Muaro Jambi — Region Head PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar Khayamuddin Panjaitan turun langsung ke Kebun Bunut, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (5/8/2026).
Fokusnya satu: memastikan panen bersih benar-benar berjalan di lapangan.
Bagi PTPN IV, perkara panen tidak berhenti pada tandan buah segar yang berhasil dipotong dari pohon. Buah harus dipanen tepat waktu, tingkat kematangannya harus sesuai, dan berondolan yang jatuh tidak boleh dibiarkan tertinggal.
Semua itu berkaitan langsung dengan produktivitas kebun.
Panen Tepat Waktu Jadi Kunci
Khayamuddin menegaskan panen tepat waktu menjadi salah satu faktor utama untuk memaksimalkan potensi produksi.
Buah yang sudah matang harus dipanen optimal.
Berondolan yang jatuh juga harus dikumpulkan.
Dalam operasional perkebunan sawit, kehilangan berondolan di lapangan berarti ada potensi produksi yang ikut hilang.
Karena itu, panen bersih menjadi indikator penting dalam menjaga disiplin kerja sekaligus efisiensi produksi.
PTPN IV Regional IV ingin memastikan setiap potensi hasil kebun benar-benar masuk dalam perhitungan produksi.
Region Head Turun Langsung
Kunjungan ke Kebun Bunut bukan sekadar agenda administratif.
Khayamuddin melihat langsung pelaksanaan kegiatan panen sebagai bagian dari pengawasan terhadap standar kerja di kebun.
Menurut dia, produktivitas yang tinggi tidak bisa dicapai hanya melalui target di atas kertas.
Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan harus berjalan dalam satu rangkaian.
“Sejatinya seorang planters akan meraih sukses jika semua aktivitas direncanakan dengan satu mata hati, dan diorganisasikan dengan dua mata kepala dan menjalankannya serta mengawal seluruh aktivitas dengan empat mata kaki,” ujar Khayamuddin.
Pesan itu diarahkan kepada jajaran kebun agar pengawasan tidak berhenti dari balik meja.
Panen Bersih Bukan Sekadar Rapi
Istilah panen bersih memiliki konsekuensi langsung terhadap hasil produksi.
Buah matang harus dipanen.
Tandan yang belum memenuhi kriteria tidak dipaksakan.
Berondolan dikutip.
Dan hasil panen harus keluar dari kebun dengan kehilangan seminimal mungkin.
Semakin banyak hasil yang tertinggal di lapangan, semakin besar pula potensi produksi yang tidak tercatat.
Karena itu, konsistensi pemanen menjadi faktor penting.
Satu blok mungkin terlihat kecil.
Tetapi jika kehilangan hasil terjadi berulang di banyak blok dan sepanjang tahun, dampaknya bisa besar terhadap produktivitas kebun.
Produktivitas Harus Berkelanjutan
PTPN IV Regional IV menilai panen bersih bukan hanya upaya mengejar angka produksi dalam satu bulan.
Perusahaan ingin praktik tersebut menjadi budaya kerja yang konsisten.
Produktivitas tinggi harus tetap dijaga tanpa mengabaikan kualitas panen dan ketepatan proses.
Kerja sama antara pemanen, mandor dan jajaran manajemen kebun menjadi bagian penting.
Pengawasan juga harus dilakukan secara rutin agar kesalahan di lapangan dapat segera diperbaiki.
Target Jambi-Sumbar Dijaga
Melalui pengawasan langsung Region Head, PTPN IV Regional IV berharap seluruh insan kebun terus menjaga disiplin kerja.
Tujuannya mempertahankan sekaligus meningkatkan pencapaian produksi di wilayah Jambi dan Sumatera Barat.
Bagi perusahaan perkebunan, peningkatan produksi tidak selalu harus dimulai dari perluasan areal.
Ada hasil yang bisa dikejar dari kebun yang sudah ada.
Caranya dengan memastikan tidak ada buah matang terlambat dipanen.
Tidak ada hasil yang tercecer.
Dan tidak ada berondolan yang dibiarkan tertinggal di tanah.
Sebab dalam perkebunan, produktivitas besar sering kali justru ditentukan dari hal-hal kecil yang tidak boleh terlewat di lapangan. (*)