Mila Loka Karya Catat Rp 1,26 Miliar di Setda Tebo, dari Mebel hingga Suvenir

WIB
ist

Tebo - Mila Loka Karya menjadi nama penyedia dengan nilai transaksi terbesar dalam rekap pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Tebo tahun anggaran 2026. Lima transaksi pada penyedia tersebut mencapai Rp1.257.192.580, mulai dari mebel, alat listrik, hingga suvenir.

Nilainya setara 20,56 persen dari keseluruhan transaksi dalam berkas, yakni Rp6.114.061.724.

Paket terbesar pada Mila Loka Karya berupa belanja modal mebel Rp575.102.100. Berikutnya alat listrik Rp297.000.480, suvenir atau cendera mata Rp220.890.000, barang bercorak kesenian lainnya Rp115 juta, serta perlengkapan dinas Rp49,2 juta.

Seluruhnya tercatat berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Rincian barang menjadi bagian penting yang belum terlihat dalam rekap. Jenis mebel, jumlah barang, harga satuan, lokasi pemasangan, maupun penerima suvenir tidak tercantum. Padahal, informasi tersebut diperlukan untuk menilai kebutuhan dan kewajaran harga setiap pembelian.

Pengolahan data ini mencakup 267 transaksi, 108 nama penyedia, dan 66 kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP.

Ada komposisi belanja yang patut dicermati. Pembelian kendaraan penumpang, alat pendingin, mebel, serta suvenir mencatat nilai gabungan Rp3.059.141.789. Empat kelompok tersebut mengambil sekitar 50,03 persen dari seluruh nilai dalam berkas.

Kelompok belanjaTransaksiNilai
Kendaraan bermotor penumpang2Rp1.084.218.137
Alat pendingin5Rp812.461.500
Mebel3Rp776.737.152
Suvenir/cendera mata3Rp385.725.000
Total13Rp3.059.141.789

Komposisi tersebut membuka pertanyaan mengenai dasar kebutuhan, jumlah barang, dan pemanfaatannya. Namun, nilai total saja belum cukup untuk menyatakan pembelian boros atau harganya tidak wajar.

Angka Rp6,11 miliar ini juga merupakan akumulasi nilai transaksi yang tercatat. Berkas tidak memuat bukti bahwa seluruh uangnya sudah dibayarkan ataupun menunjukkan keseluruhan anggaran Sekretariat Daerah Tebo.

Lima transaksi Mila Loka Karya tersebar pada kode RUP dan sumber dana berbeda.

Kode RUPObjek belanjaNilaiSumber dana dalam data
68213070MebelRp575.102.100APBD,APBDP
68098326Alat listrikRp297.000.480APBD,APBDP
62129173Suvenir/cendera mataRp220.890.000APBD
68117892Barang bercorak kesenian lainnyaRp115.000.000APBDP
68219520Perlengkapan dinasRp49.200.000APBD,APBDP
TotalRp1.257.192.580

Label “APBD,APBDP” merupakan satu isian sumber dana pada transaksi yang sama. Berkas tidak menjelaskan pembagian nilainya antara APBD dan APBD Perubahan. Karena itu, nilai transaksi tidak boleh dihitung dua kali atau seluruhnya dianggap sebagai tambahan anggaran perubahan.

Setelah Mila Loka Karya, nilai terbesar berikutnya tercatat pada Agung Automall, sebesar Rp1.084.218.137 dari dua transaksi kendaraan bermotor penumpang.

Transaksi pertama senilai Rp443.218.137, menggunakan RUP 62126288 dan sumber dana APBD. Transaksi kedua mencapai Rp641 juta, dengan RUP 67948262 dan sumber dana tertulis APBD,APBDP.

Nilai Rp641 juta merupakan transaksi tunggal terbesar dalam berkas.

Kedua transaksi kendaraan tersebut sama-sama berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak. Namun, data tidak mencantumkan merek, model, spesifikasi, jumlah unit, maupun pengguna kendaraan.

Dengan demikian, dua transaksi tidak otomatis berarti pembelian dua unit mobil.

Ada perbedaan lain dalam pencatatannya. Kendaraan senilai Rp443.218.137 memiliki nilai produk dalam negeri atau PDN nol. Sementara transaksi Rp641 juta mencatat nilai PDN penuh.

Perbedaan tersebut perlu dicocokkan dengan informasi produk. Nilai PDN nol dalam rekap belum cukup untuk memastikan kendaraan itu merupakan barang impor.

