Bupati Serdang Bedagai, H. Darma Wijaya, bersama jajaran manajemen PTPN IV Regional II melepas produk alat pertanian dodos perkebunan hasil karya Koperasi Produsen Melati Jaya Steel.
Kegiatan berlangsung di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (22/6/2026).
Produk dodos perkebunan tersebut menjadi salah satu hasil pengembangan usaha koperasi lokal yang mendapat dukungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL PTPN IV.
Bupati Sergai Darma Wijaya mengapresiasi dukungan PTPN IV Regional II kepada Koperasi Produsen Melati Jaya Steel.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Dukungan ini menjadi bukti nyata sinergi dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujar Darma Wijaya.
Darma Wijaya mengatakan, penguatan koperasi menjadi salah satu cara untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi bersama.
Lebih dari itu, koperasi dapat menjadi ruang produksi, pelatihan, peningkatan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja.
Melalui dukungan dunia usaha, koperasi diharapkan mampu naik kelas.
Tidak hanya bergerak dalam skala kecil, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan pasar.
Dalam konteks perkebunan, alat pertanian seperti dodos memiliki kebutuhan yang cukup besar.
Dodos menjadi salah satu alat penting dalam aktivitas panen dan perawatan kebun, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit.
Karena itu, kemampuan koperasi lokal memproduksi alat pertanian sendiri dinilai dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Meski mengapresiasi keberhasilan produksi dodos, Darma Wijaya mengingatkan pengurus koperasi agar tidak cepat puas.
Menurutnya, keberlangsungan usaha koperasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang.
Kualitas produk juga harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Kualitas produk harus terus ditingkatkan sehingga mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional,” kata Darma Wijaya.
Ia menilai, pasar alat pertanian memiliki persaingan yang cukup ketat.
Karena itu, produk koperasi harus mampu memenuhi standar mutu, ketahanan, kenyamanan penggunaan, dan kebutuhan pengguna di lapangan.
Jika kualitas terjaga, produk lokal dapat memiliki peluang lebih luas.
Tidak hanya digunakan di wilayah Serdang Bedagai, tetapi juga menembus pasar daerah lain.
Dukungan PTPN IV Regional II melalui program TJSL menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk bantuan sosial, tetapi juga untuk mendorong kegiatan ekonomi produktif.
Melalui bantuan dan pendampingan kepada koperasi, masyarakat dapat membangun usaha yang berkelanjutan.
Koperasi juga memiliki peluang memperkuat kapasitas produksi, memperbaiki manajemen usaha, dan meningkatkan nilai tambah produk.
Bagi Koperasi Produsen Melati Jaya Steel, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat usaha produksi alat pertanian.
Dengan adanya pelepasan produk dodos ini, koperasi diharapkan semakin percaya diri mengembangkan pasar dan memperluas jaringan kerja sama.
Serdang Bedagai memiliki hubungan kuat dengan sektor pertanian dan perkebunan.
Karena itu, pengembangan produk alat pertanian dari koperasi lokal menjadi langkah yang relevan.
Produk dodos perkebunan yang dihasilkan Koperasi Melati Jaya Steel dapat menjadi contoh bagaimana kebutuhan sektor perkebunan dapat dijawab oleh pelaku usaha masyarakat.
Jika produk lokal mampu memenuhi kebutuhan kebun, maka manfaat ekonominya akan berputar di daerah.
Masyarakat mendapat pekerjaan.
Koperasi mendapat pasar.
Petani dan pekerja kebun mendapat akses alat pertanian.
Dan ekonomi lokal ikut bergerak.
Inilah yang menjadi semangat dari kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan koperasi masyarakat.
Darma Wijaya menilai, pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah daerah memiliki peran mendorong iklim usaha dan pembinaan masyarakat.
Perusahaan dapat mengambil peran melalui program TJSL.
Sementara koperasi menjadi penggerak langsung di tingkat masyarakat.
Jika ketiganya berjalan searah, ekonomi kerakyatan dapat tumbuh lebih kuat.
Kegiatan pelepasan produk dodos ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi tersebut bisa menghasilkan produk nyata.
Bukan sekadar program seremonial.
Tetapi program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Melalui Koperasi Melati Jaya Steel, warga dapat terlibat dalam kegiatan produksi.
Mereka tidak hanya menjadi konsumen alat pertanian, tetapi juga produsen.
Ke depan, Darma Wijaya berharap Koperasi Produsen Melati Jaya Steel terus meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya.
Produk yang sudah dihasilkan harus terus diperbaiki.
Kemasan, standar mutu, daya tahan, pemasaran, dan jaringan distribusi perlu diperkuat.
Dengan begitu, dodos produksi koperasi lokal dapat bersaing dengan produk sejenis dari berbagai daerah.
Bupati Sergai juga berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut.
Tidak hanya kepada satu koperasi.
Tetapi juga kepada kelompok usaha masyarakat lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Bagi Serdang Bedagai, penguatan ekonomi lokal menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
Sebab kesejahteraan masyarakat tidak hanya dibangun melalui infrastruktur.
Tetapi juga melalui kemampuan warga menciptakan usaha, menghasilkan produk, dan mengakses pasar.
Pelepasan produk dodos karya Koperasi Melati Jaya Steel menjadi langkah kecil yang punya arti besar.
Dari Desa Melati II, produk lokal mulai bergerak.
Dari koperasi, ekonomi masyarakat diperkuat.
Dan dari kolaborasi dengan PTPN IV Regional II, harapan untuk mendorong usaha rakyat naik kelas semakin terbuka.