Tebo - Tiga tender konstruksi di Kabupaten Tebo memperlihatkan pola yang menarik dicermati. Nama sejumlah perusahaan muncul berulang, tetapi tidak semuanya disertai angka penawaran. Salah satunya CV Sumber Rezeki, yang tercatat pada ketiga paket dengan kolom harga sama-sama kosong.
Total pagu ketiga pekerjaan itu mencapai Rp 1.502.675.000. Anggarannya berasal dari APBD Perubahan 2026, dikelola Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tebo.
Paketnya meliputi pembangunan jalan lingkungan menuju Kantor Desa Sungai Alai, pembangunan jalan lingkungan kawasan Pulau Temiang, serta rehabilitasi Gedung Kantor Inspektorat.
Ada lima angka penawaran yang terlihat dalam ketiga tender tersebut. Seluruhnya berada kurang dari 1 persen di bawah Harga Perkiraan Sendiri atau HPS. Pada paket Pulau Temiang, hanya satu perusahaan yang tercantum memiliki harga penawaran.
Lantas, bagaimana persaingannya?
Dalam data yang tersedia, terdapat 11 baris kepesertaan dari tujuh perusahaan berbeda. Lima baris memuat harga, sedangkan enam lainnya kosong. Jumlah tersebut perlu dibedakan: perusahaan yang terdaftar belum tentu seluruhnya menyampaikan penawaran.
Kolom kosong juga belum cukup untuk memastikan alasan suatu perusahaan tidak menampilkan harga. Kepastiannya perlu diperiksa melalui dokumen dan hasil evaluasi Pokja.
Pada paket Pembangunan Jalan Lingkungan Kawasan Arah Kantor Desa Sungai Alai, lima perusahaan tercatat sebagai peserta. Namun, hanya CV Tri Karya Bersaudara dan CV Karisma Indo Jaya yang memiliki angka penawaran dalam tabel.
Paket dengan kode RUP 67899602 ini dibuat pada 28 Oktober 2026. Lokasinya tercantum di Muara Tebo, Kabupaten Tebo, dengan pagu Rp 550.940.000 dan HPS Rp 550.906.960,73.
Tahap yang tercantum dalam data adalah Pembukaan Dokumen Penawaran.
CV Tri Karya Bersaudara menawarkan Rp 548.595.848,87, sedangkan CV Karisma Indo Jaya memasukkan Rp 549.055.834,52. Harga terkoreksi keduanya sama dengan penawaran awal.
Selisih dua penawaran itu hanya Rp 459.985,65. Penawaran CV Tri Karya Bersaudara lebih rendah Rp 2.311.111,86, atau sekitar 0,42 persen, dari HPS. Sementara penawaran CV Karisma Indo Jaya berada sekitar 0,34 persen di bawah HPS.
Berikut seluruh peserta yang tercantum:
| Peserta | NPWP tersamarkan | Harga penawaran | Harga terkoreksi |
|---|---|---|---|
| CV Tri Karya Bersaudara | 06*4**6****31**0 | Rp 548.595.848,87 | Rp 548.595.848,87 |
| CV Karisma Indo Jaya | 00*5**8****35**0 | Rp 549.055.834,52 | Rp 549.055.834,52 |
| CV Sumber Artha Bumi Swarna | 02*4**2****31**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
| CV Sumber Rezeki | 00*6**4****32**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
| Arto Raya Abadi | 04*7**0****43**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
Situasi berbeda terlihat pada Pembangunan Jalan Lingkungan Kawasan Pulau Temiang. Pesertanya hanya dua, yakni CV Sigme Male Cipta Karya dan CV Sumber Rezeki.
Dari dua nama itu, hanya CV Sigme Male Cipta Karya yang tercantum memiliki penawaran, sebesar Rp 450.217.048,95. Harga terkoreksinya tidak berubah.
Paket dengan kode RUP 67899487 tersebut dibuat pada 28 Oktober 2026, berlokasi di Muara Tebo, Kabupaten Tebo. Pagunya Rp 451.347.000, dengan HPS Rp 451.307.631,78.
Artinya, penawaran CV Sigme Male Cipta Karya hanya terpaut Rp 1.090.582,83, atau sekitar 0,24 persen, di bawah HPS.
Tahap tender yang tercantum adalah Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga. Data yang diberikan belum memuat penetapan pemenang.
| Peserta | NPWP tersamarkan | Harga penawaran | Harga terkoreksi |
|---|---|---|---|
| CV Sigme Male Cipta Karya | 10*0**0****63**2 | Rp 450.217.048,95 | Rp 450.217.048,95 |
| CV Sumber Rezeki | 00*6**4****32**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
Dengan hanya satu harga yang terlihat, tabel paket Pulau Temiang belum menyediakan pembanding penawaran antarpeserta. Kondisi inilah yang perlu dijelaskan dalam hasil evaluasi tender.
Pola nama berulang kembali terlihat pada Rehabilitasi Gedung Kantor Inspektorat. Empat perusahaan terdaftar, tetapi hanya dua yang tercantum memiliki harga: CV Cakrawala Inti Berkarya dan CV Karisma Indo Jaya.
Dua peserta lainnya adalah CV Sumber Artha Bumi Swarna dan CV Sumber Rezeki. Seperti pada paket Sungai Alai, kolom harga kedua perusahaan tersebut kosong.
Paket rehabilitasi kantor ini memiliki kode RUP 67869705, dibuat pada 27 Oktober 2026, dan berlokasi di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.
Pagunya mencapai Rp 500.388.000, sedangkan HPS ditetapkan sebesar Rp 499.999,438,11.
[Koreksi penulisan angka: HPS paket ini adalah Rp 499.999.438,11.]
