JAMBI – PTPN IV PalmCo mendorong penguatan bisnis teh legendaris Indonesia, Teh Kayu Aro, agar mampu meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, dan meraih laba lebih besar di tengah persaingan industri perkebunan modern.
Dorongan tersebut disampaikan Komisaris PTPN IV PalmCo, Andi Wibisono dan Fauzi Yusuf saat melakukan kunjungan kerja ke Kebun Teh Kayu Aro di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi serta Kebun Teh Danau Kembar di Kecamatan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada 5-6 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, komisaris meminta manajemen PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar terus melakukan inovasi dan kreativitas di seluruh lini usaha teh, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Menurut Andi Wibisono, Teh Kayu Aro yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh apabila didukung pengelolaan modern dan pemanfaatan teknologi secara maksimal.
“Saya minta bagaimana bisa meningkatkan produksi dan meraih laba tinggi. Teh ini kan menjadi salah satu usaha kita dari hulu ke hilir, atau mulai penanaman, produksi, pengemasan hingga penjualan,” kata Andi Wibisono saat meninjau Kebun Teh Danau Kembar.
Dalam kunjungan itu, Andi didampingi Business Support Head PTPN IV Regional IV, Dhany Hermawan serta Manager Kebun Teh Danau Kembar, Rio Herman.
Selain mengunjungi areal perkebunan, jajaran komisaris juga meninjau langsung aktivitas pabrik teh, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga pengemasan produk siap jual.
Tak hanya fokus pada aspek bisnis, komisaris juga berdialog langsung dengan para pemetik teh dan karyawan pabrik terkait kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja beserta keluarga mereka.
Menurut Andi, Teh Kayu Aro merupakan salah satu brand teh legendaris Indonesia yang telah memiliki reputasi panjang dan dikenal luas, termasuk di pasar internasional.
Karena itu, ia menilai pengembangan usaha harus dilakukan lebih agresif dengan memanfaatkan teknologi perkebunan modern dan digitalisasi di seluruh lini bisnis.
“Teh kita ini dengan merek Kayu Aro sudah dikenal sejak zaman Belanda. Sekarang dengan teknologi perkebunan yang canggih kita harus kreatif dan bersaing untuk meraup laba tinggi. Manfaatkan teknologi perkebunan dan digitalisasi di semua lini untuk raih penjualan besar hingga untung besar,” ujarnya.
Dorongan peningkatan produksi dan pemasaran ini dinilai menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis PTPN IV PalmCo dalam memperkuat komoditas non-sawit yang memiliki nilai historis dan potensi pasar yang kuat.
Teh Kayu Aro sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu teh berkualitas premium asal Indonesia yang diproduksi di kawasan dataran tinggi Kerinci dengan karakter rasa khas dan telah bertahan lebih dari satu abad.
Dengan penguatan inovasi, modernisasi perkebunan, hingga digitalisasi pemasaran, PTPN IV optimistis Teh Kayu Aro mampu kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu produk unggulan perkebunan nasional sekaligus mendongkrak kontribusi laba perusahaan di masa mendatang. (*