Program Kampung Bahagia Tahap I Tuntas 100 Persen, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Percepat Pelaksanaan Tahap II Tahun 2026

WIB
Ist

JAMBI – Program unggulan Kampung Bahagia yang menjadi ikon pembangunan berbasis gotong royong Pemerintah Kota Jambi kembali mencatat capaian membanggakan. Pelaksanaan Tahap I Tahun 2026 resmi dituntaskan dengan realisasi 100 persen di 797 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di seluruh Kota Jambi.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. usai menyerahkan manfaat Program Kampung Bahagia Tahap I kepada masyarakat di RT 01 dan RT 04 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Minggu (12/7/2026). Keberhasilan itu sekaligus menjadi penanda bahwa Pemerintah Kota Jambi siap melanjutkan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II tanpa menunggu waktu lama.

Di hadapan masyarakat, Maulana menyampaikan bahwa seluruh proses penyaluran anggaran Tahap I telah rampung. Saat ini pemerintah hanya menyelesaikan tahapan administrasi berupa petunjuk teknis serah terima hasil pembangunan kepada masyarakat sebagai pemilik sekaligus pelaksana program tersebut.

"Realisasi tahap I dari aspek keuangan sudah 100 persen diserahkan, dan saat ini hanya tinggal juknis terakhir untuk serah terima manfaat kepada masyarakat, karena masyarakat harus tahu ini milik mereka, berjalan dari hasil keringat dan gotong royong mereka, hanya dana dan stimulus dari pemerintah," ujar Maulana.

Bagi Maulana, Program Kampung Bahagia bukan sekadar program pembangunan fisik. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membangun rasa memiliki masyarakat terhadap setiap hasil pembangunan di lingkungannya.

Konsep tersebut menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Pemerintah berperan memberikan stimulus anggaran, sementara warga menentukan kebutuhan melalui rembuk RT, melaksanakan pekerjaan secara gotong royong, hingga menjaga hasil pembangunan setelah selesai dikerjakan.

Keberhasilan Tahap I membuat Pemerintah Kota Jambi langsung menyiapkan pelaksanaan Tahap II agar pembangunan tidak terhenti.

Menurut Maulana, seluruh tahapan telah disusun agar pelaksanaan tetap sesuai jadwal. Sosialisasi akan segera dilakukan, dilanjutkan dengan rembuk warga pada Juli, pekerjaan fisik dimulai paling lambat September, dan serah terima manfaat ditargetkan selesai pada Oktober sehingga tidak mengganggu proses penyusunan laporan akhir tahun.

"Hari Selasa mendatang saya akan sosialisasi tahap II, dan harus dipercepat. Bulan Juli ini sudah mulai rembuk warga, karena dari segi waktunya tidak ada kendala. Paling lambat bulan September sudah dilakukan pengerjaan atau gotong royong dan bulan Oktober sudah bisa serah terima, karena bulan November-Desember sudah masuk tahap laporan," sebutnya.

Keberhasilan Program Kampung Bahagia Tahap I juga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat Kota Jambi. Di berbagai RT, pembangunan tidak hanya selesai sesuai rencana, tetapi banyak yang melebihi target berkat tambahan swadaya masyarakat berupa material, tenaga, hingga dukungan konsumsi selama pelaksanaan gotong royong.

Maulana mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang menjadikan program tersebut sebagai ruang memperkuat kebersamaan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di tingkat lingkungan.

"Indahnya Kampung Bahagia ini adalah momen kebersamaan melalui semangat gotong royong dari masyarakat untuk mewujudkan pembangunan sesuai dengan kebutuhan wilayah. Karena sebagai kota yang terus bergerak maju, Kota Jambi harus ditunjang dari segala aspek, bukan hanya dari segi infrastruktur, melainkan juga kita harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang yang datang. Melalui Program Kampung Bahagia inilah cara strategis Pemerintah Kota untuk mewujudkan semua itu dengan menggandeng seluruh masyarakat," ucap Maulana.

Pada Tahap I Tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp68 miliar untuk mendukung pelaksanaan Program Kampung Bahagia di seluruh RT peserta. Anggaran tersebut dimanfaatkan sesuai hasil musyawarah warga, mulai dari pembangunan jalan lingkungan, drainase, CCTV, fasilitas sosial dan keagamaan, hingga berbagai kebutuhan prioritas lainnya.

Menurut Maulana, manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas belanja yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia membuat perputaran uang terjadi langsung di lingkungan masyarakat, sehingga ikut menggerakkan pelaku usaha lokal, penyedia material bangunan, hingga tenaga kerja setempat.

"Program ini tidak hanya mewujudkan pemerataan pembangunan, melainkan juga turut berdampak dari sektor ekonomi, melalui uang yang beredar di tengah masyarakat lewat pembelanjaan yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia," ungkapnya.

Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan tingginya semangat swadaya masyarakat.

"Partisipasi masyarakat sangat luar biasa, banyak penambahan-penambahan dilakukan secara swadaya guna terwujudnya pembangunan dan aspek lainnya," jelas Maulana.

Sementara itu, Ketua RT 01 Kelurahan Kenali Besar, Suyadi, mengaku Program Kampung Bahagia telah menjawab berbagai kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun belum dapat direalisasikan.

Melalui dana yang dikelola langsung masyarakat, pembangunan kini dapat ditentukan berdasarkan hasil rembuk warga tanpa harus menunggu proses yang panjang. Bahkan di RT yang dipimpinnya, nilai pelaksanaan program berhasil melampaui target berkat tambahan swadaya masyarakat sekitar Rp34 juta.
Keberhasilan Tahap I menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Jambi untuk mempercepat pelaksanaan Tahap II.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, Program Kampung Bahagia diharapkan tidak hanya mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat RT, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, serta mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang bersih, maju, nyaman, dan berkelanjutan.

BeritaSatu Network