Gedung RSUD Mayjen Thalib Rp 13,96 Miliar, Sudah Sejauh Mana Progresnya?

WIB
ist

Sungai Penuh - Lift khusus pasien berkapasitas 1.600 kilogram, lantai antibakteri, hingga ruang peracikan dengan pengaturan tekanan udara masuk dalam rencana pembangunan Gedung KJSU-KIA RSUD Mayjen H.A. Thalib, Kota Sungai Penuh. Nilai penawaran pemenangnya mencapai Rp13,96 miliar.

Daftar pekerjaannya panjang. Dokumen mengatur pembangunan fondasi, pemasangan perangkat khusus, sampai pengujian sistem sebelum digunakan.

Lantas, sudah sejauh mana seluruh pekerjaan itu berjalan?

Rekap pengadaan mencatat paket berada pada tahapan kontrak dengan status “KONTRAK SEDANG BERJALAN”. Namun, angka kemajuan fisik, tanggal mulai kerja, serta target penyelesaian kontrak belum tercantum dalam data yang ditelaah.

Padahal, fasilitas yang direncanakan berkaitan langsung dengan pelayanan pasien. Nama paketnya adalah Pembangunan Gedung KJSU-KIA (PICU, NICU, CHATLAB, CYTOTOXIC).

PICU merupakan unit perawatan intensif anak, sedangkan NICU melayani bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan intensif. Cathlab merupakan fasilitas pemeriksaan dan tindakan kateterisasi pada jantung serta pembuluh darah. Adapun penanganan sediaan sitotoksik memerlukan tenaga, sarana, dan prasarana khusus.

Dengan fungsi tersebut, kesiapan gedung perlu ditelusuri sampai ke peralatan pendukung dan hasil pengujiannya.

Pagu Rp14,17 Miliar, Dikerjakan CV Wakuda Bangun Jaya

Paket dengan kode Rencana Umum Pengadaan atau RUP 66702566 itu berada pada satuan kerja RSUD Mayjen H.A. Thalib. Lokasi pekerjaan dalam rincian tender dicantumkan di Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh.

Pagu anggarannya sebesar Rp14.167.956.000. Sementara harga perkiraan sendiri atau HPS ditetapkan Rp14.167.955.829,91.

CV Wakuda Bangun Jaya tercatat sebagai pemenang dengan harga penawaran sekaligus harga terkoreksi Rp13.964.299.543,39. Alamat perusahaan pada pengumuman pemenang berada di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Penawaran pemenang tersebut berada Rp203.656.286,52, atau sekitar 1,44 persen, di bawah HPS.

Rincian tender mencantumkan sumber dana APBD 2026. Dokumen uraian pekerjaan memperinci sumber pembiayaannya sebagai Dana Alokasi Khusus atau DAK tahun anggaran 2026.

Pemilihan penyedia menggunakan tender pascakualifikasi satu file dengan metode evaluasi harga terendah sistem gugur. Paket diperuntukkan bagi usaha berkualifikasi kecil, dengan jenis kontrak harga satuan.

Nilainya cukup dominan dalam rekap yang ditelaah. Dari enam paket pengadaan RSUD senilai total Rp16.366.422.943, pembangunan gedung ini menyumbang sekitar 85,32 persen. Perbandingan tersebut terbatas pada enam paket dalam berkas, bukan keseluruhan belanja rumah sakit sepanjang 2026.

Lift Pasien 1,6 Ton, Kabin Berukuran 1,5 x 2,5 Meter

Salah satu komponen yang menonjol adalah hospital bed elevator, yakni lift untuk kebutuhan pengangkutan tempat tidur pasien.

Dokumen mencantumkan lift berbahan stainless steel, merek SIGMA, model ACRA, dengan kapasitas 1.600 kilogram. Kapasitas nominal itu juga dituliskan setara 21 orang.

Kecepatannya ditetapkan 60 meter per menit, dengan tiga pemberhentian. Ukuran kabin tercantum 1.500 x 2.500 milimeter, atau sekitar 1,5 x 2,5 meter. Bukaan pintunya berukuran 1.200 x 2.100 milimeter.

Lift tersebut juga direncanakan memiliki kelengkapan Automatic Rescue Device atau ARD.

Rincian ini memberi ukuran yang konkret untuk memeriksa perkembangan pekerjaan. Penjelasan progres dapat mencakup status pemesanan lift, kedatangan perangkat, pemasangan, hingga pengujiannya.

Dokumen juga merinci pekerjaan struktur untuk lantai satu, lantai dua, dan lantai atap, termasuk bagian pit lift serta pelat lantai mesin lift. Karena itu, kesiapan lift berkaitan dengan penyelesaian struktur dan instalasi pendukungnya.

Seluruh rincian tersebut merupakan spesifikasi dalam dokumen pekerjaan. Bahan yang tersedia belum memperlihatkan komponen mana yang sudah terpasang.

