PTPN IV Regional 2 Gerak Cepat Bantu Korban Puting Beliung di Serdang Bedagai

WIB
ist

SERDANG BEDAGAI - PTPN IV Regional 2 bergerak membantu warga yang terdampak angin puting beliung di sekitar Kebun Adolina, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak warga setelah bencana.

Mulai dari penyediaan dapur umum.

Tempat tinggal sementara.

Hingga koordinasi pemulihan jaringan listrik dan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

Operation Head II PTPN IV Regional 2 Totop P. Hatorangan mengatakan perusahaan turun langsung untuk melihat kondisi warga dan memetakan kebutuhan di lapangan.

“Begitu mengetahui adanya musibah ini, kami langsung turun untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan para korban dapat segera ditangani,” kata Totop saat meninjau lokasi pada 1 September 2026.

“Kita harap kondisi warga segera pulih sehingga mereka bisa kembali beraktivitas normal,” lanjutnya.

Dapur Umum Jadi Prioritas

PTPN IV Regional 2 menempatkan kebutuhan dasar sebagai perhatian awal.

Dapur umum disiapkan untuk membantu kebutuhan konsumsi warga terdampak.

Sementara tempat tinggal sementara disediakan bagi warga yang belum dapat kembali menempati rumahnya.

Langkah tersebut dilakukan sembari melihat tingkat kerusakan yang terjadi dan kebutuhan lanjutan masyarakat.

Materi yang disampaikan belum merinci jumlah rumah yang rusak maupun jumlah warga yang terdampak.

Karena itu, skala kerusakan belum dapat dipastikan hanya dari keterangan yang tersedia.

Koordinasi dengan PLN

Selain bantuan langsung, PTPN IV Regional 2 juga berkoordinasi dengan PLN.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik yang terdampak bencana.

Pemulihan listrik menjadi salah satu bagian penting karena berkaitan dengan aktivitas warga setelah keadaan darurat.

PTPN IV Regional 2 juga menyebut akan mendukung proses perbaikan terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

Namun bentuk maupun nilai dukungan perbaikan rumah belum dirinci.

Totop: Respons Cepat Sangat Menentukan

Totop mengatakan penanganan bencana membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi.

“Dalam kondisi ini, kecepatan respons sangat menentukan,” ujarnya.

Menurut dia, bantuan tidak cukup hanya disalurkan.

Kebutuhan di lapangan juga harus dipastikan benar-benar tertangani.

“Karena itu, kami tidak hanya fokus pada bantuan yang diberikan, tetapi juga memastikan koordinasi antarpihak berjalan agar kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara tepat,” kata Totop.

PTPN IV Sebut Bagian dari Tanggung Jawab Sosial

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2 Muhammad Ridho Nasution mengatakan penanganan dampak bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Bagi perusahaan, bantuan kepada warga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial serta hubungan dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.

“Bencana seperti ini tentu membawa dampak yang tidak mudah bagi masyarakat,” ujar Ridho.

“Kami ingin memastikan PTPN IV Regional 2 hadir bersama pekerja dan masyarakat, terutama pada saat mereka membutuhkan dukungan,” katanya.

Menurut Ridho, bantuan yang diberikan memang tidak dapat menghapus seluruh dampak bencana.

Namun dukungan tersebut diharapkan membantu warga melewati masa awal pemulihan.

Tidak Berhenti Setelah Bantuan Pertama

PTPN IV Regional 2 menyatakan penanganan tidak berhenti pada bantuan tahap awal.

Perusahaan masih akan memantau kondisi di lapangan.

Corporate Communication PTPN IV Regional 2 Maktal Kunto Aji mengatakan perkembangan kebutuhan masyarakat akan terus diperhatikan selama proses pemulihan.

“Kami akan terus melihat perkembangannya,” ujar Aji.

“Harapannya, seluruh proses penanganan dapat berjalan lancar dan kondisi masyarakat maupun lingkungan Kebun Adolina dapat segera kembali pulih,” lanjutnya.

Ia menekankan gotong royong menjadi penting dalam menghadapi dampak bencana.

“Yang terpenting saat ini adalah kita saling menguatkan dan bergerak bersama,” katanya.

Kebun Adolina dan Warga Sekitar

Kebun Adolina menjadi salah satu lingkungan operasional PTPN IV Regional 2 di Sumatera Utara.

Karena itu, ketika bencana melanda masyarakat di sekitarnya, perusahaan ikut terlibat dalam penanganan awal.

Bantuan diarahkan tidak hanya pada kebutuhan konsumsi.

Aspek hunian dan pemulihan infrastruktur dasar juga mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut penting karena kebutuhan korban bencana biasanya berubah seiring waktu.

Pada fase awal, kebutuhan mendesak berupa makanan, tempat berlindung dan keselamatan.

Setelah itu, fokus bergeser pada perbaikan rumah, pemulihan listrik hingga aktivitas ekonomi warga.

Data Kerusakan Masih Perlu Diperjelas

Dalam keterangan yang tersedia, belum disebutkan berapa jumlah rumah rusak.

Belum disebut pula jumlah warga atau keluarga yang terdampak.

Tidak ada juga rincian mengenai besarnya kerugian maupun kategori kerusakan.

Data tersebut penting untuk mengukur skala bencana dan kebutuhan pemulihan secara lebih presisi.

Karena itu, laporan lanjutan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.

Gotong Royong Jadi Kunci Pemulihan

Bagi PTPN IV Regional 2, penanganan bencana bukan hanya soal bantuan perusahaan.

Koordinasi dengan PLN dan pihak lain menjadi bagian penting agar pemulihan berjalan lebih cepat.

Dapur umum dan tempat tinggal sementara menjadi respons awal. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan listrik kembali normal, rumah-rumah yang rusak dapat diperbaiki, dan warga benar-benar bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (*)

BeritaSatu Network