedestrian dan utilitas Jalan Sri Soedewi pada perusahaan tersebut bernilai Rp6.012.757.047, setara 62,15 persen dari total nilai dalam berkas.

Data ini memperlihatkan dua hal yang perlu ditelusuri lebih jauh: konsentrasi nilai pada satu paket besar serta kelengkapan informasi transaksi lainnya.

Meski demikian, angka Rp9,67 miliar tersebut merupakan akumulasi nilai paket atau transaksi yang tercatat. Berkas ini belum membuktikan seluruh nilainya sudah dibayarkan dan tidak dapat dianggap sebagai keseluruhan anggaran Perkim Bungo.

Seluruh 14 transaksi dengan nama paket kosong berasal dari Toko Daring. Kolom kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP, sumber dana, dan status paketnya juga tidak terisi. Hanya kolom tahapan pengadaan yang menyebut Serah Terima.

Empat transaksi mencantumkan penyedia, yakni Bengkel Las Barokah, Toko Bungo Jaya Bangunan, CV Abdi Jaya Baru, dan Bengkel Cat Karya Mandiri. Sepuluh transaksi lainnya menggunakan tanda “-”.

Berikut rinciannya:

Kode paketNama penyedia dalam dataNilai
154566Tidak tercantum, hanya “-”Rp4.955.000
154761Tidak tercantum, hanya “-”Rp1.200.000
160457Bengkel Las BarokahRp14.310.000
154554Tidak tercantum, hanya “-”Rp6.905.000
160459Toko Bungo Jaya BangunanRp8.131.000
161353CV Abdi Jaya BaruRp9.624.500
154744Tidak tercantum, hanya “-”Rp3.800.000
147201Tidak tercantum, hanya “-”Rp17.553.000
154562Tidak tercantum, hanya “-”Rp9.820.000
154577Tidak tercantum, hanya “-”Rp25.000.000
154735Tidak tercantum, hanya “-”Rp1.641.000
154546Tidak tercantum, hanya “-”Rp15.815.000
160456Bengkel Cat Karya MandiriRp6.500.000
154760Tidak tercantum, hanya “-”Rp10.355.000
TotalRp135.609.500

Kekosongan tersebut terdapat dalam berkas yang ditelaah. Belum diketahui apakah informasi yang sama tersedia lengkap pada aplikasi asal, surat pesanan, atau dokumen pertanggungjawaban.

Karena itu, yang dapat dipastikan adalah adanya keterbatasan informasi dalam rekap. Untuk mengetahui barang dan penerimanya, data tersebut perlu dicocokkan dengan pesanan, invoice, serta berita acara serah terima.

Pada paket terbesar, PT Sekanthi tercatat sebagai penyedia Penataan Pedestrian dan Utilitas Jalan Sri Soedewi, dengan kode paket 10149449000 dan RUP 66699994.

Pengadaannya menggunakan metode tender, bersumber dari APBD, dan masuk kategori pekerjaan konstruksi.

Ada dua kolom yang penting dibaca bersama. Status paket tertulis PAKET SELESAI, sedangkan tahapan pengadaannya Pemilihan Selesai.

Tulisan “paket selesai” itu belum cukup untuk menyatakan pedestrian sudah rampung dibangun. Data yang sama justru menyebut penyelesaian pada tahap pemilihan penyedia. Kepastian progres fisik tetap memerlukan laporan pekerjaan dan dokumen serah terima.

Untuk Jalan Sri Soedewi, terdapat pula paket pengawasan senilai Rp198.783.018 pada CV Aisoise Consultant. Paket dengan RUP 66700113 tersebut menggunakan metode seleksi dan memiliki pasangan status yang sama: PAKET SELESAI serta Pemilihan Selesai.

Sementara penyusunan desain rinci atau DED ditangani PT US&P Architects, senilai Rp99.678.000, dengan RUP 66700068.

Jika pekerjaan fisik, pengawasan, dan DED digabungkan, nilai tiga paket terkait Jalan Sri Soedewi mencapai Rp6.311.218.065, sekitar 65,24 persen dari keseluruhan nilai dalam berkas.

