Inflasi Jambi 3,25 Persen, Ekspor Turun tapi Hotel Makin Ramai

WIB
Ist

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis laporan komprehensif mengenai empat indikator strategis perkembangan perekonomian pada Senin (3/8) Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) ini dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha.

Laporan berkala tersebut membedah secara linier perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) untuk periode Juli 2026, serta kinerja Ekspor-Impor dan indikator Pariwisata daerah untuk performa bulan Juni 2026.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa pada Juli 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 112,41. Berdasarkan sebaran wilayah pemantauan, inflasi tahunan tertinggi melanda wilayah Muara Bungo yang menyentuh angka 4,21 persen dengan IHK 113,99. Sebaliknya, tingkat inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kerinci yaitu sebesar 3,14 persen dengan capaian IHK 115,63.

Kenaikan laju inflasi tahunan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini dipicu oleh lonjakan harga yang tercermin dari naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi mencapai 6,35 persen, disusul sektor transportasi sebesar 4,73 persen, penyediaan makanan-minuman/restoran 4,42 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 4,24 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 4,18 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya juga merangkak naik, yakni perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,00 persen; perlengkapan rutin rumah tangga 1,51 persen; pendidikan 1,43 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 1,04 persen; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen.

"Satu-satunya kelompok pengeluaran yang berhasil mengalami penurunan indeks atau deflasi secara tahunan adalah kelompok pakaian dan alas kaki yang terkoreksi turun sebesar 4,20 persen. Sementara itu, secara jangka pendek atau month to month (m-to-m), Provinsi Jambi justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,06 persen pada Juli 2026, dengan tingkat inflasi year to date (y-to-d) terkunci di angka 1,73 persen," urai Aidil Adha.

Beralih ke sektor penopang ekonomi kerakyatan, BPS Provinsi Jambi mencatat performa positif pada indikator daya beli masyarakat perdesaan. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada Juli 2026 bertengger di angka 190,26. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,79 persen jika dibandingkan dengan capaian NTP pada bulan Juni 2026. Kenaikan daya tukar ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,91 persen, melampaui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,12 persen.

Jika ditarik perbandingan secara tahunan, performa kesejahteraan petani Jambi menunjukkan lompatan signifikan. NTP Juli 2026 tercatat mengalami peningkatan drastis sebesar 13,35 persen jika dibandingkan dengan posisi NTP pada Juli 2025. Kenaikan ini berjalan beriringan dengan pergeseran Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) yang naik tipis 0,08 persen akibat inflasi di hampir seluruh kelompok konsumsi, kecuali sektor perawatan pribadi yang turun 0,03 persen.

"Selaras dengan penguatan IHK dan NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi pada Juli 2026 juga merangkak naik ke posisi 193,94, atau mencatat pertumbuhan sebesar 0,65 persen dibandingkan dengan capaian NTUP pada bulan sebelumnya," kata Aidil Adha.

Di sektor perdagangan luar negeri, Aidil Adha memaparkan dinamika ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Juni 2026 yang mengalami penurunan tipis sebesar 2,02 persen secara bulanan. Nilai perdagangan internasional Jambi bergeser dari US194,72 juta pada bulan Mei 2026 menjadi sebesar US190,78 juta pada bulan Juni 2026. Singapura, Jepang, Malaysia, India, dan Amerika Serikat kokoh bertengger sebagai lima negara tujuan utama ekspor komoditas Jambi.

Hingga akumulasi Juni 2026, struktur ekspor Jambi masih didominasi kuat oleh kelompok hasil industri dengan kontribusi dominan mencapai 50,11 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh kelompok pertambangan sebesar 45,41 persen, serta kelompok pertanian yang menyumbang porsi sebesar 4,49 persen dari total nilai ekspor.

Penurunan lebih tajam terjadi pada aktivitas impor Jambi bulan Juni 2026 yang anjlok sebesar 18,73 persen secara bulanan, jatuh dari US11,09 juta pada Mei 2026 menjadi US9,02 juta pada Juni 2026. Lima negara pemasok transaksi impor terbesar adalah Tiongkok, Finlandia, Amerika Serikat, Prancis, dan Malaysia. Struktur komoditas impor dikuasai penuh oleh kelompok mesin dan alat angkutan sebesar 69,27 persen, diikuti hasil industri lainnya 23,79 persen, serta bahan kimia sebesar 6,48 persen.

Menutup rilis statistik makro, sektor pariwisata Provinsi Jambi menunjukkan performa menggembirakan pada bulan Juni 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk hotel klasifikasi bintang berhasil menyentuh angka 57,37 persen. Refleksi keterisian hunian kamar ini tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan capaian TPK hotel bintang pada bulan Mei 2026 yang hanya berada di angka 53,04 persen.

Grafik pertumbuhan ini linear dengan peningkatan volume kunjungan. Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juni 2026 menembus angka 61.269 orang. Jika dikomparasikan dengan bulan Mei 2026 yang mencatat 57.825 orang, maka terjadi pertumbuhan volume hunian hotel sebesar 5,96 persen.

Data BPS Provinsi Jambi juga menunjukkan rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara pada Juni 2026 berada pada angka 0,007, yang berarti dari setiap 1.000 konsumen hotel terdapat 7 tamu asing. Adapun rata-rata lama menginap gabungan antara wisatawan mancanegara dan nusantara di hotel bintang Jambi stabil pada durasi 1,67 hari. (*)

BeritaSatu Network