JAMBI – Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi istri tercintanya yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi, Marsha Lystia, S.E., B.Com., hadir langsung memberikan dukungan kepada Kelurahan Mayang Mangurai yang mewakili Kota Jambi pada Verifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.
Kehadiran orang nomor dua di Kota Jambi itu menjadi suntikan semangat tersendiri bagi jajaran Kelurahan Mayang Mangurai yang dipercaya mewakili Kota Jambi dalam ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, proses verifikasi berlangsung dalam suasana penuh optimisme. Lurah Mayang Mangurai, Budi Sulistiawan, didampingi Ketua TP PKK Kelurahan Mayang Mangurai, Casuarina Rusmawati, memaparkan berbagai capaian pembangunan dan inovasi yang telah dijalankan di wilayahnya.
Di hadapan Tim Penilai Provinsi Jambi yang dipimpin Basri, Mayang Mangurai menampilkan sederet program unggulan yang menjadi wajah baru pembangunan berbasis masyarakat di Kota Jambi.
Mulai dari penerapan OPBM (Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat), pelaksanaan Program Kampung Bahagia, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, hingga program ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui Lagro Koja (Lahan Abadi Agro Kota Jambi), seluruhnya dipresentasikan sebagai bukti nyata transformasi pembangunan yang berlangsung di tingkat kelurahan.
Bukan sekadar menampilkan program di atas kertas, tim verifikasi juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lapangan guna memastikan kesesuaian antara administrasi, inovasi dan implementasi program yang telah berjalan.
Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa lomba desa dan kelurahan bukan hanya ajang kompetisi semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan instrumen penting pemerintah dalam mengukur kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Hari ini akan dilakukan verifikasi lapangan lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi. Ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi untuk membentuk desa dan kelurahan yang mampu menjawab berbagai permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks,” ujar Diza.
Menurutnya Wakil Wali Kota Jambi, desa dan kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan pemerintahan. Karena itu, kemampuan berinovasi dan beradaptasi menjadi kebutuhan utama di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
“Pelaksanaan verifikasi lapangan ini menjadi sarana evaluasi objektif terhadap capaian pembangunan di tingkat kelurahan. Sekaligus menjadi media pembelajaran dan motivasi agar seluruh unsur masyarakat terus berinovasi dalam membangun wilayahnya,” lanjutnya.
Diza menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Jambi terus mendorong percepatan pembangunan melalui 11 Program Prioritas Kota Jambi Bahagia. Salah satu yang paling menonjol adalah Program Kampung Bahagia yang mengedepankan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Kelurahan Mayang Mangurai menjadi salah satu contoh keberhasilan implementasi program tersebut.
“Dari 49 RT yang ada di Kelurahan Mayang Mangurai, sebanyak 25 RT sudah menjalankan Program Kampung Bahagia. Sementara untuk OPBM sudah berjalan di 23 RT. Ini menunjukkan bahwa Mayang Mangurai sangat aktif dalam mendukung dan menyukseskan program-program unggulan Pemerintah Kota Jambi,” jelas Diza.
Menurut Diza, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia juga terlihat dari berbagai prestasi yang diraih TP PKK Kelurahan Mayang Mangurai dalam sejumlah kompetisi tingkat kota maupun provinsi. Capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi yang menempatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama. Kegiatan verifikasi lapangan tersebut mampu melahirkan kelurahan-kelurahan inovatif yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Jambi.
“Selamat datang kepada Tim Verifikasi Provinsi Jambi. Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi Jambi, Jangcik Mozha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015.
Tahun ini, lomba mengusung tema "Transformasi Desa dan Kelurahan Sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045".
Lomba desa dan kelurahan bukan hanya bertujuan menentukan pemenang, melainkan menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong lahirnya inovasi di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai inovasi, kreativitas dan keberhasilan yang telah dicapai dalam membangun wilayah masing-masing,” ujar Mantan PJ Bupati Merangin
Ia juga mengapresiasi partisipasi Kelurahan Mayang Mangurai yang dinilai berhasil menunjukkan semangat gotong royong, inovasi, serta kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Dengan sederet inovasi yang telah dijalankan, mulai dari Kampung Bahagia, OPBM, ketahanan pangan hingga penguatan ekonomi masyarakat, Kelurahan Mayang Mangurai dinilai berhasil menggambarkan wajah pembangunan berbasis komunitas yang saat ini terus didorong Pemerintah Kota Jambi.
Di tengah persaingan antar daerah, Mayang Mangurai hadir bukan hanya membawa nama Kota Jambi, tetapi juga membawa pesan bahwa pembangunan yang melibatkan masyarakat secara aktif mampu menghasilkan perubahan yang nyata, berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.(*)