Menariknya, paket DED masih tercatat berstatus KONTRAK SEDANG BERJALAN pada tahapan Kontrak. Perbedaan pencatatan itu membutuhkan informasi tanggal dan pembaruan status sebelum dapat dipakai untuk menilai urutan pelaksanaan pekerjaan.

Berkas ini tidak menyediakan tanggal kontrak maupun waktu pembaruan setiap status. Karena itu, data tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan fisik dimulai sebelum perencanaan selesai.

PT US&P Architects tidak hanya menangani DED Jalan Sri Soedewi. Perusahaan itu tercatat pada tiga paket penyusunan DED dengan total Rp299.034.000.

Kode RUPPaket DED pada PT US&P ArchitectsNilai
66700696Penataan Pedestrian dan Utilitas Jalan M. SaidiRp99.789.000
66700068Penataan Pedestrian dan Utilitas Jalan Sri SoedewiRp99.678.000
66701001Pembangunan Taman M. SaidiRp99.567.000
TotalRp299.034.000

Ketiga nilai tersebut berdekatan dan masing-masing berada sedikit di bawah Rp100 juta. Seluruhnya menggunakan metode pengadaan langsung.

Batas pengadaan langsung jasa konsultansi menurut ketentuan Perpres 46 Tahun 2025 adalah paling banyak Rp100 juta. Namun, kedekatan nominal ketiga paket belum membuktikan pemecahan pengadaan untuk menghindari seleksi. Penilaian tersebut membutuhkan dokumen perencanaan, ruang lingkup, dan dasar pemaketan masing-masing pekerjaan.

Catatan lainnya terdapat pada Hogiak Utama Jaya. Nama ini muncul pada dua pekerjaan, yakni Jasa Konsultansi Perencanaan Jalan Rabat Beton senilai Rp59.829.000 dan Jasa Konsultansi Pengawasan Rabat Beton sebesar Rp79.698.000.

Total keduanya Rp139.527.000, masing-masing menggunakan RUP 65322544 dan 65322547.

Data tidak menjelaskan lokasi dan cakupan dua pekerjaan tersebut. Dengan informasi yang ada, belum dapat dipastikan apakah pengawasan itu dilakukan terhadap seluruh pekerjaan yang sebelumnya dirancang penyedia yang sama.

Kedua paket Hogiak Utama Jaya serta tiga paket DED PT US&P Architects juga tercatat sebagai Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi. Adapun pengawasan pedestrian oleh CV Aisoise Consultant masuk kategori Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi.

Perbedaan klasifikasi tersebut layak dicocokkan dengan kerangka acuan kerja dan kontrak. Nama kegiatan saja belum cukup untuk memastikan ada kesalahan pengelompokan.

Di luar pedestrian, sembilan paket pembangunan jalan rabat beton mencatat nilai gabungan Rp1.450.100.000. Seluruhnya menggunakan metode pengadaan langsung dan berstatus KONTRAK SEDANG BERJALAN.

Paket terbesar berada di Kecamatan Rimbo Tengah, senilai Rp365 juta, pada CV Abimanyu Jaya.

Rincian seluruh pekerjaan rabat beton tersebut sebagai berikut:

Kode RUPLokasi pekerjaanPenyediaNilai
67749733Kecamatan Rimbo TengahCV Abimanyu JayaRp365.000.000
65323741Dusun Baru PelepatCV Iqbara Konstruksindo PersadaRp182.900.000
65322546Dusun SenamatCV Pantai PesisirRp182.600.000
67749630Dusun Rantau KeloyangCV CogaRp169.800.000
67749687BTN Permata Bungo ElokCV Pantai PesisirRp137.300.000
67749677BTN Roni PermaiCV Zafran Jaya SejahteraRp137.300.000
65323555Dusun Suka JayaCV Reformasi DuaRp91.800.000
67749649Dusun Dwi Karya BaktiCV CogaRp91.800.000
65326683Kelurahan Sungai Binjai, Villa Adian RatuCV Putra LinggoRp91.600.000
TotalRp1.450.100.000

CV Abimanyu Jaya juga tercatat menangani Pemeliharaan Bangunan IPLT senilai Rp274.544.411, dengan RUP 65398180. Gabungan dua pekerjaan pada perusahaan tersebut mencapai Rp639.544.411, terbesar kedua setelah PT Sekanthi.

