Jambi — Ajang Ekspresi Syiar Islam atau AESI I LKSA se-Kota Jambi Tahun 2026 digelar di Kampoeng Raja, Kota Jambi, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang unjuk bakat, pembinaan karakter, sekaligus penguatan syiar Islam bagi anak-anak panti asuhan se-Kota Jambi.
Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak atau LKSA Kota Jambi dalam undangannya menyebut kegiatan AESI 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Islami yang Kreatif, Berakhlak, dan Berprestasi”. Agenda pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung di Kampoeng Raja mulai pukul 08.30 WIB. Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati SAg MPd termasuk tokoh yang diundang untuk hadir dan memberi dukungan bagi anak-anak LKSA se-Kota Jambi.
ISMI Jambi hadir dalam kegiatan itu melalui Sekretaris ISMI Provinsi Jambi Dr Fahmi Rasid dan Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan ISMI Jambi Dr Alfia. Keduanya hadir mewakili Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj Ernawati SAg MPd.
Kehadiran ISMI Jambi menjadi warna tersendiri. Organisasi para sarjana Melayu itu tidak hanya hadir sebagai undangan. ISMI Jambi ikut mengambil posisi dalam gerakan sosial-keagamaan: memberi perhatian kepada anak-anak panti, memperkuat jejaring kelembagaan, dan mendorong pembinaan generasi muda berbasis akhlak.
Wali Kota Jambi yang diwakili Asisten II Setda Kota Jambi, Mulyadi, menyambut baik pelaksanaan AESI LKSA se-Kota Jambi. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar lomba atau seremoni. AESI menjadi ajang apresiasi syiar Islam sekaligus bukti baiknya hubungan antarpanti asuhan di Kota Jambi.
“Kami menyambut baik ajang ini. Ini merupakan bukti baiknya hubungan antarpanti se-Kota Jambi,” kata Mulyadi.
Mulyadi menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Jambi, terutama melalui Dinas Sosial. Menurutnya, pembinaan anak-anak panti membutuhkan sinergi banyak pihak.
“Hal ini sejalan dengan program kegiatan yang ada di Kota Jambi, terutama Dinas Sosial, agar terus bersinergi,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani juga memberi penekanan kuat. Ia melihat AESI bukan hanya kegiatan tahunan. Bukan pula sekadar panggung anak-anak panti. Di mata Sani, kegiatan seperti ini adalah investasi akhlak.
“Kita sepakati kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun generasi muda. Poin pentingnya adalah membangun akhlak yang mulia,” kata Sani.
Menurut Sani, anak-anak panti harus diberi ruang tumbuh. Tidak cukup hanya dibantu secara sosial. Mereka juga harus didorong agar memiliki prestasi, kekuatan mental, dan bekal hidup yang baik.
“Pada ujungnya anak-anak nanti bisa berprestasi. Di masa tuanya bahagia dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.

Sani menilai generasi muda Jambi harus dibangun secara utuh. Tidak hanya pintar secara akademik. Tidak hanya cakap secara sosial. Tapi juga kuat secara spiritual.
“Anak-anak harus bisa mengombinasikan kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual,” katanya.
Ia mengingatkan, masa depan Jambi tidak bisa dilepaskan dari kualitas anak-anak hari ini. Termasuk anak-anak yang tumbuh di panti asuhan.
“Masa depan Jambi akan ditentukan sikap dan akhlak anak-anak kita, termasuk juga anak-anak panti ini,” ujar Sani.
Wagub juga menyinggung tantangan zaman. Ia menyebut anak-anak kini hidup di tengah arus internet terbuka. Informasi datang tanpa pintu. Konten baik dan buruk masuk ke genggaman yang sama.
“Saat ini kita dihadapkan dengan zaman internet terbuka. Para pengguna banyak anak-anak di bawah umur. Ini menjadi perhatian kita. Jangan sampai mereka masuk pengaruh negatif yang bisa membuat mereka rusak,” kata Sani.
Karena itu, Sani mengapresiasi Forum LKSA Kota Jambi, panitia, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan AESI. Ia juga memberi penghargaan terhadap dukungan organisasi kemasyarakatan seperti ISMI Jambi yang ikut hadir dalam ruang pembinaan anak-anak panti.
“Terima kasih kepada forum serta semua kepanitiaan atas pelaksanaan ajang ini,” ujarnya.
Bagi ISMI Jambi, kegiatan seperti AESI menjadi bagian dari ruang pengabdian. Sekretaris ISMI Jambi Dr Fahmi Rasid hadir bersama Dr Alfia untuk memberi dukungan langsung. Kehadiran itu menunjukkan ISMI Jambi mulai menguatkan langkah di bidang sosial kemasyarakatan, tidak berhenti pada forum intelektual semata.
Dr Fahmi Rasid menyebut ISMI Jambi mendukung kegiatan yang memberi ruang tumbuh bagi anak-anak panti. Menurutnya, anak-anak LKSA harus dilihat sebagai generasi masa depan, bukan sekadar penerima bantuan.
“ISMI Jambi mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak panti adalah bagian dari masa depan Jambi. Mereka perlu diberi ruang, dibina, dan dimotivasi agar tumbuh percaya diri,” kata Fahmi.
Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan ISMI Jambi Dr Alfia juga menilai AESI menjadi bukti bahwa pembinaan anak-anak panti dapat dilakukan dengan cara yang menggembirakan. Melalui syiar Islam, anak-anak tidak hanya tampil, tapi juga belajar disiplin, berani, dan berakhlak.
“Ini kegiatan positif. Anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar membangun karakter dan kepercayaan diri,” ujar Alfia.
Forum LKSA Kota Jambi dalam undangannya menjelaskan, AESI dimaksudkan sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, serta pembinaan karakter religius anak-anak panti asuhan. Kegiatan ini digelar oleh Forum LKSA Kota Jambi yang beralamat di Jalan Depati Purbo, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Ketua Forum LKSA Kota Jambi Drs HMS Asnawi dan Sekretaris Muhammad Yani SE ME juga menyampaikan harapan agar kehadiran para tokoh dapat memberi motivasi, berkah, dan dukungan bagi anak-anak LKSA se-Kota Jambi.
AESI akhirnya tidak hanya menjadi panggung anak-anak panti.
Ia menjadi titik temu.
Pemerintah hadir. LKSA bergerak. ISMI Jambi turun. Anak-anak panti diberi ruang.
Di tengah zaman internet yang terbuka lebar, ajang seperti ini menjadi pagar kecil. Tapi penting. Pagar untuk menjaga akhlak. Pagar untuk menumbuhkan prestasi. Pagar agar anak-anak panti tidak merasa berjalan sendiri.(*)