JBC Kian Serius Bina Talenta Muda, Pekan Ketiga Liga Mini Soccer SD Lahirkan Pemuncak Baru

WIB
IST

Jambi – Komitmen Jambi Business Center (JBC) dalam membangun fondasi sepak bola usia dini mulai menunjukkan hasil. Memasuki pekan ketiga Liga Mini Soccer tingkat SD sederajat di JBC Winner Arena, peta persaingan berubah drastis.

Tak sekadar menggelar pertandingan, JBC kini menjadi episentrum pembinaan. Dari lapangan inilah, talenta-talenta muda mulai terasah—dan klasemen terbaru menjadi buktinya.

Hasil pekan ketiga menempatkan MIS Nurul Yaqin sebagai pemuncak klasemen sementara. Tim ini tampil sempurna dengan 3 kemenangan dari 3 laga, mengoleksi 9 poin.

Tak hanya itu, lini serang mereka menggila—mencetak 20 gol dan hanya kebobolan 1. Selisih gol +19 menjadi yang tertinggi di kompetisi ini.

Di bawahnya, MI Quhas mulai menunjukkan konsistensi. Tim asuhan pelatih internal sekolah ini kini berada di posisi kedua dengan 7 poin, hasil dari 2 kemenangan dan 1 hasil imbang.

Sementara itu, MIN Koja yang sempat memimpin kini harus turun ke posisi ketiga dengan 6 poin, disusul MI NHJ, SDN 66, dan SDN 65 yang sama-sama mengoleksi poin serupa.

Persaingan papan tengah hingga atas kian rapat. Selisih poin yang tipis membuka peluang perubahan posisi di pekan berikutnya.

Di sisi lain, tiga tim masih tertahan tanpa poin hingga pekan ketiga. SDN 205, SDN 225, dan SDN 13 belum mampu mencuri kemenangan.

SDN 13 bahkan mencatatkan statistik paling berat, belum mencetak gol dan sudah kebobolan 22 gol. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih.

Di tengah ketatnya persaingan, pelatih MI Quhas Primary School Jambi, Pakcik Andi, menegaskan bahwa kompetisi ini memiliki makna lebih dalam.

“Anak-anak ini sedang dibentuk. Menang itu bonus, tapi mental, disiplin, dan kerja sama itu yang utama. JBC sudah membuka ruang luar biasa untuk itu,” ujarnya.

Pendamping tim, Ustad Akbar, menambahkan bahwa atmosfer kompetisi sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter pemain.

“Di sini anak-anak belajar sportivitas dan tanggung jawab. Mereka tidak hanya bermain bola, tapi juga belajar nilai kehidupan,” katanya.

Liga ini kini bukan sekadar agenda akhir pekan. Di tangan JBC, kompetisi berubah menjadi ekosistem pembinaan.

Dari jadwal yang rapi, fasilitas yang memadai, hingga konsistensi penyelenggaraan—semuanya mengarah pada satu tujuan: mencetak generasi pesepak bola sejak dini.

Pekan ketiga telah mengubah peta. Namun satu hal pasti—di lapangan JBC Winner Arena, masa depan sepak bola Jambi sedang ditulis, pelan tapi pasti.(*)

BeritaSatu Network