JAMBI — Bulan Muharram dimaknai PT Perkebunan Nusantara atau PTPN IV Regional IV Jambi dengan aksi sosial.
Melalui unit Kebun Bukit Kausar, perusahaan menggelar sunatan massal untuk 50 anak dari desa-desa sekitar wilayah operasional.
Kegiatan itu digelar di mess kantor Kebun Bukit Kausar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Rabu (1/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV menggandeng Puskesmas Lubuk Kambing.
Anak-anak yang mengikuti sunatan massal berasal dari sejumlah desa.
Di antaranya Desa Pulau Pauh, Desa Rantau Benar, Desa Muara Danau, Desa Lubuk Bernai, Sungai Terap, dan Lubuk Kambing.
Desa-desa itu berada di sekitar wilayah operasional Kebun Bukit Kausar, terutama di Kecamatan Merlung dan Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Anak-anak Dapat Baju Koko, Sarung, Kopiah, dan Uang
Kegiatan berlangsung sederhana.
Tetapi penuh makna.
Satu per satu anak menjalani proses sunat oleh petugas medis terlatih dari Puskesmas Lubuk Kambing.
Usai disunat, anak-anak tidak pulang dengan tangan kosong.
Mereka mendapat bingkisan berupa baju koko, kain sarung, kopiah, dan uang.
Bagi anak-anak, itu bukan hanya hadiah.
Itu juga penguat keberanian.
Bagi orang tua, kegiatan ini membantu meringankan beban.
Sebab sunatan anak adalah kebutuhan penting dalam keluarga muslim.
Namun bagi sebagian warga, biaya dan akses layanan kesehatan kadang tidak selalu mudah.
Di titik itulah perusahaan mencoba hadir.
Bentuk Syukur Perusahaan
Manager Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV Jambi, Eresyanto, mengatakan sunatan massal tersebut merupakan bentuk rasa syukur perusahaan.
Menurutnya, bulan Muharram menjadi momentum untuk memperbanyak amal baik dan memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
“Sunatan massal ini bagian dari rasa syukur dan terima kasih kami kepada Allah SWT atas pencapaian kinerja yang masih berjalan. Pada bulan suci Muharram 1447 ini, juga menjadi dorongan kuat kami untuk segera mencari pahala dan berbuat baik,” kata Eresyanto, Rabu (1/7/2026).
Eresyanto menjelaskan, sebelum kegiatan digelar, manajemen lebih dulu melakukan pendataan anak-anak dari desa sekitar yang siap mengikuti sunatan massal.
Pendataan dilakukan agar kegiatan tepat sasaran dan dapat menjangkau masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kebun.
“Usai disunat anak-anak kami beri baju muslim, kain, kopiah dan uang,” ujar Eresyanto.
Sengaja Digelar Saat Libur Sekolah
Menurut Eresyanto, waktu pelaksanaan sunatan massal sengaja dipilih saat anak-anak sedang libur sekolah akhir semester kenaikan kelas.
Pertimbangannya sederhana.
Anak-anak bisa menjalani masa pemulihan tanpa terganggu kegiatan belajar.
Dengan begitu, setelah masa libur selesai, mereka diharapkan sudah kembali pulih dan bisa masuk sekolah seperti biasa.
“Ke depan kami akan agendakan sunatan massal ini setiap tahun. Waktu pelaksanaan sunatan ini sengaja kami lakukan pada saat anak-anak tengah libur panjang setelah akhir semester kenaikan kelas,” kata Eresyanto.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa kegiatan ini tidak ingin berhenti sebagai agenda sesaat.
Kebun Bukit Kausar ingin menjadikannya program rutin tahunan.
Jika konsisten dilakukan, kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan sosial antara perusahaan dan masyarakat desa sekitar.
Perusahaan Hadir di Tengah Warga
Kegiatan sunatan massal ini menjadi bagian dari hubungan sosial perusahaan dengan masyarakat sekitar.
PTPN IV Regional IV Jambi melalui Kebun Bukit Kausar tidak hanya hadir sebagai entitas usaha perkebunan.
Tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan sosial masyarakat.
Di wilayah operasional perkebunan, hubungan dengan desa sekitar menjadi penting.
Masyarakat tidak hanya melihat perusahaan dari hasil produksi.
Tetapi juga dari sejauh mana perusahaan ikut peduli.
Ikut hadir.
Ikut membantu.
Dan ikut memberi manfaat.
Sunatan massal untuk 50 anak ini menjadi salah satu bentuk kecil dari kepedulian itu.
Kecil dalam seremoni.
Tetapi besar bagi keluarga yang terbantu.
Kolaborasi dengan Puskesmas
Pelaksanaan sunatan massal ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi perusahaan dengan fasilitas kesehatan setempat.
Puskesmas Lubuk Kambing dilibatkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan sesuai standar medis.
Dengan dukungan tenaga medis, anak-anak mendapat layanan yang lebih terukur.
Orang tua juga lebih tenang.
Sebab proses sunat dilakukan oleh petugas yang memahami prosedur kesehatan.
Kolaborasi seperti ini menjadi penting dalam kegiatan sosial berbasis layanan kesehatan.
Perusahaan menyediakan dukungan kegiatan.
Puskesmas menyediakan tenaga medis.
Masyarakat menerima manfaat.
Semua pihak bergerak sesuai peran masing-masing.
Muharram dan Kepedulian Sosial
Bagi umat Islam, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan.
Banyak orang menjadikannya momentum untuk memperbanyak amal, membantu sesama, dan memperkuat kepedulian sosial.
Kebun Bukit Kausar PTPN IV Regional IV Jambi memilih memaknai momentum itu dengan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.
Bukan hanya seremoni.
Bukan hanya ucapan.
Tetapi aksi nyata.
Sebanyak 50 anak dari desa sekitar menerima manfaat.
Mereka disunat.
Mereka diberi bingkisan.
Mereka pulang membawa cerita.
Cerita tentang keberanian.
Cerita tentang kebersamaan.
Dan cerita tentang perusahaan yang hadir di tengah warga.
Akan Jadi Agenda Tahunan
Eresyanto berharap kegiatan sunatan massal ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.
Ia ingin program tersebut menjadi agenda rutin Kebun Bukit Kausar.
Terutama pada momentum libur sekolah, sehingga anak-anak dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih nyaman.
Dengan agenda tahunan, manfaat kegiatan bisa dirasakan lebih luas.
Tidak hanya oleh anak-anak yang ikut tahun ini.
Tetapi juga oleh keluarga lain pada tahun berikutnya.
Dari Desa Pulau Pauh sampai Lubuk Kambing.
Dari Rantau Benar sampai Muara Danau.
Dari Lubuk Bernai sampai Sungai Terap.
Kegiatan sosial ini menjadi cara PTPN IV Regional IV Jambi menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Sebab dalam dunia perkebunan, perusahaan tidak berdiri sendiri.
Ada masyarakat di sekelilingnya.
Ada desa yang bertetangga dengannya.
Ada anak-anak yang tumbuh di sekitarnya.
Dan ada tanggung jawab sosial yang harus terus dijaga.
Sunatan massal 50 anak di Kebun Bukit Kausar menjadi pengingat sederhana: keberhasilan perusahaan akan lebih bermakna jika ikut membawa manfaat bagi warga sekitar.(*)
Galeri Foto :

