Dinkes Tanjab Timur Sudah Kucurkan Rp 2,48 Miliar Buat Borong Obat hingga Gaji Tenaga Kesehatan

WIB
ist

Muara Sabak - Sektor kesehatan menjadi salah satu instansi dengan serapan anggaran paling gemuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada awal 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten ini tercatat merogoh kocek hingga Rp 2.486.255.156 (Rp 2,48 Miliar).

Menurut rincian data realisasi belanja daerah Tanjab Timur, anggaran miliaran rupiah ini difokuskan pada dua sektor krusial: pengadaan obat-obatan dan pembayaran honor tenaga kesehatan non-ASN.

Untuk urusan logistik medis dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), Dinkes Tanjab Timur menggandeng sejumlah pabrik dan distributor farmasi besar melalui E-Purchasing.

Vendor Bernofarm menjadi salah satu pemasok utama dengan menyerap beberapa paket bernilai Rp 387 Juta, Rp 65,8 Juta, hingga Rp 35,8 Juta.

Pemasok obat raksasa lainnya yang ikut panen cuan di antaranya:

  • Trifa Raya Laboratories (Rp 204,4 Juta)
  • Otto Pharmaceutical Industries (Rp 109,6 Juta)
  • Makmur Mandiri Medika (Suplai BMHP senilai Rp 134,2 Juta & Rp 74,5 Juta)
  • PT Bio Farma Persero (Rp 30,6 Juta)

Tak hanya beli obat, Dinkes dan RSUD setempat juga membagikan 'kue' APBD untuk membayar jasa Tenaga Kesehatan perorangan.

Kontrak tahunan untuk tenaga kesehatan dan apoteker di rumah sakit bernilai rata-rata Rp 27,5 Juta hingga Rp 44 Juta per orang. Bahkan, untuk jasa Dokter Umum Non-ASN dibayar senilai Rp 38,5 Juta (disalurkan ke Andi Wahyuni Ahmad).

Publik tentu menaruh harapan agar gelontoran obat dan insentif nakes bernilai Rp 2,48 miliar ini menjamin ketersediaan farmasi di seluruh Puskesmas dan RSUD, sehingga tak ada lagi warga Tanjab Timur yang kesulitan menebus obat karena stok kosong.(*)

BeritaSatu Network