Komitmen untuk melahirkan prestasi olahraga di kancah nasional wajib dibarengi dengan sistem penjaringan yang transparan, objektif, dan terukur. Penerapan standar fisik yang tinggi dinilai menjadi kunci utama agar kontingen daerah mampu bersaing merebut medali emas dan tidak sekadar menjadi pelengkap ornamen kompetisi.
Langkah penyaringan ketat tersebut kini tengah diimplementasikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi.
Otoritas olahraga tertinggi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini kembali menggelar seleksi tahap III bagi para atlet yang dipersiapkan matang untuk menghadapi ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Sulawesi Utara. Seleksi yang berlangsung kompetitif pada Jumat (24/7) ini menjadi bagian dari komitmen kaku KONI Jambi untuk memastikan hanya talenta terbaik yang dikirim memperkuat kontingen daerah.
Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Sanusi, menjelaskan bahwa seluruh proses penyaringan sengaja dilakukan secara bertahap dan berkala guna menyaring atlet yang benar-benar siap tempur di matras pertandingan. Berdasarkan data rekam seleksi, pada tahap pertama tercatat ada sekitar 200 hingga 250 atlet yang mengikuti penjaringan awal.
Jumlah penantang tersebut kemudian menyusut menjadi sekitar 125 atlet pada fase seleksi tahap kedua. Kini, tersisa 41 atlet terbaik yang berhasil melaju untuk unjuk kemampuan pada seleksi tahap ketiga.
"Kami ingin memastikan atlet yang berangkat ke PON Bela Diri nanti adalah mereka yang benar-benar lolos seleksi murni dan siap bertanding secara teknis maupun mental. Tidak ada lagi celah bagi atlet yang tidak mengikuti proses seleksi dari awal tetapi tiba-tiba tetap diberangkatkan," tegas Sanusi dengan nada tinggi.
Sanusi menguraikan, nantinya akan ada enam cabang olahraga bela diri yang didapuk mewakili Provinsi Jambi pada ajang nasional di Sulawesi Utara tersebut. Berkaca dari evaluasi capaian prestasi pada PON Bela Diri di Kudus tahun 2025 yang menghasilkan total satu medali emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu, KONI Jambi kini memutuskan untuk menaikkan standar kelulusan seleksi. Batas nilai kelulusan dinaikkan cukup signifikan, dari semula 60 persen menjadi 70 persen.
Melalui formula seleksi yang jauh lebih ketat ini, pihak manajemen berharap minimal setiap cabang olahraga yang berangkat mampu mempersembahkan minimal satu medali perak.
Bahkan, beberapa cabang olahraga unggulan diproyeksikan memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali emas bagi Provinsi Jambi. Setelah seluruh rangkaian seleksi tahap III ini rampung, para atlet yang dinyatakan lulus akan langsung digiring untuk mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di bawah pembinaan intensif KONI Jambi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Sukendro, memaparkan secara teknis bahwa fokus utama pada seleksi tahap III ini bertumpu pada pengujian ketahanan dan kondisi fisik riil atlet. Sebanyak 41 atlet yang tersisa wajib melahap delapan item tes fisik yang telah distandardisasi.
Kedelapan item pengujian tersebut meliputi multi-stage fitness test, standing broad jump, tes kecepatan (sprint), push-up, sit-up, sit and reach, serta medicine ball throw.
Sukendro menambahkan, pasca-fase ini, masih tersisa satu tahapan seleksi final (Tahap IV) yang akan segera digulirkan. Fase pamungkas tersebut akan meliputi tes fisik lanjutan, pemeriksaan kesehatan klinis secara menyeluruh, hingga tes psikologi untuk mengukur kesiapan mental bertanding atlet.
"Pada seleksi tahap IV nanti, para atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, mulai dari rekam jantung atau EKG hingga pemeriksaan bagian kepala. Mengingat ini adalah klaster olahraga bela diri yang sarat kontak fisik keras, kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun dengan mengirimkan atlet yang belum memenuhi standar kesehatan medis maupun kondisi fisik," urai Sukendro.
Kebijakan peningkatan standar kemampuan fisik menjadi minimal 70 persen dinilai rasional. Menurut Sukendro, jika performa fisik atlet masih berada di angka 60 persen, maka statusnya baru masuk kategori sedang. Namun, jika sudah menyentuh 70 persen, atlet dipastikan sudah siap untuk bertanding. Sementara jika mampu digenjot hingga menyentuh angka 80 sampai 90 persen, artinya atlet tersebut sudah berada dalam kondisi siap untuk menang.
Berdasarkan hasil evaluasi performa sementara, tim pelatih menemukan fakta bahwa sebagian atlet sempat mengalami penurunan kondisi fisik pasca-melewati masa libur Ramadan dan Idulfitri. Kendati demikian, terdapat pula beberapa cabang olahraga yang justru menunjukkan grafik peningkatan performa yang impresif karena tetap disiplin menjalankan program latihan secara konsisten. Karakter disiplin inilah yang dibidik KONI Jambi untuk membangun tim juara yang tangguh. (*)