Bangun SDM Digital, Wali Kota Jambi Maulana Buka Pelatihan DTA untuk UMKM hingga Gen Z

WIB
IST

JAMBI – Upaya mempercepat transformasi digital terus digenjot Pemerintah Kota Jambi. Kali ini, Pemkot Jambi menggandeng Balai Pelatihan SDM Komunikasi dan Digital Medan untuk menggelar pelatihan Digital Talent Academy (DTA) yang berlangsung pada 5–8 Mei 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi itu dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, Selasa pagi (05/05/2026). Sebanyak 100 peserta ambil bagian, terdiri dari pelaku UMKM, generasi muda, hingga aparatur sipil negara (ASN).

Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, kemampuan tersebut dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dalam paparannya, Maulana menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah, terutama dalam mewujudkan konsep Jambi Smart City.

“SDM unggul adalah kunci. Transformasi digital bukan lagi opsi, tapi keharusan untuk membangun kota yang maju dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi Pemerintah Kota Jambi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

“Ini respon positif dari Komdigi setelah kunjungan yang kita lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Jambi tengah memperkuat digitalisasi di sejumlah sektor strategis, terutama keamanan dan kebersihan. Salah satunya melalui program Kampung Bahagia, yang mendorong pemasangan CCTV di tingkat RT yang terhubung ke pusat kendali kota.

Dengan dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, berbagai potensi masalah di lingkungan diharapkan bisa terdeteksi lebih cepat dan ditangani secara efektif.

Selain itu, sistem Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) juga akan didukung digitalisasi melalui aplikasi. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat memantau layanan pengangkutan sampah secara lebih transparan dan terstruktur.

“Semua ini bagian dari penguatan menuju smart city, baik dari sisi keamanan maupun kebersihan,” jelas Maulana.

Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, Maulana menilai Kota Jambi memiliki peluang besar untuk berkembang pesat. Namun, hal itu harus ditopang oleh SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Ia pun berharap pelatihan serupa dapat terus diperluas, baik dari sisi jumlah peserta maupun cakupan materi.

“Pelatihan ini sangat penting dan manfaatnya besar. Ke depan kita harapkan bisa lebih banyak lagi yang terlibat,” pungkasnya.

BeritaSatu Network