Jambi - Pengadaan layanan angkutan perintis hingga perlengkapan jalan di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jambi tercatat mencapai Rp16.618.728.827. Nilai tersebut tersebar dalam 23 transaksi tahun anggaran 2026, berdasarkan berkas data per Oktober 2026.
Hampir separuh nilainya berada pada lima transaksi penerangan jalan dan rambu lalu lintas. Nilai gabungan kelima transaksi itu mencapai Rp8.191.009.723, atau sekitar 49,29 persen dari keseluruhan nilai yang tercatat.
Seluruh transaksi mencantumkan sumber dana APBN, dengan satuan kerja Balai Pengelola Transportasi Darat Jambi—403845 di bawah Kementerian Perhubungan. Data ini merupakan potret pengadaan dalam berkas ekspor bertanggal 18 Oktober 2026, bukan laporan perkembangan pekerjaan setelah tanggal tersebut.
Dua nama penyedia muncul pada lima transaksi penerangan jalan dan rambu tersebut, yakni ALTECH INDONESIA dan CAHAYA ABADI.
Altech Indonesia tercatat menangani tiga transaksi senilai Rp4.133.497.668. Pekerjaannya meliputi pengadaan dan pemasangan penerangan jalan konvensional, bantuan teknis penerangan jalan tenaga surya dan rambu, serta bantuan teknis penerangan jalan konvensional dan rambu di Kota Jambi.
Sementara itu, Cahaya Abadi tercatat pada dua transaksi senilai Rp4.057.512.055, masing-masing untuk pengadaan dan pemasangan penerangan jalan tenaga surya serta paket penerangan jalan tenaga surya yang disertai rambu lalu lintas.
Nilai gabungan kedua penyedia itu menunjukkan besarnya porsi pengadaan perlengkapan keselamatan jalan dalam berkas. Namun, rincian jumlah lampu, titik pemasangan, panjang ruas, spesifikasi, dan harga satuan tidak tersedia dalam data yang ditelaah.
Karena itu, angka pengadaan belum cukup untuk menilai berapa banyak ruas yang memperoleh penerangan atau apakah harga setiap barang sudah sesuai spesifikasinya.
Untuk satu transaksi terbesar, posisinya ditempati DAMRI. Paket Layanan Angkutan Perintis Jalan di Provinsi Jambi tercatat senilai Rp4.263.332.412, sekitar 25,65 persen dari keseluruhan nilai. Statusnya masih tertulis ON PROCESS pada tahap kontrak.
Di luar angkutan perintis dan penerangan jalan, pengadaan juga mencakup pemeliharaan perlengkapan jalan, tenaga alih daya atau outsourcing, perangkat di UPPKB Jambi Merlung, serta pemeliharaan alat pengujian dan kalibrasi.
Sebanyak 12 transaksi menggunakan E-Katalog Versi 6.0 dengan metode e-purchasing, senilai Rp15.309.934.512. Seluruhnya berstatus ON PROCESS pada tahap kontrak. Berikut rincian lengkapnya.
| Paket dan kode RUP | Penyedia | Nilai tercatat |
|---|---|---|
| Layanan Angkutan Perintis Jalan di Provinsi Jambi — 62522268 | DAMRI | Rp4.263.332.412 |
| Pengadaan dan Pemasangan Alat Penerangan Jalan Solar Cell — 64115582 | CAHAYA ABADI | Rp2.206.620.023 |
| Pengadaan dan Pemasangan Alat Penerangan Jalan Konvensional — 65796197 | ALTECH INDONESIA | Rp2.167.393.157 |
| Pengadaan dan Pemasangan Alat Penerangan Jalan Solar Cell dan Rambu Lalu Lintas Jalan — 64117016 | CAHAYA ABADI | Rp1.850.892.032 |
| Pemeliharaan Perlengkapan Jalan — 64123081 | BAROKAH MULYO ABADI | Rp1.460.700.000 |
| Bantuan Teknis Alat Penerangan Jalan Solar Cell dan Rambu Lalu Lintas Jalan — 64119321 | ALTECH INDONESIA | Rp1.246.726.720 |
| Outsourcing — 63739227 | KURNIA ORYZA REKSA PERKASA | Rp828.442.376 |
| Bantuan Teknis Alat Penerangan Jalan Konvensional dan Rambu Lalu Lintas Jalan Kota Jambi — 64120266 | ALTECH INDONESIA | Rp719.377.791 |
| Peningkatan Perangkat JTO di UPPKB Jambi Merlung — 67781321 | EXPRODI PRAKASA TEKNOKARYA | Rp273.050.000 |
| Pemeliharaan Alat Kalibrasi — 68051058 | MAYINDO | Rp148.150.001 |
| Pemeliharaan Alat Uji Rambu dan Marka — 68050940 | TIRTA JAYA SENTOSA | Rp120.000.000 |
| Peningkatan Perangkat JTO di UPPKB Jambi Merlung — 67781321 | EXPRODI PRAKASA TEKNOKARYA | Rp25.250.000 |
Dua transaksi peningkatan perangkat JTO menggunakan nama paket, penyedia, dan kode RUP yang sama. Namun, nilai serta kode paketnya berbeda.
