CV Wakuda Bangun Jaya

Sempat Diintip KPK, Akhirnya Proyek Farmasi Rp 7,1 M CV Wakuda Bangun Jaya Dilaporkan ke Kejati Jambi

Jambi - Pembangunan Gedung UPTD Instalasi Farmasi pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Merangin, Jambi, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Proyek senilai Rp 7,15 miliar tersebut diduga bermasalah karena pekerjaan masih berlangsung meski tahun anggaran 2025 telah berakhir.

Laporan ini dilayangkan oleh Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Jambi. Mereka menduga adanya tindak pidana korupsi serta kelalaian dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

CV Wakuda Bangun Jaya dan Jejak Polemik Tender Gedung Farmasi Merangin Rp 7,26 M

Nama CV Wakuda Bangun Jaya mendadak meroket di jagat konstruksi Jambi. Perusahaan berklasifikasi kecil ini berhasil meraup dua proyek besar bernilai lebih dari Rp 15 miliar dalam kurun waktu singkat. Pertama, pembangunan Gedung UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Merangin senilai Rp 7,26 miliar. Kedua, pembangunan Gedung Laboratorium RSUD Abdul Manap Kota Jambi dengan nilai HPS Rp 8,59 miliar.

Drama CV Wakuda Bangun Jaya "Kunci" Tender Gedung Farmasi Rp 7,2 M di Merangin

Drama tender perebutan proyek pembangunan Gedung UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Merangin senilai Rp 7,2 miliar itu berlangsung sengit. Banyak kontraktor yang layaknya boneka, cuma pajang nama. Ada beberapa yang ikut bertarung, menawar, namun gagal dengan berbagai alasan administratif. CV Wakuda Bangun Jaya akhirnya menjadi pemenang di pertarungan itu.

CV Wakuda Bangun Jaya Sikat Proyek Besar di Merangin dan Kota Jambi, Siapa Pemain di Baliknya?

Nama CV Wakuda Bangun Jaya mendadak jadi perbincangan di internal kontraktor. Masalahnya, dalam waktu yang nyaris bersamaan, perusahaan ini sukses menyabet dua paket besar. Satu di Kabupaten Merangin, satu lagi di Kota Jambi. Nilai total paket proyeknya lebih dari Rp 15 miliar.

Di satu sisi, capaian ini mencerminkan kapabilitas teknis yang mumpuni. Di sisi lain, konsistensi kemenangan beruntun dalam skema sistem gugur yang ketat ini mengundang rasa ingin tahu yang besar, siapa di balik CV Wakuda Bangun Jaya?