JAMBI – Kepedulian terhadap korban banjir dan longsor di Sumatera Barat ditunjukkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Region Head PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar, Khayamuddin Panjaitan, turun langsung menyalurkan bantuan untuk warga terdampak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.
Khayamuddin, bersama Ketua IKBI PTPN IV Regional IV Ny. Yusnidar Khayamuddin dan Manager Kebun PLK Heri Kurniawan, menyambangi pengungsi di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Jumat (5/11/2025). Mereka berdialog dengan warga dan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
“Apa yang kami bawa tidak sebanding dengan derita akibat banjir dan longsor, tapi setidaknya dapat sedikit meringankan beban warga. Kita semua berduka atas musibah ini. Semoga peristiwa ini membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT,” ujar Khayamuddin.
PTPN IV Regional IV menyalurkan 476 paket bantuan kebutuhan dasar berisi pampers anak dan lansia, selimut, sarung, kasur lipat, air mineral, ikan asin, sarden, gula, mie instan, beras 10 kilogram, tikar, bantal, terpal, hingga perlengkapan penanda seperti spanduk dan stiker.
Khayamuddin menegaskan, kehadiran PTPN IV bukan semata kapasitas perusahaan yang memiliki kebun di wilayah tersebut, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka akibat bencana.
“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen dan kepedulian. Kita harus ikhlas menerima bencana ini dan bangkit bersama,” katanya.
Manager Kebun PLK, Heri Kurniawan, menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar proses penyaluran berjalan lancar.
“Kami bergerak cepat. Tugas kami bukan hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan warga merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Nagari Koto Tinggi mengapresiasi langkah cepat PTPN IV Regional IV Jambi–Sumbar. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan harian akibat bencana.
“Kehadiran langsung perusahaan memberikan semangat bagi masyarakat untuk bangkit,” ujarnya. (*)