Untuk alat pendingin, Global Mandiri Teknik mencatat tiga transaksi senilai Rp782.272.500. Rinciannya Rp410.344.800 pada RUP 62126609, Rp316.538.700 pada RUP 62128556, dan Rp55.389.000 pada RUP 68389979.

Ketiganya bersumber dari APBD dan berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Dua transaksi alat pendingin lainnya berada pada Yudafi Karya Rp27.639.000 dan Lina Rp2.550.000. Dengan tambahan tersebut, total belanja alat pendingin mencapai Rp812.461.500.

Berkas menggunakan istilah alat pendingin. Tanpa spesifikasi, seluruh barang dalam kelompok itu belum dapat dipastikan sebagai AC.

Yudafi Karya sendiri mencatat 11 transaksi senilai Rp840.017.234. Objeknya beragam, dari alat dapur, perlengkapan rumah tangga, mebel, hingga pakaian dinas kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Kode RUPObjek belanja pada Yudafi KaryaNilai
62128557Alat dapurRp223.505.160
67996723Alat rumah tangga lainnya (home use)Rp138.096.210
62128555MebelRp125.600.052
62129173Suvenir/cendera mataRp110.445.000
67998254MebelRp76.035.000
67210126Alat rumah tangga lainnya (home use)Rp56.550.008
62128669Pakaian dinas KDH dan WKDHRp29.803.500
67998369Alat pendinginRp27.639.000
62128668Perlengkapan dinasRp21.312.000
68041796Bahan bangunan dan konstruksiRp18.681.300
62128554Alat kantor lainnyaRp12.350.004
TotalRp840.017.234

Seluruh transaksi Yudafi Karya juga berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Istilah home use merupakan nama kategori barang dalam data. Label itu tidak menjelaskan lokasi pemakaian dan tidak dapat dijadikan dasar menyatakan barang dibeli untuk rumah pribadi pejabat.

Pada belanja pakaian dinas KDH dan WKDH, berkas juga belum memuat jumlah set, bahan, jenis pakaian, maupun harga satuannya.

Empat nama terbesar—Mila Loka Karya, Agung Automall, Yudafi Karya, dan Global Mandiri Teknik—mencatat nilai gabungan Rp3.963.700.451, atau 64,83 persen dari seluruh nilai transaksi.

Meski demikian, konsentrasi nilai tersebut belum menunjukkan adanya hubungan kepemilikan antarpelaku usaha ataupun penyimpangan dalam pemilihan penyedia. Informasi mengenai identitas hukum, kepemilikan, dan proses pemilihan tidak tersedia dalam berkas.

Di luar empat nama tersebut, terdapat pengadaan perlengkapan dinas pada beberapa penyedia.

Upekha Arkya Satria Pradana mencatat lima transaksi senilai Rp181.891.260. Satu transaksi Rp30.735.900 menggunakan RUP 68219520. Empat transaksi pada RUP 62129144 masing-masing bernilai Rp29.756.880, Rp54.478.800, Rp36.183.780, dan Rp30.735.900.

Dapuja Solusi Teknologi memiliki tiga transaksi perlengkapan dinas senilai Rp113.825.498. Rinciannya Rp14.125.538 pada RUP 65809157, Rp83.699.976 pada RUP 62128668, serta Rp15.999.984 pada RUP 67856835.

Adapun Armainis tercatat pada dua transaksi perlengkapan dinas, yakni Rp35.999.964 pada RUP 65809157 dan Rp69.499.986 pada RUP 67856835. Totalnya Rp105.499.950.

Pada kelompok suvenir, selain Mila Loka Karya Rp220.890.000 dan Yudafi Karya Rp110.445.000, terdapat Siginjai Jaya Makmur Rp54.390.000. Gabungannya mencapai Rp385.725.000.

Siginjai Jaya Makmur juga mencatat transaksi bahan cetak Rp3.729.600, sehingga keseluruhan nilai pada penyedia itu menjadi Rp58.119.600.

Untuk jamuan tamu, Hanzo Future Group tercatat pada satu transaksi makanan dan minuman sebesar Rp36 juta. Penyedia yang sama juga memiliki transaksi perlengkapan dinas Rp20.784.750, dengan total Rp56.784.750.

Sementara itu, Sinar Dempo Bangun Persada tercatat pada belanja sewa kendaraan bermotor penumpang senilai Rp46 juta. Nilai sewa ini terpisah dari pembelian kendaraan pada Agung Automall.

Lina mencatat dua transaksi senilai Rp42.450.000, terdiri atas alat rumah tangga lainnya Rp39.900.000 dan alat pendingin Rp2.550.000.

