Eks Dirjen Pariwisata Bantah Isu Miring: Pertumbuhan Wisata Jambi 79%, Ungguli Riau dan Sumsel

WIB
IST

Jambi - Narasi pesimistis mengenai kondisi pariwisata Jambi yang belakangan mencuat akhirnya terbantahkan oleh data faktual. Mantan Dirjen Pariwisata era Presiden Megawati dan SBY, Thamrin Bachri, angkat bicara membedah realitas sebenarnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Thamrin mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa pergerakan wisatawan domestik di Jambi justru mengalami lonjakan tajam sepanjang tahun 2024, melampaui provinsi tetangga.

"Data Year to Date (YTD) 2024 menunjukkan Jambi termasuk salah satu yang mengalami pertumbuhan tinggi dengan angka 79% growth atau setara 6,1 juta perjalanan," ungkap Thamrin dalam analisisnya, Minggu (7/12/2025).

Capaian ini menempatkan Jambi di jajaran atas nasional, hanya di bawah Maluku yang tumbuh 113%. Yang menarik, pertumbuhan wisata Jambi ini sukses mengangkangi provinsi tetangga seperti Bengkulu, Riau, bahkan Sumatera Selatan (Sumsel) yang pertumbuhannya masih di bawah Jambi.

Terkait isu penurunan tingkat hunian hotel, Thamrin memberikan perspektif yang lebih jernih. Memang secara tahunan (Year on Year) terjadi penurunan tipis sebesar 2,03% pada Oktober 2024. Namun, tren bulanan (Month to Month) justru menunjukkan pemulihan positif.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Oktober 2024 naik menjadi 58,60%, atau tumbuh 5,27% dibandingkan September yang hanya 53,33%.

"Penurunan tahunan itu plausible (masuk akal). Hasil survei ke beberapa GM Hotel mengungkap bahwa semester 1-3 perjalanan dinas dan acara masih normal, namun memasuki semester 4 memang terjadi penurunan siklus kegiatan pemerintah," jelas Thamrin.

Meski tren kunjungan positif, Thamrin memberikan catatan kritis yang membangun. Dominasi hunian masih dipegang hotel bintang 4 dan 5 (okupansi 60-75%). Sementara hotel bintang 1, 2, dan 3 masih tertatih di kisaran 25-50%.

"Ini masalah physical evidence dan kualitas layanan (hospitality mindset). Masalah higienitas dan sanitasi harus disesuaikan dengan preferensi pengunjung jika ingin bersaing," tegasnya.

Selain itu, rata-rata lama menginap (length of stay) yang baru mencapai 1,58 hari perlu didongkrak menjadi minimal 2 hari.

Untuk memaksimalkan potensi 6,1 juta wisatawan tersebut agar lebih lama tinggal, Thamrin menyarankan kolaborasi Pemprov Jambi untuk menggelar crowd event berkualitas.

"Festival Batanghari harus dinaikkan target pengunjungnya, misalnya membidik komunitas Jepang, Korea, atau Prancis yang ada di Indonesia. Info harus masuk setahun sebelumnya," sarannya.

Ia juga mengusulkan event Gastro Tourism, pameran ekonomi kreatif, hingga Trail Run di Geopark se-Sumatera. Bahkan, Jambi disarankan proaktif menjadi anggota ATF (Asean Tourism Forum).

"Hal ini positif untuk menaikkan TPK. Pertumbuhan 79 persen ini modal besar, tinggal kita pelajari apakah mereka menginap atau sekadar singgah," pungkasnya.(*)

Comments

Permalink

Wisata semestinya terus mengalami peningkatan setiap semester. Keseriusan pemerintah danempermudaj akses dan prasarana Wisata
. termasuk memper muda izin pendirian izin hotel dan keamanan di wilayah wisata

BeritaSatu Network