PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL senilai Rp50 juta untuk mendukung pembangunan Rumah Singgah Kesehatan di Kabupaten Siak, Riau.
Bantuan tersebut disalurkan melalui PTPN IV Regional III bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia atau BWI Kabupaten Siak.
Program ini diarahkan untuk memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Khususnya pasien dhuafa dari wilayah pelosok yang harus menjalani pengobatan rujukan secara berkala.
Bagi banyak pasien prasejahtera, biaya pengobatan bukan satu-satunya beban.
Ada biaya transportasi.
Biaya makan.
Biaya pendamping.
Dan biaya tempat tinggal sementara ketika harus berobat ke rumah sakit rujukan.
Di sinilah Rumah Singgah Kesehatan diharapkan hadir sebagai solusi.
Bantuan Diserahkan ke BWI Siak
Penyerahan bantuan dilakukan manajemen PTPN IV Regional III Sei Buatan kepada Ketua BWI Kabupaten Siak yang juga Wakil Bupati Siak, Syamsurizal.
Penyerahan berlangsung di Kantor Bupati Siak pada awal pekan ini.
Syamsurizal menyampaikan apresiasi atas dukungan PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III terhadap pembangunan Rumah Singgah Kesehatan.
Menurutnya, dukungan perusahaan pelat merah tersebut menjadi bagian penting dari kolaborasi sosial antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan PTPN IV Regional III terhadap program Rumah Singgah Kesehatan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan sosial,” kata Syamsurizal.
Ia menilai, wakaf dan dukungan sosial perusahaan dapat menjadi kekuatan besar apabila dikelola secara produktif dan diarahkan untuk kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui pembangunan fasilitas yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
Bantu Pasien Dhuafa dari Pelosok
Syamsurizal mengatakan keberadaan Rumah Singgah Kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu yang harus menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan.
Selama ini, sebagian pasien dari daerah terpencil menghadapi beban tambahan ketika harus berobat jauh dari tempat tinggal.
Tidak semua keluarga mampu membayar penginapan.
Tidak semua pasien memiliki keluarga di kota tempat rumah sakit berada.
Akibatnya, biaya nonmedis kerap menjadi persoalan tersendiri.
“Program ini diharapkan benar-benar dapat membantu kaum dhuafa, terutama masyarakat dari daerah terpencil yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses pengobatan,” tutur Syamsurizal.
Rumah Singgah Kesehatan nantinya diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga pendamping.
Dengan begitu, pasien yang sedang menjalani pengobatan rujukan dapat lebih fokus pada proses pemulihan.
Gerakan Wakaf Tunai Rp1.000 per Hari
Dalam audiensi tersebut, BWI Kabupaten Siak juga memaparkan program Gerakan Wakaf Tunai Rp1.000 per hari.
Gerakan ini menyasar aparatur sipil negara atau ASN, masyarakat umum, hingga kalangan dunia usaha.
Tujuannya untuk membangun gerakan kolektif dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemberdayaan umat.
BWI Siak berharap, gerakan kecil tetapi konsisten tersebut dapat menjadi sumber dukungan berkelanjutan bagi program-program sosial.
Termasuk percepatan pembangunan Rumah Singgah Kesehatan.
Selain wakaf tunai, turut dibahas skema infak Rp1.000 per hari.
Skema ini diharapkan dapat tumbuh menjadi gerakan sosial yang luas di Kabupaten Siak.
Dengan partisipasi banyak pihak, pembangunan Rumah Singgah Kesehatan diharapkan dapat segera terealisasi.
PTPN IV PalmCo Ingin Manfaat Terasa Langsung
Manager Kebun Sei Buatan PTPN IV Regional III, Andri, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung berbagai program sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, bantuan TJSL yang diberikan bukan sekadar bentuk kepedulian perusahaan.
Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk hadir di tengah kebutuhan masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap pembangunan Rumah Singgah Kesehatan ini segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Andri.
Ia mengatakan, PTPN IV Regional III akan terus mendukung program sosial yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Terutama program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan, akses layanan dasar, dan pemberdayaan sosial.
Sinergi Pemerintah, BWI dan Dunia Usaha
Program pembangunan Rumah Singgah Kesehatan merupakan bagian dari sinergi antara BWI Kabupaten Siak dan Pemerintah Kabupaten Siak.
Sinergi ini diperkuat melalui dukungan dunia usaha, termasuk PTPN IV PalmCo.
Kolaborasi semacam ini dinilai penting karena persoalan sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Pemerintah memiliki program dan kebijakan.
BWI memiliki instrumen wakaf dan jaringan sosial.
Dunia usaha memiliki kapasitas dukungan melalui program TJSL.
Jika ketiganya berjalan bersama, manfaat yang dihasilkan dapat lebih besar.
Rumah Singgah Kesehatan menjadi contoh bagaimana kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat.
Bukan program yang jauh dari warga.
Tetapi program yang dekat dengan persoalan harian pasien kurang mampu.
Wujud TJSL Berkelanjutan
PTPN IV PalmCo merupakan Subholding Perkebunan Kelapa Sawit dari Holding Perkebunan Nusantara.
Melalui program TJSL, perusahaan terus berupaya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Bantuan untuk Rumah Singgah Kesehatan di Siak menjadi bagian dari komitmen tersebut.
Program ini sejalan dengan upaya perusahaan mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis.
Tetapi juga memberi kontribusi sosial bagi masyarakat.
Bagi pasien dhuafa, keberadaan rumah singgah bisa menjadi bantuan yang sangat berarti.
Mereka tidak harus lagi terlalu memikirkan biaya tempat tinggal sementara saat menjalani pengobatan.
Bagi keluarga pendamping, rumah singgah juga dapat meringankan beban selama mendampingi pasien.
Dan bagi masyarakat Siak, program ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui kerja bersama.
Dari wakaf.
Dari infak.
Dari dukungan pemerintah.
Dari kontribusi dunia usaha.
Serta dari komitmen untuk memastikan layanan kesehatan lebih mudah dijangkau oleh mereka yang paling membutuhkan.