Satu-satunya transaksi yang menggunakan metode pengadaan langsung adalah pemasangan pilar batas kecamatan, pada Inara Sumber Agung, sebesar Rp76.326.445, dengan RUP 62124796.

Status paket itu tertulis PAKET SELESAI, tetapi tahapan pengadaannya Pemilihan Selesai. Catatan tersebut belum membuktikan pekerjaan fisik pilar sudah selesai dan diserahterimakan.

Secara keseluruhan, terdapat 82 transaksi senilai Rp4.766.261.724 di luar jasa tenaga pelayanan umum dan kebersihan. Nilainya tersebar pada 14 nama berikut:

Nama penyediaTransaksiTotal nilai
Mila Loka Karya5Rp1.257.192.580
Agung Automall2Rp1.084.218.137
Yudafi Karya11Rp840.017.234
Global Mandiri Teknik3Rp782.272.500
Upekha Arkya Satria Pradana5Rp181.891.260
Dapuja Solusi Teknologi3Rp113.825.498
Armainis2Rp105.499.950
Inara Sumber Agung1Rp76.326.445
Aneka Murah Tebo24Rp70.051.434
Siginjai Jaya Makmur2Rp58.119.600
Hanzo Future Group2Rp56.784.750
Assyifa Printing Tebo19Rp51.612.336
Sinar Dempo Bangun Persada1Rp46.000.000
Lina2Rp42.450.000
Total82Rp4.766.261.724

Aneka Murah Tebo memiliki transaksi terbanyak, yakni 24 transaksi senilai Rp70.051.434. Berikutnya Assyifa Printing Tebo, dengan 19 transaksi senilai Rp51.612.336. Keduanya tercatat pada berbagai kebutuhan kantor, antara lain alat tulis, kertas, bahan cetak, dan bahan komputer.

Banyaknya transaksi berbeda dengan besarnya nilai. Nilai gabungan pada kedua penyedia tersebut masih jauh di bawah akumulasi pada empat penyedia terbesar.

Bagian lain yang perlu dibaca secara tepat adalah pengadaan jasa tenaga.

Dari 267 transaksi dalam berkas, 185 transaksi senilai Rp1.347.800.000 merupakan belanja jasa tenaga pelayanan umum dan kebersihan. Kelompok ini mencakup 94 nama penyedia berbeda.

Dengan demikian, angka 267 transaksi tidak dapat disebut sebagai 267 proyek fisik atau pembelian barang.

Belanja jasa tenaga pelayanan umum berada pada RUP 62193909, dengan 156 transaksi senilai Rp1.195.800.000, mencakup 83 nama penyedia.

Jasa tenaga kebersihan tersebar pada RUP 65809151, sebanyak 19 transaksi Rp102 juta, dan RUP 62076045, sebanyak 10 transaksi Rp50 juta. Gabungannya 29 transaksi Rp152 juta pada 11 nama penyedia.

Seluruh transaksi jasa tenaga tersebut menggunakan e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0, bersumber dari APBD, dan berstatus ON PROCESS pada tahapan Kontrak.

Nama penyedia dalam kelompok ini tidak otomatis menunjukkan jumlah pegawai atau orang. Salah satu nama yang tercantum adalah Group Cahaya Abadi. Berkas tidak menyertakan identitas maupun bentuk usaha masing-masing penyedia.

Untuk jasa tenaga pelayanan umum, terdapat 73 nama yang masing-masing muncul dalam dua transaksi dan 10 nama yang masing-masing muncul satu kali. Berikut seluruh namanya, dikelompokkan berdasarkan akumulasi nilai per nama:

