Tiga Tahun Berturut-turut, LAM Kota Jambi Raih Juara 1 Apresiasi LAM se-Provinsi Jambi

WIB
Ist

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat percontohan tata kelola adat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Perwakilan ibukota provinsi ini sukses menyabet predikat Juara 1 dalam ajang perlombaan Penilaian Apresiasi LAM Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, dengan didampingi oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus. Prosesi penyerahan piala dilakukan di hadapan para pemangku adat dalam momentum sakral puncak perayaan Hari Adat Melayu yang berlangsung khidmat di Balairung Sari, LAM Provinsi Jambi pada Minggu (16/6).

Pencapaian ini sekaligus menegaskan dominasi mutlak LAM Kota Jambi dalam konstelasi penilaian lembaga adat daerah. Berikut adalah daftar lengkap garis peringkat pemenang Lomba Apresiasi LAM se-Provinsi Jambi 2026:
• ​Juara 1: LAM Kota Jambi
• ​Juara 2: LAM Kabupaten Sarolangun
• ​Juara 3: LAM Kabupaten Tebo
• ​Juara Harapan: LAM Kabupaten Bungo

Atas keberhasilan mempertahankan supremasi tertinggi ini, para pemenang berhak membawa pulang trofi piala tetap, piagam penghargaan resmi dari pemerintah provinsi, serta uang pembinaan organisasi.

Kemenangan kali ini terasa sangat istimewa dan mencetak sejarah baru. Penghargaan emas ini menjadi raihan Juara 1 untuk ketiga kalinya (hattrick) secara berturut-turut bagi wilayah Kota Jambi sejak sistem perlombaan penilaian standarisasi LAM tingkat provinsi pertama kali digulirkan. Tercatat, LAM Kota Jambi sukses menyapu bersih predikat terbaik pada tahun 2024, 2025, hingga tahun 2026 ini.

Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, langsung memanjatkan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi prestasi yang berhasil dipertahankan oleh jajaran pengurusnya. Ia menegaskan bahwa torehan gemilang ini merupakan buah dari kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektoral.

"Alhamdulillah, penghargaan ini adalah berkat support dan dukungan penuh dari Wali Kota Jambi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, seluruh unsur pengurus internal, serta komitmen segenap masyarakat adat Melayu di Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi yang terus menjaga kelestarian tradisi," ungkap Datuk Aswan Hidayat dengan penuh takzim.

Sistem penilaian dalam ajang apresiasi ini dikenal sangat ketat dan mencakup berbagai aspek manajerial hingga dampak sosial kemasyarakatan.

Tim penilai tingkat provinsi menetapkan empat kriteria mendasar yang berhasil dipenuhi secara sempurna oleh pengurus Kota Jambi, antara lain:

  1. ​Aspek Finansial: Adanya komitmen dukungan dana hibah yang sehat dan teratur dari pemerintah daerah setempat guna menyokong operasional lembaga adat.
  2. ​Manajemen Kelembagaan: Penerapan tata kelola organisasi yang bersih, akuntabel, modern, dan terstruktur dengan baik.
  3. ​Eksistensi Kultural: Konsistensi dalam mengembangkan nilai adat dan kebudayaan langsung di tengah masyarakat melalui pelaksanaan berbagai pagelaran event, upacara adat, serta diklat pelatihan budaya bagi generasi muda.
  4. ​Transformasi Teknologi: Adanya langkah kreativitas dan inovasi baru berupa pengelolaan media sosial aktif, situs website resmi, hingga penyediaan fasilitas perpustakaan digital yang menyajikan informasi pelestarian budaya Melayu Jambi secara global.

    Melalui standarisasi baku ini, LAM Kota Jambi dinilai tidak hanya sekadar menjadi penjaga tradisi lama, melainkan mampu bertransformasi menjadi lembaga adat yang adaptif terhadap perkembangan zaman digital tanpa kehilangan ruh identitas kemelayuannya.

Peringatan Hari Adat Melayu Jambi ini dihadiri oleh Gubernur Jambi sebagai pembina LAM Provinsi Jambi, Forkopimda Provinsi Jambi Bupati/Walikota se Provinsi Jambi, Ketua dan Sekretaris LAM Kabupaten Kota, pengurus HPMJ se Provinsi Jambi, Kelompok Belajar Adat se Provinsi Jambi serta undangan lainnya. (*)

BeritaSatu Network