Pengurus Debalang Diminta Al Haris Jaga Marwah Jambi

WIB
Ist

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan pengurus Debalang bahwa ada tanggung jawab besar di balik jabatan yang mereka emban. Meski tidak menerima honor, para pengurus diminta tetap tulus menjaga adat, merawat kerukunan, dan menyumbangkan gagasan untuk pembangunan Jambi.

Pesan itu disampaikan Al Haris dalam pengukuhan pengurus Debalang Negeri Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (2/11/2026).

Mantan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus atau HBA turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kepengurusan Debalang masa bakti 2026–2031 dipimpin pengacara senior H. Ramli Thaha.

Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi kesediaan para pengurus mengambil bagian dalam organisasi yang mengemban tanggung jawab menjaga adat Melayu tersebut. Ia menyinggung pengabdian yang dijalankan tanpa honor.

Karena itu, ketulusan menjadi hal penting. Kesediaan masuk dalam kepengurusan perlu diikuti kemauan untuk bekerja dan memberikan sumbangan pemikiran bagi daerah.

Al Haris mengajak para pengurus melihat tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat Jambi. Ia meminta mereka tidak hanya duduk diam menyaksikan perkembangan daerah.

Menurutnya, Jambi membutuhkan ide dan gagasan besar. Para pengurus Debalang diharapkan ikut memikirkan bagaimana daerah ini dibangun dan bagaimana kehormatannya tetap terjaga.

Pesannya tegas: marwah Jambi harus dijaga. Al Haris meminta Debalang mengambil peran agar kehormatan daerah dan masyarakatnya tidak direndahkan.

Namun, tanggung jawab menjaga marwah itu juga disertai pesan untuk merawat harmoni. Al Haris menekankan pentingnya Debalang menjaga hubungan yang baik di tengah masyarakat.

Perhatian gubernur kemudian mengarah pada media sosial. Ia mengingatkan pengurus agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar.

Kemampuan memilah fakta dan hoaks, menurutnya, menjadi bagian dari tanggung jawab yang perlu dijalankan. Pengurus diminta cermat membaca informasi sebelum mengambil sikap.

Pesan tersebut menempatkan Debalang pada peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari: menjaga adat sekaligus membantu merawat kerukunan di tengah derasnya arus informasi.

Sementara itu, Ramli Thaha dalam sambutannya seusai dilantik menegaskan bahwa Debalang harus menjadi penjaga adat Melayu. Amanah kepengurusan, menurutnya, perlu dijalankan bersama oleh seluruh jajaran organisasi.

Ramli mengajak para pengurus membangun Debalang dengan semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah adat Melayu sekaligus kehormatan daerah.

Untuk menjalankan tugas tersebut, Ramli juga menyoroti perlunya sinergi dengan pemerintah. Debalang diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan Jambi melalui peran dan tanggung jawab organisasinya.

Arah yang disampaikan Ramli sejalan dengan pesan Al Haris tentang pengabdian dan kontribusi. Organisasi ini diharapkan memiliki kepengurusan yang aktif, mampu menyampaikan gagasan, serta tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Al Haris pun meminta jajaran Debalang memegang tanggung jawab itu dengan tulus. Menjaga adat, menjaga marwah daerah, dan merawat harmoni menjadi pekerjaan bersama yang ia titipkan kepada para pengurus.(*)

BeritaSatu Network