Kafilah kota Jambi Pertahanankan Juara Umum MTQH Provinsi Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried, Terima Kasih Para Pejuang Al-Qur’an

WIB
Ist

JAMBI – Kota Jambi kembali berdiri di podium tertinggi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Jambi.

Kafilah tuan rumah meraih 674 poin dan keluar sebagai juara umum MTQH ke-55 Tahun 2026.

Bukan sekali.

Prestasi tahun ini membuat Kota Jambi mempertahankan gelar juara umum untuk lima kali berturut-turut. Kabupaten Muaro Jambi berada di posisi kedua dengan 415 poin, disusul Tanjung Jabung Barat dengan 402 poin.

Keputusan Dewan Hakim diumumkan pada malam penutupan di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (7/11/2026).

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur.

“Alhamdulillah, rasa syukur yang mendalam patut kita persembahkan ke hadirat Allah SWT,” ujar Kemas Faried.

“Terima Kasih Para Pejuang Kafilah”

Kemas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama Kota Jambi.

Bukan hanya qari dan qariah.

Pelatih.

Pembina.

Official.

Hingga seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya haturkan untuk seluruh pejuang kafilah Kota Jambi mulai dari qari-qariah, para pelatih, pembina, hingga official yang telah mencurahkan segalanya,” katanya.

Menurut Kemas, kemampuan mempertahankan gelar juara umum merupakan buah dari proses panjang.

Latihan.

Disiplin.

Pembinaan.

Dan kerja bersama.

“Mempertahankan mahkota Juara Umum di MTQH ke-55 ini adalah bukti nyata kerja keras kita bersama, sekaligus kado kebanggaan untuk seluruh warga Kota Jambi,” ujarnya.

Unggul Jauh dengan 674 Poin

Kota Jambi memang tampil dominan.

Dengan 674 poin, jaraknya mencapai 259 poin dari Muaro Jambi di posisi kedua.

Tanjung Jabung Barat berada di peringkat ketiga dengan 402 poin.

Di bawah tiga besar, Kota Sungai Penuh meraih 246 poin dan Tanjung Jabung Timur 220 poin.

Prestasi tersebut melanjutkan catatan kuat Kota Jambi dalam ajang MTQH Provinsi.

Namun bagi Kemas Faried, angka dan piala itu bukan alasan untuk berhenti.

Jangan Terlena Juara

Kemas mengingatkan agar kemenangan tidak membuat jajaran pembina maupun peserta merasa sudah sampai di puncak.

Menurutnya, status juara umum justru membawa tanggung jawab yang lebih besar.

“Kemenangan ini tak boleh meninabobokan kita. Prestasi ini justru panggilan moral untuk menaikkan level pembinaan,” tegas Kemas.

Ia ingin sistem pembinaan setelah MTQH tetap berjalan.

Target berikutnya lebih tinggi.

“Kita tidak ingin langkah anak-anak kita terhenti di tingkat provinsi saja,” katanya.

Bidik Nasional hingga Internasional

Kemas menilai Pemkot Jambi, DPRD, LPTQ dan seluruh pemangku kepentingan harus menjaga kesinambungan pembinaan.

Peserta berprestasi perlu dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada level berikutnya.

“Pemkot Jambi bersama DPRD dan seluruh stakeholder harus terus bergandengan tangan memperkuat sistem pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.

“Target kita jelas: membawa nama Kota Jambi berprestasi di tingkat nasional, bahkan mampu berkibar hingga ke kancah internasional.”

Target nasional itu mendapat konteks penting karena para juara MTQH ke-55 nantinya akan kembali dibina untuk persiapan menuju MTQ Nasional ke-32 di DKI Jakarta. Gubernur Jambi Al Haris juga meminta pembinaan menggunakan pelatih nasional.

Piala Bukan Tujuan Utama

Di tengah euforia kemenangan, Kemas juga mengingatkan tentang esensi MTQH.

Menurutnya, musabaqah bukan semata perlombaan mencari siapa yang paling banyak mengumpulkan poin.

“Juara umum adalah bonus dari ikhtiar, tetapi melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an adalah tujuan utama yang jauh lebih agung,” katanya.

Ia berharap gema Al-Qur’an tidak berhenti setelah panggung ditutup dan peserta pulang.

“MTQH ini adalah sarana membumikan Al-Qur’an dan Hadis di bumi Kota Jambi,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran yang lebih besar adalah bagaimana masyarakat membaca, memahami serta mengamalkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kota Jambi Jadi Tuan Rumah

MTQH ke-55 diikuti 629 peserta dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Kota Jambi menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.

Penutupan dilakukan Sabtu malam dengan rangkaian pertunjukan bernuansa religi.

Bendera MTQH selanjutnya diserahkan kepada Kabupaten Tebo yang akan menjadi tuan rumah MTQH ke-56 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2027.

Bagi Kota Jambi, panggung MTQH ke-55 sudah ditutup.

Piala kembali dibawa pulang.

Gelar kelima beruntun sudah tercatat.

Tetapi pesan Kemas Faried justru mengarah ke pekerjaan setelah pesta kemenangan selesai.

Mempertahankan juara memang sulit. Namun menjaga pembinaan agar para “pejuang Al-Qur’an” itu terus naik kelas, jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan piala. (*)

BeritaSatu Network