Dari Sampah Jadi Prestasi, Dayung Habibah Jambi Juara I Nasional Mekaar InspirAksi 2026

WIB
ist

JAMBI – Sampah tak lagi sekadar persoalan lingkungan. Di tangan masyarakat Kota Jambi, sampah justru mampu diubah menjadi sumber inovasi, pemberdayaan, sekaligus peluang ekonomi.

Hal itu dibuktikan Bank Sampah dan TPS3R Dayung Habibah, Kecamatan Danau Sipin, yang sukses meraih Juara I Tingkat Nasional Mekaar InspirAksi 2026. Prestasi tersebut diumumkan pada Jumat (14/08/2026), setelah Dayung Habibah berhasil menyisihkan ribuan proposal dari berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Jambi. Sebab, inovasi pengelolaan sampah yang tumbuh dari lingkungan masyarakat mampu menembus kompetisi nasional sekaligus menunjukkan bahwa gerakan persampahan berbasis masyarakat dapat memberikan dampak lebih luas.

Bank Sampah dan TPS3R Dayung Habibah berada di bawah naungan PNM Cabang Jambi yang dipimpin Leni Haini. Selama ini, Dayung Habibah aktif mengajak masyarakat memilah dan mengelola sampah, sekaligus mengembangkan berbagai kegiatan pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan pengolahan sampah hingga pengembangan produk berbasis limbah juga telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Mekaar InspirAksi 2026 sendiri merupakan ajang kompetisi sekaligus kolaborasi pemberdayaan yang diselenggarakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bagi nasabah Mekaar dan insan pendamping PNM. Ajang tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi dan aksi nyata di bidang ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Perjalanan Dayung Habibah menuju podium juara nasional tidak berlangsung singkat. Dari ribuan proposal yang masuk dari berbagai cabang PNM di Indonesia, proses seleksi terus mengerucut hingga menyisakan sembilan tim terbaik untuk tampil di babak final.

Di babak penentuan tersebut, Dayung Habibah berhasil menunjukkan keunggulannya hingga akhirnya keluar sebagai Juara I Nasional Mekaar InspirAksi 2026.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Menurutnya, keberhasilan Dayung Habibah membuktikan bahwa masyarakat Kota Jambi memiliki kepedulian sekaligus kreativitas dalam menjawab persoalan lingkungan.

“Pemerintah Kota Jambi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Bank Sampah dan TPS3R Dayung Habibah. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Jambi memiliki kepedulian dan kreativitas yang luar biasa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah,” ujar Maulana, Minggu (16/08/2026).

Maulana menegaskan, Pemerintah Kota Jambi akan terus memperkuat dukungan terhadap keberadaan bank sampah dan TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan. Lebih jauh, sampah harus dikelola menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Komitmen kita adalah terus memperkuat dukungan terhadap TPS3R dan bank sampah yang ada di Kota Jambi. Jangan melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bagaimana sampah dapat dikelola, dipilah, didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, kita menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan, berbagai kebijakan Pemerintah Kota Jambi dalam tata kelola persampahan diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui OPBM dan sistem sampah tertutup, ini merupakan upaya kita bersama untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat, karena sampah memiliki nilai ekonomi,” sebutnya.

Maulana berharap keberhasilan Dayung Habibah tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi bank sampah dan TPS3R lainnya untuk terus bergerak, berinovasi dan meningkatkan kemandirian.

“Ke depan, kita ingin semakin banyak bank sampah dan TPS3R yang tumbuh, berkembang dan mandiri. Pemerintah akan terus mendorong kolaborasi agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi gerakan kebersihan, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi masyarakat,” pungkas Maulana.

Prestasi Dayung Habibah sekaligus memperkuat posisi Kota Jambi dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi juga meraih Terbaik III Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI Regional Sumatera dari Kementerian Dalam Negeri, yang semakin memperlihatkan arah pengelolaan lingkungan Kota Jambi berbasis kolaborasi.

Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, bank sampah dan TPS3R menjadi kekuatan penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan.

Dari sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan, lahir inovasi. Dari lingkungan yang dijaga bersama, muncul peluang ekonomi. Dan dari gerakan masyarakat di tingkat paling bawah, lahir prestasi yang membawa nama Kota Jambi hingga ke tingkat nasional.

BeritaSatu Network