Narkoba Jadi Tantangan Serius Kota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Siapkan Penguatan Regulasi Bersama BNN Kota Jambi

WIB
Ist

JAMBI – Peredaran narkotika tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan penegakan hukum semata. Di balik setiap kasus yang terungkap, ada ancaman terhadap generasi muda, keluarga, lingkungan sosial hingga masa depan pembangunan daerah.

Kondisi itulah yang menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., saat menerima audiensi dan silaturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi Marinus Marantika Sitepu, S.Sos., M.Si., di ruang kerja Ketua DPRD Kota Jambi, Senin (10/8/2026).

Audiensi tersebut menjadi pertemuan awal sekaligus pintu masuk untuk memperkuat kolaborasi DPRD Kota Jambi bersama BNN dalam menjalankan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Persoalan narkotika merupakan pekerjaan besar yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, BNN, dunia pendidikan, masyarakat hingga keluarga.

Apalagi, ancaman narkotika terus berkembang dan menyasar kelompok usia produktif. BNN RI mencatat prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional meningkat dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025 atau sekitar 4,15 juta penduduk usia 15–64 tahun.

Di Jambi, persoalan peredaran gelap narkotika juga masih menjadi pekerjaan rumah. Pada akhir Juli 2026, BNN Provinsi Jambi bersama Bea Cukai mengungkap jaringan narkotika yang beroperasi di Kota Jambi dan Muaro Jambi dengan menangkap sembilan orang tersangka serta menyita 146,59 gram sabu dan 766 butir ekstasi.

Fakta tersebut semakin menegaskan bahwa perang terhadap narkotika membutuhkan langkah yang lebih terintegrasi, bukan hanya mengandalkan penindakan setelah kasus terjadi.

Kemas Faried menyambut baik kedatangan Kepala BNN Kota Jambi yang baru tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diberikan kepada Marinus Marantika Sitepu untuk memimpin BNN Kota Jambi.

“Kami tentunya sangat senang, bangga, sekaligus merasa terhormat dikunjungi Kepala BNN Kota Jambi. Sekali lagi kami mengucapkan selamat bertugas dan selamat mengemban amanah yang luar biasa ini. Mudah-mudahan ke depan kita bisa membangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat,” ujar Kemas.

Menurut Kemas, DPRD Kota Jambi memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai dengan fungsi dan kewenangannya. Tidak hanya melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, tetapi juga melalui fungsi legislasi.

Ia bahkan membuka ruang agar ke depan DPRD bersama BNN dapat membahas kebutuhan regulasi daerah yang lebih kuat dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“Harapan kami, DPRD sebagai perwakilan masyarakat bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan BNN Kota Jambi dalam upaya memberantas peredaran narkoba. Kami memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi. Kalau memang diperlukan, kita akan mencoba menginisiasi ataupun memperkuat regulasi daerah yang dapat mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Jambi,” katanya.

Kemas menilai persoalan narkotika harus dilihat sebagai ancaman bersama. Sebab, ketika peredaran narkoba menyentuh lingkungan masyarakat, dampaknya tidak berhenti pada pengguna maupun pelaku, tetapi dapat merembet kepada keluarga, keamanan lingkungan dan masa depan generasi muda.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Bukan hanya DPRD, bukan hanya BNN, dan bukan hanya pemerintah. Semua pihak harus bergandengan tangan. Kita harus memperkuat pencegahan, edukasi dan pengawasan agar generasi muda Kota Jambi tidak menjadi korban dari peredaran narkotika,” tegasnya.

Kemas juga menekankan pentingnya membangun langkah pencegahan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan ketika aparat menemukan kasus, tetapi harus dimulai sejak masyarakat mengetahui bahaya narkotika dan berani bersama-sama menjaga lingkungannya.

“Kita ingin Kota Jambi menjadi kota yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan masa depannya karena narkoba. Karena itu, komunikasi antara DPRD, BNN dan seluruh unsur pemerintah harus terus kita bangun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Jambi Marinus Marantika Sitepu mengatakan audiensi tersebut merupakan kunjungan pertamanya kepada Ketua DPRD Kota Jambi setelah dirinya menjalankan amanah sebagai Kepala BNN Kota Jambi selama kurang lebih satu bulan. Selain memperkenalkan diri, kedatangannya juga bertujuan membangun komunikasi awal sekaligus menyampaikan sejumlah program BNN Kota Jambi yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Kami berterima kasih karena sudah diterima dengan sangat baik oleh Ketua DPRD Kota Jambi. Ini merupakan audiensi pertama kami setelah kurang lebih satu bulan menjabat sebagai Kepala BNN Kota Jambi. Kami datang pertama untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri, kemudian menyampaikan program-program ke depan yang tentunya membutuhkan dukungan dari Ketua DPRD Kota Jambi,” ujar Marinus.

Marinus mengatakan pihaknya telah membangun kolaborasi dengan sejumlah instansi. Ke depan, sinergi tersebut akan diperluas, termasuk dengan DPRD Kota Jambi, terutama dalam penguatan kebijakan dan regulasi terkait pencegahan narkotika.

“Kami berharap ke depan dukungan dari DPRD semakin kuat. Ada beberapa program dan kemungkinan regulasi daerah yang akan kita komunikasikan bersama terkait pencegahan narkoba di Kota Jambi,” katanya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa perang terhadap narkotika di Kota Jambi mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih luas bukan hanya menangkap pelaku, tetapi memperkuat pencegahan, regulasi, edukasi dan perlindungan masyarakat.

Kemas Faried memastikan DPRD Kota Jambi siap membuka ruang komunikasi dengan BNN Kota Jambi untuk membahas langkah konkret yang dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. Upaya tersebut bukan semata-mata soal memberantas narkotika hari ini, tetapi bagaimana memastikan generasi muda Kota Jambi memiliki lingkungan yang lebih aman untuk tumbuh dan membangun masa depan.

“Insyaallah ke depan komunikasi, kolaborasi dan sinergi ini akan terus kita bangun. Kita ingin hasil akhirnya sederhana, yaitu masyarakat Kota Jambi merasa lebih aman, keluarga terlindungi dan generasi muda kita memiliki masa depan yang lebih baik tanpa ancaman narkoba,” pungkas Kemas.(*)

BeritaSatu Network