Akumulasi per namaTransaksi per namaNama dalam data
Rp20.400.0002Darmanto; Group Cahaya Abadi; Muhammad Adib Heri Styawan; Rudi Irtanto; Suryawan Rozaqomullah; Wahyu Safutra
Rp18.000.0002Aina Yanti; Alif Harun Al’Rasyid; Astini; Diva Saputra; Evi Gutri Yanti; Mifta Hulfa Khairani; Musmulyadi; Nurhayati; Radi Hamzah; Romita Hasanah; Safri Kurniawan; Sapril; Septi Lestari
Rp16.500.0002Halimahtul Sahdia; Nurgaya
Rp16.200.0002Defi Ayu Ariati
Rp14.400.0002Abdi Alfany; Anis Putri Andayani; Auliya Uswatun Khasanah; Bayu Muhammad Fajri; Dame Elvi Susilawati. S; Dedi Setiawan; Dimas Prasetio; Dio Anggono; Edismar; Eko Setiawan; Fajar Purnomo; Febianto; Feri Sandianto; Guntur Saputra; Habibilla; Jenny Arsita Putri; Jupri; Kharisma Oktaviani; Khoirul Umam; Latipah; Lilik Handoyo; M. Paisal; Maemonah Sahar; Mahyuna; Novita Wulandari; Nurhidayah; Nuriyanto; Pither Pasolang; Ratna Junita; Reza Febiola; Rumlah; Sapro Malisi; Sarini; Siska Yuliyanti; Syargawi; Tri Sayuti; Tri Sutrisno; Uci Afria Putri; Vika Alvionita Qarolin; Wili Karisma
Rp13.200.0002Adika Agung Permana; Mika Nurdiansyah; Purwono
Rp12.000.0002Ayu Santika; Endang Sumarti; Khoiriyah; Nikmatuzzahra; Normawati; Paidi; Rivaldi Verdana Kusuma; Tamino
Rp10.200.0001Pit Restu Nugroho
Rp9.000.0001Ambya Rien Muthos Akbani; Lisniawati; Rahmad Ali Muddin; Sri Hartati
Rp7.200.0001Diana Sani Nursyifa; M. Shandy Septiawan
Rp6.000.0001Abdul Karim; Darmawati; Sunarto

Nilai pada tabel merupakan akumulasi transaksi per nama, bukan informasi gaji bulanan atau tahunan. Periode pekerjaan dan volume jasa tidak tercantum dalam berkas.

Pada Halimahtul Sahdia dan Nurgaya, masing-masing terdapat transaksi Rp9 juta dan Rp7,5 juta. Defi Ayu Ariati tercatat pada transaksi Rp7,2 juta dan Rp9 juta. Adika Agung Permana, Mika Nurdiansyah, serta Purwono masing-masing memiliki transaksi Rp7,2 juta dan Rp6 juta.

Adapun seluruh nama penyedia jasa tenaga kebersihan adalah:

Akumulasi per namaTransaksi per namaNama dalam data
Rp16.000.0003Alhudari; Andi Yohanas; Asma Hairani; Julita; Laila Harlina; Meliya; Rita Herlina; Sri Kusrini
Rp10.000.0002Febrananda Saputra; Zulhasni
Rp4.000.0001Randi Pratama

Delapan nama pada kelompok Rp16 juta masing-masing memiliki tiga transaksi: Rp5 juta, Rp5 juta, dan Rp6 juta.

Kemunculan nama yang sama pada beberapa transaksi perlu dibaca bersama periode dan lingkup pekerjaannya. Kode paketnya berbeda, sehingga kesamaan nama atau nominal saja belum membuktikan pembayaran ganda.

Untuk memperlihatkan seluruh komposisi belanja, 267 transaksi tersebut dapat dikelompokkan menurut objek pekerjaan. RUP berbeda dengan objek sejenis dijumlahkan dalam tabel berikut:

Kelompok objek pengadaanTransaksiNilai
Jasa tenaga pelayanan umum156Rp1.195.800.000
Kendaraan bermotor penumpang2Rp1.084.218.137
Alat pendingin5Rp812.461.500
Mebel3Rp776.737.152
Perlengkapan dinas13Rp492.513.458
Suvenir/cendera mata3Rp385.725.000
Alat listrik3Rp316.928.754
Alat rumah tangga lainnya (home use)3Rp234.546.218
Alat dapur1Rp223.505.160
Jasa tenaga kebersihan29Rp152.000.000
Barang bercorak kesenian lainnya1Rp115.000.000
Pemasangan pilar batas kecamatan1Rp76.326.445
Sewa kendaraan bermotor penumpang1Rp46.000.000
Kertas dan cover14Rp41.658.189
Makanan dan minuman jamuan tamu1Rp36.000.000
Alat tulis kantor14Rp31.690.056
Pakaian dinas KDH dan WKDH1Rp29.803.500
Bahan komputer10Rp21.694.839
Bahan bangunan dan konstruksi1Rp18.681.300
Alat kantor lainnya1Rp12.350.004
Bahan cetak4Rp10.422.012
Total267Rp6.114.061.724

Dari sisi status, sebagian besar nilai masih tercatat pada tahapan Kontrak. Sebanyak 242 transaksi senilai Rp5.656.291.743, atau 92,51 persen dari total nilai, berstatus ON PROCESS.