Nilai pekerjaan konstruksi di atas Rp200 juta tidak otomatis menyalahi batas pengadaan langsung. Perpres 46 Tahun 2025 menetapkan batas pengadaan langsung pekerjaan konstruksi paling banyak Rp400 juta. Dengan demikian, metode pemilihan perlu dinilai menggunakan ketentuan yang berlaku serta dokumen pengadaannya.

CV Pantai Pesisir mencatat total Rp319.900.000 dari dua pekerjaan rabat beton. Sementara CV Coga memperoleh dua pekerjaan dengan nilai gabungan Rp261.600.000.

Kelompok belanja lain yang cukup besar adalah pemeliharaan lampu penerangan jalan umum atau LPJU. Enam transaksi pada dua kode RUP mencatat total Rp1.003.997.331, sekitar 10,38 persen dari seluruh nilai dalam berkas.

Pada RUP 65356417, terdapat lima transaksi senilai Rp777.263.181.

Tiga transaksi tercatat pada Ammar Abadi, masing-masing Rp98.303.820, Rp194.265.651, dan Rp62.372.010. Akumulasinya mencapai Rp354.941.481.

Dua transaksi lainnya pada RUP yang sama berada pada Yulia, senilai Rp202.147.650, dan Honoris Industry, sebesar Rp220.174.050.

Honoris Industry juga tercatat pada paket Belanja Pemeliharaan Jaringan Listrik Lainnya—Pemeliharaan LPJU, RUP 65356416, senilai Rp226.734.150. Dengan demikian, total dua transaksi pada penyedia tersebut mencapai Rp446.908.200.

Seluruh transaksi LPJU itu berasal dari E-Katalog Versi 6.0, menggunakan metode e-purchasing, dan masih tercatat ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Apa saja komponen lampu yang dibeli atau diganti, berapa titik yang ditangani, serta di ruas mana pekerjaan dilakukan belum terlihat dalam berkas. Rincian tersebut diperlukan agar nilai pemeliharaan lebih dari Rp1 miliar bisa ditelusuri hingga hasilnya di lapangan.

Ammar Abadi juga menangani tiga transaksi bahan cetak untuk kegiatan kantor. Nilainya Rp5.280.758 pada RUP 65422361, Rp5.208.919 pada RUP 65327317, serta Rp4.982.834 pada RUP 65327727.

Total bahan cetak mencapai Rp15.472.511. Jika digabungkan dengan pemeliharaan LPJU, Ammar Abadi mencatat enam transaksi senilai Rp370.413.992, jumlah transaksi terbanyak di antara nama penyedia yang terisi.

Berikutnya, Kodok Ijo Communication tercatat pada tiga transaksi senilai Rp122.744.728.

Rinciannya adalah Pembongkaran Reklame di Area Penataan Kawasan Perkotaan Muara Bungo sebesar Rp70.001.151, RUP 67009459; Pengangkutan Hasil Pembongkaran Reklame sebesar Rp12.743.577, RUP 67009490; serta Belanja Sosialisasi PBG senilai Rp40 juta, RUP 67046084.

Pembongkaran dan pengangkutan reklame masuk kategori Jasa Lainnya. Adapun sosialisasi PBG tercatat sebagai Barang. Untuk memahami klasifikasi terakhir, diperlukan rincian objek yang dibeli dalam kegiatan tersebut.

Ketiga transaksi Kodok Ijo Communication menggunakan e-purchasing dan berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Ada pula transaksi Pemeliharaan Kendaraan Bermotor Angkutan Barang pada Jaya Indah Motor sebesar Rp21.411.900, dengan RUP 65398179. Transaksi ini berasal dari E-Katalog Versi 6.0 dan memiliki status serta tahapan yang sama.