Transaksi Rp25.250.000 menggunakan kode 01M36QMZCGSAATJWXAHJMH0MRK, sedangkan transaksi Rp273.050.000 berkode 01M348DC769SC6H38KX75GCZQK. Nilai gabungannya Rp298.300.000.
Kesamaan kode RUP tersebut belum menunjukkan adanya pembayaran ganda. Perbedaan barang, jumlah perangkat, ataupun lingkup masing-masing pesanan perlu dilihat melalui dokumen pengadaan.
Dengan adanya satu RUP yang digunakan pada dua transaksi itu, keseluruhan berkas memuat 23 kode paket berbeda dan 22 kode RUP berbeda.
Selain pengadaan melalui katalog, terdapat 11 transaksi Non Tender dengan metode Pengadaan Langsung, senilai Rp1.308.794.315.
Pekerjaannya mencakup penanganan lokasi rawan kecelakaan, pemeliharaan Terminal Tipe A Bangko, pengecatan marka jalan, dan sejumlah pekerjaan supervisi atau pengawasan.
Berikut seluruh transaksi pengadaan langsung tersebut. Status pada kolom terakhir mengikuti label dalam berkas.
| Paket dan kode RUP | Penyedia | Nilai dan status |
|---|---|---|
| Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Ruas 020 — 64168211 | CV.JASA ARYA | Rp349.345.000 — Paket Selesai |
| Pengecatan Marka Jalan — 67959634 | BAROKAH MULYOA BADI | Rp321.400.000 — Berlangsung |
| Supervisi Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan I — 64107389 | CV. TYAS KENCANA CONSULTANT | Rp98.800.000 — Kontrak Selesai |
| Supervisi Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan III — 65754263 | CV. Universal Multi Desain | Rp97.600.000 — Kontrak Sedang Berjalan |
| Supervisi Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan II — 64107640 | Bagaskara Engineering | Rp90.250.000 — Kontrak Selesai |
| Pemeliharaan Terminal Tipe A Bangko — 67633054 | SUNDARA BHUMI | Rp84.600.315 — Paket Selesai |
| Supervisi Bantuan Teknis I — 64109870 | CV. DHARMA SUARGA KONSULTAN | Rp68.900.000 — Kontrak Sedang Berjalan |
| Supervisi Pemeliharaan Perlengkapan Jalan — 64112775 | CV. Universal Multi Desain | Rp64.635.000 — Kontrak Sedang Berjalan |
| Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Ruas 009 11 K — 66430089 | CV. MEUGAH JAYA KONSTRUKSI | Rp53.780.000 — Paket Selesai |
| Supervisi Bantuan Teknis II — 64110825 | CV. PROBA GNIAL STRUKTUR | Rp42.100.000 — Kontrak Sedang Berjalan |
| Supervisi Lokasi Rawan Kecelakaan — 64111826 | CV. PROBA GNIAL STRUKTUR | Rp37.384.000 — Kontrak Sedang Berjalan |
Ada perbedaan penulisan nama penyedia yang perlu diperhatikan. Paket pemeliharaan perlengkapan jalan Rp1,46 miliar mencantumkan BAROKAH MULYO ABADI, sedangkan pengecatan marka jalan Rp321,4 juta mencantumkan BAROKAH MULYOA BADI.
