Ruang Kelas hingga Meja-Kursi, 4 Paket Disdik Kerinci Rp1,14 Miliar

WIB
ist

Kerinci - Pembangunan ruang kelas, ruang guru, dan toilet di SDN 13/III Kebun Lima, Kecamatan Gunung Raya, menjadi paket terbesar dalam data pengadaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci yang ditelaah. Nilainya Rp725,56 juta, lebih dari separuh total nilai empat paket yang tercatat.

Keempat paket tersebut berjumlah Rp1.144.021.620, atau sekitar Rp1,14 miliar. Semuanya menggunakan APBD tahun anggaran 2026, dengan empat penyedia berbeda.

Kebutuhannya mencakup pembangunan fasilitas sekolah, pengadaan meja dan kursi, serta jasa konsultan perencanaan dan pengawasan. Masing-masing menggunakan metode pengadaan dan memiliki catatan tahapan yang berbeda.

Paket Pembangunan Ruang Kelas Baru, Ruang Guru dan Toilet SDN 13/III Kebun Lima, Kecamatan Gunung Raya, tercatat senilai Rp725.560.000. Penyedianya CV Berkah.

Pekerjaan konstruksi ini diperoleh melalui tender. Pada kolom status, paket tersebut tercatat “KONTRAK SEDANG BERJALAN”, dengan tahapan pengadaan “Kontrak”.

Nilainya mengambil porsi sekitar 63,42 persen dari keseluruhan nilai empat paket dalam data. Satu paket pembangunan ini mencantumkan tiga kode Rencana Umum Pengadaan (RUP), yakni 65703482, 65703484, dan 65703486.

Selain bangunan, kebutuhan perabot ruang belajar juga masuk dalam daftar pengadaan.

Paket Pengadaan Mebel Meja dan Kursi SD Negeri dalam Kabupaten Kerinci tercatat senilai Rp280.499.720, dengan nama penyedia Gibran Akbar. Nilainya setara sekitar 24,52 persen dari total pengadaan dalam data.

Berbeda dengan pembangunan di SDN 13/III Kebun Lima, pengadaan barang ini menggunakan metode e-purchasing melalui E-Katalog Versi 6.0. Statusnya tercatat “ON PROCESS”, dengan tahapan “Kontrak”.

Nama paket menyebut sasaran SD negeri dalam Kabupaten Kerinci. Namun, data tersebut belum merinci sekolah penerima maupun jumlah meja dan kursi yang akan dibagikan.

Dua paket lainnya merupakan jasa konsultansi badan usaha konstruksi. Keduanya tercatat melalui sumber transaksi Non Tender, dengan metode Pengadaan Langsung.

Untuk konsultan perencanaan, penyedia yang tercantum adalah CV Indo Fayyad Engineering, dengan nilai Rp56.221.500. Sementara konsultan pengawasan mencantumkan CV Radityatama Engineering Konsultan, senilai Rp81.740.400.

Total nilai kedua paket konsultansi tersebut mencapai Rp137.961.900, atau sekitar 12,06 persen dari seluruh nilai pengadaan.

Cakupan yang tertulis pada nama kedua paket konsultansi itu meliputi:

  • Pembangunan ruang kelas baru SD.
  • Pembangunan ruang guru SD.
  • Pembangunan toilet SD.
  • Rehabilitasi ruang kelas SMP.
  • Pembangunan toilet SMP.
  • Paving block SMP.
  • Rehabilitasi ruang kelas TK.

Dengan cakupan tersebut, kedua paket konsultansi tidak dapat langsung dianggap hanya menangani pembangunan di SDN 13/III Kebun Lima. Nama pekerjaannya juga mencakup fasilitas pendidikan jenjang SMP dan TK.

Pada kedua paket konsultansi, kolom status mencatat “PAKET SELESAI”, sedangkan kolom tahapan pengadaan menyebut “Pemilihan Selesai”. Catatan ini menunjukkan status dalam sistem pengadaan; belum cukup untuk menyimpulkan seluruh pekerjaan konsultansi atau pembangunan yang berkaitan dengannya sudah rampung.

Secara keseluruhan, dua paket berada pada tahapan Kontrak, dengan nilai gabungan Rp1.006.059.720. Dua paket lainnya berada pada tahapan Pemilihan Selesai, senilai Rp137.961.900.

Seluruh paket tercatat pada instansi Kabupaten Kerinci, satuan kerja Dinas Pendidikan, dengan kode 1.01.0.00.0.00.01.0000. Berikut identitas lengkap masing-masing paket:

PaketKode paketKode RUPNilai
Pembangunan ruang kelas baru, ruang guru, dan toilet SDN 13/III Kebun Lima1016436200065703482; 65703484; 65703486Rp725.560.000
Konsultan pengawasan fasilitas SD, SMP, dan TK1090918000065703476Rp81.740.400
Pengadaan mebel meja dan kursi SD negeri dalam Kabupaten Kerinci01M22J2K9CYFFVS5V4523RJY6167790217Rp280.499.720
Konsultan perencanaan fasilitas SD, SMP, dan TK1081060500065703477Rp56.221.500
Total4 kode paket6 kode RUPRp1.144.021.620

Pada setiap paket, nilai produk dalam negeri (PDN) dan nilai usaha mikro dan kecil (UMK) tercatat sama dengan nilai paket masing-masing. Dengan demikian, total pada kolom PDN maupun UMK masing-masing sebesar Rp1.144.021.620. Kedua kolom tersebut merupakan pencatatan kategori nilai dalam paket, sehingga tidak ditambahkan lagi ke total pengadaan.

Angka Rp1,14 miliar ini hanya menggambarkan empat paket dalam data yang ditelaah. Data tersebut belum memuat jumlah ruang yang dibangun, volume barang, jadwal penyelesaian, progres fisik, maupun pembayaran aktual. Rincian itulah yang diperlukan untuk mengetahui kapan fasilitas sekolah dan perlengkapan belajar tersebut dapat digunakan siswa serta guru.(*)

BeritaSatu Network