Gerak Cepat GAPEMBI di Banjir Padang, Sebar 60 Ribu Porsi Makan dan Santuni Relawan

WIB
IST

Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) menyalurkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk para relawannya yang menjadi korban banjir. Aksi solidaritas ini dilakukan karena banyak relawan yang tetap berjibaku membantu warga di dapur umum, padahal rumah mereka sendiri ikut terendam banjir.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum DPP GAPEMBI, Alven Stony, di Dapur MBG Rangkiang Mini Soccer, Padang, Sabtu (29/11/2025). Turut hadir menyaksikan penyerahan tersebut Kepala SPPI Dolly Andika dan Ketua GAPEMBI Sumatera Barat Agung Adhitia Lingga.

"Relawan kita bekerja tanpa pamrih, bahkan ketika keluarga mereka sendiri ada yang terdampak. Bantuan ini adalah wujud solidaritas kami kepada mereka," ujar Alven di lokasi.

Bantuan ini menyasar anggota GAPEMBI di seluruh Indonesia yang terdampak bencana, termasuk perwakilan 50 relawan di Sumatera Barat yang hadir di lokasi. Ketua GAPEMBI Sumbar, Agung Adhitia Lingga, menyebut donasi ini menjadi suntikan moral bagi tim yang sudah kelelahan secara fisik dan mental.

"Bencana besar seperti ini tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tapi juga mental. Bantuan ini memberi mereka tenaga tambahan," kata Agung.

Selain bantuan internal, GAPEMBI Sumbar bersama Pemerintah Kota Padang telah melakukan operasi besar kemanusiaan. Mereka mendistribusikan 60.000 porsi makanan bergizi bagi 27.433 warga yang terdampak banjir dan longsor di sembilan kecamatan.

Operasi ini merespons cuaca ekstrem yang melanda Padang sejak Selasa (25/11), yang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Koto Tangah, Nanggalo, dan Pauh.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebelumnya menginstruksikan agar dapur SPPG (Satuan Pelayanan Gizi) dialihfungsikan menjadi dapur umum darurat karena sekolah diliburkan.

"Makanan yang biasanya disiapkan untuk siswa kini kami fokuskan untuk pengungsi," jelas Fadly, Kamis (27/11).

Merespons hal itu, sebanyak 46 dapur SPPG dan seluruh dapur anggota GAPEMBI langsung menyalakan tungku sejak pagi buta. Makanan dengan standar gizi sekolah itu kemudian didistribusikan menembus lumpur ke posko-posko pengungsian.

"Yang kami pikirkan sederhana: warga butuh makan, dan kami punya kemampuan menyediakan makanan bergizi dalam jumlah besar," pungkas Agung.(*)

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

BeritaSatu Network