Berkas ini tidak menyertakan identitas badan usaha yang cukup untuk memastikan apakah keduanya perusahaan yang sama atau berbeda. Karena itu, nilai kedua transaksi tersebut tidak digabungkan sebagai perolehan satu penyedia.
Pembacaan status pengadaan juga membutuhkan ketelitian.
Dua belas transaksi katalog senilai Rp15.309.934.512 berstatus ON PROCESS. Lima transaksi pengadaan langsung senilai Rp310.619.000 berstatus Kontrak Sedang Berjalan.
Keduanya berada pada tahapan Kontrak. Jika digabungkan, ada 17 transaksi senilai Rp15.620.553.512, atau sekitar 93,99 persen dari keseluruhan nilai dalam berkas, yang masih tercatat pada tahap tersebut.
Angka itu menggambarkan status pencatatan. Tanpa jadwal pelaksanaan dan laporan kemajuan, data ini belum dapat digunakan untuk menyatakan pekerjaan terlambat ataupun belum dikerjakan.
Sementara itu, tiga transaksi senilai Rp487.725.315 memiliki label Paket Selesai. Ketiganya adalah pemeliharaan Terminal Tipe A Bangko serta penanganan lokasi rawan kecelakaan Ruas 020 dan Ruas 009 11 K.
Namun, kolom tahap pengadaan pada ketiganya tertulis Pemilihan Selesai. Label tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan fisik sudah selesai.
Dua transaksi yang secara jelas mencantumkan Kontrak Selesai dan tahap Serah Terima adalah Supervisi Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan I serta II. Nilai gabungannya Rp189.050.000.
Adapun pengecatan marka jalan senilai Rp321.400.000 berstatus Berlangsung, dengan tahap Pemilihan Berlangsung. Meski nama penyedia sudah muncul dalam berkas, tahap tersebut belum menunjukkan kontrak pelaksanaan telah berjalan.
Dari sisi jenis pengadaan, sembilan transaksi dikategorikan sebagai Pekerjaan Konstruksi dengan nilai Rp9.000.135.038. Lima transaksi masuk Jasa Lainnya, senilai Rp6.820.624.789.
Tujuh transaksi supervisi diklasifikasikan dalam data sebagai Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi, senilai Rp499.669.000. Dua transaksi peningkatan perangkat JTO masuk kategori Barang, senilai Rp298.300.000. Kesesuaian klasifikasi pekerjaan supervisi dengan lingkup kontraknya perlu diperiksa melalui dokumen masing-masing paket.
Data tersebut juga mencatat nilai produk dalam negeri atau PDN sebesar Rp16.470.578.826, sekitar 99,11 persen dari total. Satu transaksi mencantumkan nilai PDN nol, yakni Pemeliharaan Alat Kalibrasi oleh Mayindo senilai Rp148.150.001.
Nilai PDN nol pada kolom tersebut belum menjelaskan asal barang maupun komponen layanan dalam paket.
Untuk usaha mikro-kecil atau UMK, nilai yang tercatat mencapai Rp11.378.804.038, sekitar 68,47 persen. Tiga transaksi mencantumkan nilai UMK nol, yakni layanan angkutan perintis DAMRI, outsourcing oleh Kurnia Oryza Reksa Perkasa, dan pemeliharaan alat kalibrasi oleh Mayindo.
Kolom PDN dan UMK merupakan klasifikasi atas nilai transaksi yang sama. Keduanya tidak dijumlahkan lagi sebagai belanja tambahan.
Nilai Rp16,62 miliar dalam berkas ini juga tidak serta-merta berarti seluruh uang telah dicairkan atau menjadi keseluruhan anggaran BPTD Jambi.
Untuk menilai hasil pengadaan, angka-angka itu perlu dihubungkan dengan dokumen pelaksanaan: jumlah lampu yang dipasang, lokasi rambu, ruas yang ditangani, lingkup layanan angkutan perintis, serta pekerjaan pengawasan yang sudah diserahkan.
Bagi pengguna jalan dan penumpang, ukuran manfaatnya ada di sana—penerangan yang berfungsi, rambu yang membantu perjalanan, serta layanan transportasi yang dapat digunakan.(*)