Status dan tahapanTransaksiNilai
ON PROCESS / Kontrak242Rp5.656.291.743
PAYMENT OUTSIDE SYSTEM / Serah Terima21Rp376.783.756
PAKET SELESAI / Pemilihan Selesai1Rp76.326.445
COMPLETED / Serah Terima3Rp4.659.780
Total267Rp6.114.061.724

Tiga transaksi berstatus COMPLETED seluruhnya tercatat pada Assyifa Printing Tebo. Rinciannya kertas dan cover Rp1.451.880, bahan cetak Rp1.831.500, serta bahan komputer Rp1.376.400.

Namun, jumlah tiga transaksi COMPLETED tidak dapat diterjemahkan sebagai hanya tiga pekerjaan yang selesai atau hanya Rp4,66 juta yang telah direalisasikan. Berkas memiliki beberapa label status dan tidak memuat bukti pembayaran maupun riwayat pembaruannya.

Sebanyak 21 transaksi Rp376.783.756 menggunakan label PAYMENT OUTSIDE SYSTEM. INAPROC memang menyediakan mekanisme pembayaran di luar sistem, termasuk pengajuan yang memerlukan tanggal dan bukti pembayaran. Terdapat pula kebijakan perubahan status untuk invoice yang lebih dari 30 hari tidak ditindaklanjuti ke tahap pembayaran. Karena itu, label tersebut perlu dicocokkan dengan riwayat setiap pesanan dan tidak otomatis menunjukkan pembayaran ilegal.

Untuk transaksi yang masih berstatus Kontrak, berkas tidak memuat tanggal mulai, tenggat pelaksanaan, ataupun periode jasa. Status tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya keterlambatan.

Dari sisi metode, 266 transaksi senilai Rp6.037.735.279 menggunakan e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0. Satu transaksi lainnya, pemasangan pilar batas kecamatan Rp76.326.445, menggunakan pengadaan langsung.

Jenis pengadaannya terdiri atas 80 transaksi Barang senilai Rp4.643.935.279, 186 transaksi Jasa Lainnya Rp1.393.800.000, dan satu Pekerjaan Konstruksi Rp76.326.445.

Sementara sumber dana tercatat sebagai berikut:

Sumber dana sesuai berkasTransaksiNilai
APBD253Rp3.824.317.311
APBD,APBDP11Rp1.813.143.043
APBDP3Rp476.601.370
Total267Rp6.114.061.724

Tiga transaksi berlabel APBDP terdiri atas barang bercorak kesenian pada Mila Loka Karya Rp115 juta, serta alat dapur Rp223.505.160 dan alat rumah tangga lainnya Rp138.096.210 pada Yudafi Karya.

Pada pencatatan produk dalam negeri, total nilai PDN mencapai Rp5.670.843.587, sekitar 92,75 persen dari keseluruhan nilai transaksi.

Satu-satunya transaksi dengan nilai PDN nol adalah kendaraan bermotor penumpang pada Agung Automall senilai Rp443.218.137.

Nilai UMK tercatat Rp4.925.723.987, atau sekitar 80,56 persen dari total. Lima transaksi dengan nilai UMK nol berjumlah Rp1.188.337.737, terdiri atas dua transaksi Agung Automall, dua transaksi Siginjai Jaya Makmur, dan satu transaksi sewa kendaraan pada Sinar Dempo Bangun Persada.

Angka PDN tersebut bukan persentase TKDN setiap produk. Nilai PDN dan UMK juga tidak dijumlahkan karena dapat melekat pada transaksi yang sama.

Pemeriksaan berkas tidak menemukan kolom kosong, kode paket ganda, ataupun nilai transaksi negatif. Pertanyaan yang tersisa berkaitan dengan rincian barang, dasar kebutuhan, dan bukti pemanfaatannya.

Belanja mebel Rp776,74 juta perlu dijelaskan melalui jenis, jumlah, dan penempatannya. Alat pendingin Rp812,46 juta membutuhkan rincian spesifikasi serta lokasi penggunaan. Suvenir Rp385,73 juta perlu ditelusuri melalui jenis barang, jumlah, kegiatan, dan penerimanya.

Dokumen kontrak, spesifikasi, harga satuan, serta berita acara serah terima belum tersedia dalam bahan ini. Tanggapan Sekretariat Daerah Tebo dan para penyedia juga belum tercantum.

Rincian itulah yang diperlukan agar publik dapat menilai manfaat belanja Rp6,11 miliar tersebut, dari barang yang digunakan untuk menunjang pekerjaan hingga jasa tenaga yang mendukung pelayanan pemerintahan.(*)

BeritaSatu Network