Lantai Antibakteri hingga Pintu Otomatis Khusus

Pada bagian arsitektur, dokumen memasukkan pekerjaan lantai vinyl antibakteri, berikut perataan permukaan sebelum pemasangan.

Ada pula pekerjaan cat dinding interior antibakteri, panel dinding PIR dengan ketebalan 75 milimeter dan 50 milimeter, serta panel plafon PIR setebal 50 milimeter.

Daftar pekerjaan juga mencakup pintu swing hermetic automatic, jendela observasi, serta passbox berbahan stainless steel SUS-304 dengan sistem electric interlock. Perangkat disposal passbox turut tercantum.

Spesifikasi ini menunjukkan adanya kebutuhan ruang dengan kelengkapan khusus. Pemeriksaan pekerjaannya perlu menjangkau kesesuaian material dan pemasangan setiap komponen dengan dokumen kontrak.

Terlebih, tiga komponen khusus dalam proyek ini ikut muncul dalam evaluasi tender: pelapis dinding antibakteri, lantai vinyl antibakteri, dan lift pasien.

Ketiganya menjadi bagian dari alasan gugurnya salah satu peserta yang menawarkan harga lebih rendah.

Ruang Racik Bertekanan Negatif, Ada Filter HEPA

Pengaturan yang lebih rinci terlihat pada sistem tata udara ruang cytotoxic.

Dokumen menetapkan tekanan udara berbeda untuk sejumlah ruang. Anteroom pertama direncanakan bertekanan positif +5 pascal, ruang persiapan dan gowning +10 pascal, serta anteroom kedua +15 pascal.

Sementara ruang handling atau peracikan ditetapkan bertekanan negatif −5 pascal.

Sistem tersebut dilengkapi sensor dan pengendali perbedaan tekanan. Dokumen juga mencantumkan filter HEPA H14, dengan efisiensi yang dituliskan sebesar 99,99 persen pada ukuran 0,3 mikron.

Untuk ruang persiapan dan handling, temperatur yang dicantumkan adalah 20 derajat Celsius dengan toleransi ±2 derajat Celsius.

Artinya, ada sejumlah parameter teknis yang dapat diperiksa ketika pekerjaan memasuki tahap pengujian. Mulai dari suhu, tekanan antarruang, hingga fungsi sistem penyaringan dan sirkulasi udara.

Dokumen secara khusus memasukkan commissioning test dan balancing dalam daftar pekerjaan tata udara.

Hasil pengujian itu menjadi bagian penting untuk menjelaskan kesiapan fasilitas. Laporan progres perlu menunjukkan kapan perangkat terpasang, kapan diuji, serta apakah hasilnya memenuhi persyaratan pekerjaan.

Fondasi Bor Pile, Gas Medis, dan Tangki Air

Pada bagian struktur, pekerjaan mencakup fondasi bor pile berdiameter 40 sentimeter. Untuk bor pile dan sejumlah komponen struktur, dokumen mencantumkan beton ready mix dengan mutu f’c 21 MPa.

Pekerjaan kolom, balok, pelat lantai, tangga, dan dinding struktur pada bagian lift juga masuk dalam lingkup pembangunan.

Ada pula uji kuat tekan dan uji tarik pada daftar pekerjaan persiapan. Dengan demikian, mutu pekerjaan dapat ditelusuri melalui hasil pengujian yang menyertai pelaksanaan konstruksi.

Kelengkapan lain yang direncanakan adalah jaringan gas medis.

Pada lantai satu, dokumen mencantumkan jaringan berlabel OXY, VAC, N2O, dan AIR. Pada lantai dua, tercantum jaringan OXY dan VAC.

Jaringan itu dilengkapi outlet pada dinding, kotak katup zona, alarm, serta perangkat bedhead atau wallduct. Dokumen juga memuat pembangunan bangunan gas medis tersendiri.

Untuk kebutuhan air, direncanakan tangki atap berkapasitas 6 meter kubik dan tangki bawah berkapasitas 12 meter kubik. Ada pula paket dua pompa booster paralel, masing-masing dengan kapasitas tertulis 150 liter per menit.

Pekerjaan pendukung lainnya meliputi instalasi listrik dan panel distribusi, jaringan data, telepon, CCTV, tata suara, lampu darurat, serta alarm kebakaran.

Rincian tersebut memperlihatkan bahwa laporan kemajuan proyek perlu memisahkan perkembangan struktur, arsitektur, dan instalasi. Masing-masing memiliki pekerjaan serta tahapan pengujian yang berbeda.

Ada Penawaran Lebih Rendah Rp929,95 Juta

Proses pemilihan penyedianya juga menarik dicermati.

Dalam daftar tender terdapat 16 perusahaan. Namun, tabel hasil yang ditelaah hanya menampilkan nilai penawaran tiga peserta.

CV Wakuda Bangun Jaya mengajukan Rp13.964.299.543,39. CV Fajar Baru & CO menawarkan Rp14.146.643.427,20.

