PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla, Sistem Digital dan Ratusan Peralatan Disiagakan

WIB
Ist

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memperkuat sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan mengintegrasikan teknologi peringatan dini, kesiapan peralatan pemadam, serta mobilisasi personel terlatih di wilayah operasional perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kemunculan dan perluasan titik api, terutama di wilayah yang terdampak kemarau panjang dan kabut asap.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan memanfaatkan aplikasi Early Warning System (EWS) Karhutla yang terhubung langsung dengan GeoPalm Dashboard.

Sistem tersebut digunakan untuk memantau indikasi titik panas secara real-time sehingga tim lapangan dapat bergerak lebih cepat ketika ditemukan potensi kebakaran.

“Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” ujar Jatmiko.

Deteksi Dini Terhubung ke Pusat

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu elemen utama dalam strategi pencegahan PalmCo.

Informasi mengenai indikasi titik panas dapat dipantau dan diteruskan kepada unit operasional agar verifikasi lapangan dilakukan secepat mungkin.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk memperpendek waktu respons.

Dalam penanganan karhutla, semakin cepat titik api diketahui dan diverifikasi, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

Sistem digital juga melengkapi kebijakan zero burning yang diterapkan perusahaan di wilayah perkebunan.

Ratusan Peralatan Disiagakan

Kesiapan teknologi juga didukung peralatan di lapangan.

Khusus di Regional 3 Riau dan Regional 5 Kalimantan, perusahaan menyebut telah menyiagakan 594 unit alat kelengkapan individu, 48 unit kelengkapan regu, serta 155 unit peralatan tangan.

Selain itu, terdapat 80 unit pompa air beserta kelengkapannya.

PalmCo juga menyiapkan 80 unit sarana komunikasi dan transportasi serta 41 unit infrastruktur deteksi dini cuaca.

Seluruh perangkat tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan, mobilisasi tim, dan penanganan awal ketika muncul titik api.

Satgas Bersertifikat Dikerahkan

Selain peralatan, perusahaan mengandalkan Satuan Tugas Karhutla yang disebut telah memiliki kompetensi dan sertifikasi.

Personel terlatih ditempatkan di wilayah rawan untuk memperkuat respons lapangan.

Armada operasional kebun juga disiapkan agar dapat digunakan sebagai alat bantu pemadaman apabila diperlukan.

Perusahaan menyatakan penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan otoritas terkait.

Pola tersebut penting karena kebakaran lahan tidak mengenal batas administrasi perusahaan.

Api yang muncul di satu kawasan dapat merambat ke wilayah lain apabila tidak ditangani secara terpadu.

Zero Burning Diperkuat

PalmCo menegaskan kembali komitmen terhadap kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mencegah penggunaan api dalam kegiatan pengelolaan lahan serta menekan risiko kebakaran dari aktivitas operasional.

Pengawasan di tingkat tapak juga diperkuat.

Selain personel perusahaan, edukasi kepada masyarakat sekitar kebun menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Tujuannya agar risiko kebakaran dapat dikurangi sejak dari sumbernya.

Dampak Asap Juga Menyentuh Pekerja

Jatmiko mengatakan upaya penanggulangan karhutla bukan hanya berkaitan dengan perlindungan aset perusahaan.

Kabut asap juga berdampak langsung terhadap pekerja dan keluarga mereka yang tinggal di sekitar wilayah operasional.

“Karyawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan perusahaan memperluas respons dari sekadar pengamanan kebun menjadi dukungan sosial kepada masyarakat terdampak.

“Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh,” lanjut Jatmiko.

11,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta donasi swadaya karyawan, PTPN IV PalmCo menyebut telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi krisis air di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Perusahaan juga menyalurkan sekitar 1 juta lembar masker.

Distribusi masker diprioritaskan antara lain kepada anak-anak sekolah sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak kualitas udara buruk.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap dampak lanjutan kebakaran dan musim kering.

Karhutla Ditangani dari Hulu

Strategi PalmCo pada akhirnya tidak hanya diarahkan pada pemadaman.

Pencegahan ditempatkan sejak tahap awal melalui pemantauan digital, kebijakan tanpa bakar, edukasi masyarakat, kesiapan personel, hingga alat pemadam.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sebelum berkembang menjadi kondisi darurat yang lebih luas.

Perusahaan menyatakan seluruh sistem pencegahan akan terus disiagakan selama risiko karhutla masih tinggi.

Bagi PalmCo, ukuran keberhasilan mitigasi bukan hanya seberapa banyak api berhasil dipadamkan, tetapi seberapa cepat indikasi kebakaran diketahui dan seberapa jauh titik api dapat dicegah berkembang menjadi bencana yang berdampak pada pekerja, masyarakat, serta lingkungan. (*)

BeritaSatu Network