Hj Ernawati, Saham Rasulullah dan Mimpi Besar untuk Jambi
Oleh: Muawwin, S.Pd., M.M.
“Tawakal dulu. Baru ikhtiar.”
Saya sempat terdiam mendengar kalimat itu.
Bukankah selama ini kita lebih sering mendengar yang sebaliknya?
Ikhtiar dulu.
Berusaha.
Bekerja keras.
Setelah mentok, barulah bertawakal kepada Allah SWT.
Hj Ernawati berbeda.
Tawakal dulu. Baru ikhtiar.
Awalnya terasa terbalik.
Semakin sering saya berdiskusi dengannya, saya mulai memahami maksudnya.