CV Cakrawala Inti Berkarya menawarkan Rp 496.662.811,46. CV Karisma Indo Jaya memasukkan harga Rp 497.708.689,65. Keduanya tidak mengalami perubahan harga setelah koreksi.
Selisih dua penawaran itu Rp 1.045.878,19. Penawaran CV Cakrawala Inti Berkarya berada Rp 3.336.626,65, atau sekitar 0,67 persen, di bawah HPS. Penawaran CV Karisma Indo Jaya sekitar 0,46 persen di bawah HPS.
Tahap yang tercantum masih Pembukaan Dokumen Penawaran.
| Peserta | NPWP tersamarkan | Harga penawaran | Harga terkoreksi |
|---|---|---|---|
| CV Cakrawala Inti Berkarya | 10*1**1****01**5 | Rp 496.662.811,46 | Rp 496.662.811,46 |
| CV Karisma Indo Jaya | 00*5**8****35**0 | Rp 497.708.689,65 | Rp 497.708.689,65 |
| CV Sumber Artha Bumi Swarna | 02*4**2****31**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
| CV Sumber Rezeki | 00*6**4****32**0 | Tidak tercantum | Tidak tercantum |
Jika ketiga tabel disandingkan, ada tiga nama yang berulang. CV Sumber Rezeki muncul pada seluruh paket tanpa harga tercantum. CV Sumber Artha Bumi Swarna muncul pada dua paket, juga tanpa harga tercantum.
Adapun CV Karisma Indo Jaya memasukkan penawaran pada paket Sungai Alai dan rehabilitasi Kantor Inspektorat. Pada kedua paket itu, harganya lebih tinggi dibandingkan penawaran perusahaan lain yang terlihat dalam tabel.
Pola tersebut layak ditelusuri lebih lanjut. Namun, kemunculan nama berulang, kolom harga kosong, maupun penawaran yang mendekati HPS belum membuktikan adanya pengaturan tender.
Penjelasan yang dibutuhkan adalah status dokumen masing-masing peserta, hasil pemeriksaan persyaratan, serta dasar penetapan hasil evaluasi. Dari situlah proses persaingan dapat dinilai secara lebih utuh.
Ketiga paket sama-sama menggunakan metode Tender–Pascakualifikasi Satu File–Harga Terendah Sistem Gugur, tanpa reverse auction. Jenis pengadaannya pekerjaan konstruksi, memakai kontrak harga satuan, dan diperuntukkan bagi usaha kecil.
Metode tersebut menempatkan pemenuhan persyaratan sebagai bagian penting evaluasi. Harga terendah yang terlihat dalam tabel belum berarti perusahaan bersangkutan sudah ditetapkan sebagai pemenang.
Persyaratan administrasi ketiga paket juga serupa. Peserta harus memenuhi ketentuan untuk menjalankan usaha, mempunyai Sertifikat Badan Usaha atau SBU dan Nomor Induk Berusaha atau NIB sesuai dokumen pemilihan, serta memiliki status wajib pajak valid berdasarkan Konfirmasi Status Wajib Pajak.
Kemampuan perusahaan mengikatkan diri dalam kontrak harus dibuktikan dengan akta pendirian dan/atau perubahannya serta KTP. Jika dikuasakan, diperlukan surat kuasa dan bukti bahwa penerima kuasa merupakan pegawai tetap.
Peserta juga harus menyetujui Pakta Integritas, Surat Pernyataan Peserta, dan memenuhi persyaratan lain dalam dokumen pemilihan.
Pada aspek teknis, ringkasan tender mensyaratkan pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak. Peserta juga harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket atau SKP.
Ringkasan persyaratan yang diberikan turut mencantumkan ketentuan bagi usaha kecil yang baru berdiri kurang dari tiga tahun. Penyedia yang belum berpengalaman mendapat pengecualian persyaratan pengalaman untuk paket paling banyak Rp 2,5 miliar.
Sementara untuk paket di atas Rp 2,5 miliar hingga Rp 15 miliar, ringkasan tersebut mencantumkan kewajiban memiliki satu pengalaman pada bidang yang sama. Angka-angka ini merupakan ketentuan yang tertulis dalam ringkasan tender yang tersedia.
Dokumen pekerjaan yang ditautkan masing-masing berjudul KAK Pembangunan Jalan Lingkungan Kawasan Sungai Alai.pdf, KAK Pembangunan Jalan Lingkungan Kawasan Pulau Temiang.pdf, dan Uraian Singkat Pekerjaan.pdf untuk rehabilitasi Kantor Inspektorat.
Namun, data yang tersedia belum memuat panjang dan lebar jalan, rincian volume rehabilitasi gedung, durasi pelaksanaan, maupun tanggal akhir kontrak. Karena itu, kecukupan waktu pengerjaan menjelang tutup tahun belum dapat dinilai hanya dari tanggal pembuatan tender.
Yang sudah terlihat adalah tipisnya selisih penawaran terhadap HPS dan terbatasnya harga pembanding pada masing-masing paket. Jika dijumlahkan, penawaran terendah yang tercantum pada ketiga paket mencapai Rp 1.495.475.709,28, hanya Rp 6.738.321,34 atau sekitar 0,45 persen di bawah total HPS Rp 1.502.214.030,62.
Angka tersebut masih merupakan perbandingan penawaran, belum nilai kontrak ataupun penghematan anggaran yang terealisasi.
Jalan menuju kantor desa, jalan lingkungan Pulau Temiang, dan gedung Inspektorat pada akhirnya harus menghasilkan pekerjaan yang bisa digunakan dengan baik. Sebelum sampai ke sana, proses pemilihan penyedianya perlu bisa dijelaskan: siapa yang benar-benar mengajukan penawaran, siapa yang memenuhi syarat, dan bagaimana Pokja menentukan hasilnya.(*)