Adapun PT Alam Padoeka Djaja Inti memasukkan penawaran Rp13.034.349.267,03.

Penawaran PT Alam Padoeka Djaja Inti lebih rendah sekitar Rp929,95 juta dibandingkan penawaran pemenang. Namun, perusahaan tersebut gugur.

Menurut alasan evaluasi yang dicantumkan, peserta itu tidak menyampaikan surat dukungan dari distributor atau aplikator resmi untuk pekerjaan pelapis dinding antibakteri, lantai vinyl antibakteri, serta lift bed elevator sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen pemilihan.

Dengan catatan evaluasi tersebut, persaingan harga perlu dibaca bersama pemenuhan persyaratan tender.

Bagi pengawasan pelaksanaan proyek, persoalan berikutnya adalah memastikan tiga komponen yang dipersyaratkan itu tersedia dan dikerjakan sesuai kontrak.

Material apa yang digunakan? Bagaimana kesesuaiannya diperiksa? Sampai di mana pemasangannya?

Jawabannya dapat ditelusuri melalui dokumen persetujuan material, laporan pengawasan, serta pemeriksaan hasil pekerjaan.

Masa Pelaksanaan 165 Hari Kalender

Dokumen uraian pekerjaan ditetapkan di Sungai Penuh pada 8 Juni 2026. Nama pejabat pembuat komitmen yang tercantum adalah Ir. Binta Oktry Herianja, ST., MT.

Pada bagian waktu pelaksanaan, dokumen menyebut 165 hari kalender, dengan titik awal yang ditulis sebagai penerbitan “SMPK”.

Namun, tanggal penerbitan dokumen mulai kerja tersebut belum tersedia dalam bahan yang ditelaah. Kontrak pelaksanaan final beserta kemungkinan adendumnya juga belum disertakan.

Karena itu, tanggal pembuatan paket tender 4 Juni 2026, maupun tanggal penetapan uraian pekerjaan 8 Juni 2026, belum dapat dijadikan patokan untuk menghitung tenggat akhir pekerjaan.

Rincian tender yang disampaikan mencantumkan status “Tender Sudah Selesai”. Keterangan tersebut berkaitan dengan proses pemilihan penyedia.

Sementara itu, rekap pengadaan mencatat pekerjaan pada tahapan “Kontrak”, dengan status “KONTRAK SEDANG BERJALAN”.

Dari dua keterangan tersebut, persentase kemajuan pembangunan belum dapat diketahui.

Untuk mengukur ketepatan pelaksanaan, diperlukan tanggal mulai kerja, batas akhir kontrak, serta perbandingan progres rencana dan realisasi pada tanggal pelaporan yang sama.

Laporan itu semestinya dapat menjelaskan posisi setiap kelompok pekerjaan: struktur, arsitektur, instalasi listrik, gas medis, lift, hingga tata udara ruang khusus.

Apabila terdapat perubahan waktu atau lingkup pekerjaan, dasar perubahan dan pengaruhnya terhadap penyelesaian juga perlu diterangkan.

Kesiapan Tenaga Layanan Ikut Menjadi Pertanyaan

Setelah konstruksi, kesiapan pelayanan menjadi persoalan berikutnya.

Ada catatan tambahan dari dashboard SATUSEHAT Perencanaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan milik Kementerian Kesehatan, pada bagian layanan kateterisasi jantung periode Oktober 2026.

Untuk RSUD Mayjen H.A. Thalib, dashboard itu mencatat angka 0 pada kategori dokter Sp. JP Fellow Intervensi/Sp. PD KKV Intervensi, 0 perawat kardiointervensi, 0 fisikawan medik, serta 15 radiografer.

Kategori dokter tersebut secara khusus berkaitan dengan kompetensi intervensi. Catatan dashboard ini perlu dikonfirmasi pembaruannya kepada rumah sakit, termasuk kemungkinan adanya tenaga yang sedang menjalani pelatihan atau penugasan baru.

Data tersebut menggambarkan pencatatan tenaga untuk layanan cathlab di tingkat rumah sakit. Angkanya tidak mengukur kemajuan konstruksi gedung.

Namun, catatan itu memperjelas perlunya penjelasan mengenai jadwal kesiapan tenaga, peralatan medis, dan pembukaan layanan.

Dokumen pengadaan yang ditelaah juga belum memuat jumlah tempat tidur PICU dan NICU maupun target tanggal fasilitas mulai melayani pasien.

Nilai proyeknya sudah tercatat. Spesifikasi pekerjaannya pun cukup rinci. Kini, yang perlu diterangkan adalah sejauh mana pekerjaan telah dilaksanakan, bagaimana hasil pengujiannya, dan kapan fasilitas tersebut dapat digunakan.

Bagi keluarga yang membutuhkan perawatan intensif anak, bayi, atau layanan jantung, kepastian itulah yang akan membuat pembangunan ini terasa manfaatnya.(*)

BeritaSatu Network