RSUD Kolonel Abundjani Bangko

BPK RI Temukan Karpet DPRD dan Alat THT RSUD Merangin Beda dari Nilai Kontrak

MERANGIN — Karpet untuk ruang paripurna itu direncanakan seluas 250 meter persegi. Karpet ruang pimpinan DPRD seluas 150 meter persegi. Namun, ketika Badan Pemeriksa Keuangan turun memeriksa dokumen dan fisiknya, volume yang dibayar ternyata tidak sepenuhnya sama dengan barang yang diterima.

Masalah serupa terjadi di RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Dalam paket pembelian Basic THT Instrumen Set, BPK menemukan kekurangan volume berupa satu unit Otoscope UNI 2.7 V with reusable ear specular senilai Rp10.886.400.

Tiga paket. Dua instansi.

Nakes Ribut Honor, RSUD Abundjani Anggarkan Ventilator Rp1 Miliar, Listrik Rp1,07 Miliar, hingga Limbah B3 Rp540 Juta

Merangin – Kisruh honor dan gaji tenaga kesehatan di RSUD Kolonel Abundjani Bangko membuka satu pertanyaan besar.

Sebenarnya, seperti apa postur anggaran rumah sakit itu pada 2026?

Apakah anggarannya sudah menjawab kebutuhan riil rumah sakit? Apakah sudah menyentuh fasilitas pelayanan? Apakah ada porsi untuk peningkatan SDM dan kesejahteraan tenaga kesehatan? Atau anggarannya masih berjalan di jalur lama, alat dibeli, gedung dibangun, tapi manusia yang menggerakkan layanan tetap tertinggal?