Jika seluruh data dikelompokkan berdasarkan sumber transaksi, komposisinya sebagai berikut:

Sumber transaksiStatus dan tahapan dalam dataJumlahNilai
TenderPAKET SELESAI / Pemilihan Selesai2Rp6.211.540.065
Non TenderKONTRAK SEDANG BERJALAN / Kontrak15Rp2.163.205.411
E-Katalog Versi 6.0ON PROCESS / Kontrak13Rp1.163.626.470
Toko DaringStatus kosong / Serah Terima14Rp135.609.500
Total44Rp9.673.981.446

Kolom sumber transaksi “Tender” tersebut mencakup satu paket yang metode pemilihannya tender dan satu paket bermetode seleksi.

Secara keseluruhan, metode pemilihan terdiri atas satu tender Rp6.012.757.047, satu seleksi Rp198.783.018, 15 pengadaan langsung Rp2.163.205.411, serta 27 e-purchasing Rp1.299.235.970.

Sebanyak 28 transaksi senilai Rp3.326.831.881 tercatat pada tahapan Kontrak. Status tersebut belum menunjukkan apakah pekerjaan terlambat, sudah berjalan di lapangan, atau belum diperbarui dalam sistem karena berkas tidak memuat jadwal pelaksanaan.

Dari sisi sumber dana, 30 transaksi senilai Rp9.538.371.946 mencantumkan APBD. Sumber dana 14 transaksi Toko Daring senilai Rp135.609.500 tidak terisi.

Adapun pengelompokan jenis pengadaan dalam berkas menunjukkan:

Jenis pengadaanJumlah transaksiNilai
Pekerjaan Konstruksi11Rp7.737.401.458
Barang10Rp1.059.469.842
Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi5Rp438.561.000
Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi1Rp198.783.018
Pengadaan Barang14Rp135.609.500
Jasa Lainnya3Rp104.156.628
Total44Rp9.673.981.446

Istilah “Barang” dan “Pengadaan Barang” dipertahankan sesuai kategori dalam berkas.

Seluruh transaksi memiliki nilai produk dalam negeri atau PDN yang sama dengan nilai transaksinya. Total PDN tercatat Rp9.673.981.446 atau 100 persen. Persentase pencatatan tersebut bukan berarti setiap produk memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN 100 persen.

Sementara nilai usaha mikro dan kecil atau UMK mencapai Rp9.070.051.846, sekitar 93,76 persen dari total. Nilai UMK positif tercatat pada 27 transaksi yang mencakup 14 nama penyedia, termasuk paket PT Sekanthi sebesar Rp6.012.757.047.

Sebanyak 17 transaksi lainnya, senilai Rp603.929.600, memiliki nilai UMK nol. Kelompok ini terdiri atas dua transaksi Honoris Industry, satu transaksi Jaya Indah Motor, dan seluruh 14 transaksi Toko Daring.

Data PDN dan UMK merupakan dua kategori yang dapat melekat pada transaksi yang sama. Keduanya tidak dijumlahkan menjadi nilai belanja tambahan.

Pemeriksaan berkas tidak menemukan kode paket ganda atau nilai transaksi negatif. Namun, terdapat kekosongan informasi penting dan perbedaan istilah status yang perlu dijelaskan melalui dokumen sumber.

Berkas ini belum dilengkapi rincian volume, harga satuan, pagu atau HPS, jadwal pekerjaan, bukti pembayaran, maupun tanggapan Perkim Bungo dan para penyedia.

Untuk transaksi Toko Daring, penjelasan paling mendesak adalah nama barang, identitas penyedia, dan dasar serah terimanya. Untuk paket pedestrian dan pekerjaan fisik lainnya, dokumen yang diperlukan adalah kontrak, progres pekerjaan, serta hasil pemeriksaan dan serah terima.

Dari sana, pengadaan bisa diperiksa lebih jauh: berapa panjang pedestrian yang dibangun, berapa ruas jalan yang ditangani, dan berapa titik lampu yang kembali berfungsi. Pertanyaan tersebut belum terjawab hanya dengan melihat nilai transaksi dan tulisan “selesai” dalam rekap.(*)

BeritaSatu Network