PTPN IV PalmCo Salurkan Rp5,5 Miliar TJSL di Awal 2026, Sentuh 115 Titik

WIB
IST

Mengawali tahun 2026, PTPN IV PalmCo menunjukkan akselerasi nyata dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Sepanjang triwulan pertama, perusahaan telah menyalurkan dana lebih dari Rp5,5 miliar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Bantuan tersebut menjangkau sedikitnya 115 titik kegiatan yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.

Program TJSL yang dijalankan tidak bersifat tunggal, melainkan menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, di antaranya:

  • Penanganan dampak bencana
  • Intervensi stunting
  • Dukungan sarana ibadah dan fasilitas sosial
  • Penguatan UMKM
  • Perbaikan infrastruktur dasar dan pendidikan

Langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menjawab persoalan sosial di berbagai daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan sejak awal tahun merupakan bagian dari komitmen perusahaan.

“Sama seperti sebelumnya, bantuan TJSL sudah didistribusikan sejak awal tahun dan akan terus berkesinambungan. Tentunya kami ingin untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program sosial harus dieksekusi secara cepat dan tepat sasaran, terutama dalam merespons kebutuhan mendesak.

“Kami ingin memastikan respons yang tanggap, baik untuk pemulihan pascabencana, percepatan penurunan stunting, maupun mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Di tingkat daerah, kehadiran bantuan PalmCo mendapat apresiasi. Di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, misalnya, dukungan perusahaan membantu percepatan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat kebakaran.

Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin, menilai bantuan tersebut mampu memangkas proses birokrasi.

“Jika melalui APBD, prosesnya cukup panjang. Dengan dukungan ini, penanganan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Program TJSL juga menyasar kelompok rentan. Di Pekanbaru, bantuan sarana pendidikan diberikan kepada SLB Negeri Sri Mujinab.

Kepala sekolah, Natta Riviana, mengaku bantuan tersebut sangat membantu proses pembelajaran.

“Kami merasa sangat terbantu, apalagi perhatian ini ditunjukkan langsung oleh pimpinan perusahaan yang hadir ke lokasi,” katanya.

Di sisi lain, di Kecamatan Langsa Baro, Aceh, program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting turut digulirkan.

Kepala UPTD Puskesmas Langsa Baro, Zuliani, menyebut bantuan tersebut berdampak langsung terhadap pemenuhan gizi anak.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk balita kurang gizi dan akan berlanjut beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Dengan cakupan luas dan program yang menyasar kebutuhan mendesak, realisasi TJSL PalmCo menunjukkan peran BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis.

Di balik angka Rp5,5 miliar itu, ada intervensi nyata—mempercepat pemulihan, memperkuat ekonomi, dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

Ke depan, tantangan berikutnya bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi memastikan dampaknya berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka yang disalurkan—melainkan perubahan yang dirasakan. (*)

BeritaSatu Network