Hj Ernawati Susuri Puing Kebakaran Desa Buat Bungo, Serahkan Rp34 Juta hingga Santuni Anak Yatim

WIB
ist

Bungo - Puing bangunan masih berserakan di lokasi kebakaran Desa Buat, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi. Bata merah bertumpuk tak beraturan. Seng yang menghitam dan melengkung akibat panas tergeletak di antara sisa kayu serta arang.

Di tengah pemandangan itulah Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Hj Ernawati, datang menemui warga, Ahad (30/8/2026).

Ernawati tak hanya melihat lokasi dari kejauhan. Ia masuk dan menyusuri langsung kawasan yang telah berubah menjadi puing.

Dari foto-foto di lokasi, Ernawati tampak berjalan hati-hati melewati tumpukan batu bata, pecahan bangunan dan material rumah yang terbakar. Di beberapa titik, tanah masih terlihat hitam. Sisa rangka rumah dan lembaran seng yang hangus berserakan.

Di belakang kawasan yang terbakar, rumah-rumah kayu panggung khas perkampungan setempat masih berdiri. Kontras dengan hamparan puing di bagian depan.

Ernawati juga terlihat berbincang dengan warga di tengah lokasi kebakaran. Ia mendengarkan penjelasan mengenai kondisi rumah yang terbakar dan kebutuhan masyarakat pascamusibah.

Bawa Bantuan Rp34 Juta

Kedatangan Ernawati bukan sekadar untuk melihat kerusakan.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan uang sebesar Rp34 juta dan tambahan 7 juta untuk membantu kebutuhan warga yang menjadi korban kebakaran.

Selain bantuan bagi warga terdampak, Ernawati juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim di Desa Buat.

Ernawati mengatakan musibah kebakaran tidak hanya menghilangkan bangunan dan harta benda, tetapi juga meninggalkan beban berat bagi keluarga yang mengalaminya.

"Saya datang ke sini ingin melihat langsung keadaan saudara-saudara kita. Setelah melihat sendiri kondisi di lapangan, tentu kita ikut merasakan betapa berat cobaan yang mereka hadapi. Rumah dan harta benda bisa habis dalam waktu singkat. Karena itu, yang paling dibutuhkan sekarang adalah kita hadir, saling menguatkan dan membantu semampu kita," kata Ernawati.

Menurutnya, bantuan Rp34 juta tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak warga setelah kebakaran.

"Nilainya mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami masyarakat, tetapi mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka. Yang penting jangan merasa sendiri. Insyaallah masih banyak orang yang peduli dan ingin membantu," ujarnya.

Ernawati juga menyempatkan diri memberikan santunan kepada anak yatim.

Baginya, di tengah sebuah musibah, kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih tidak boleh terlupakan.

"Anak-anak yatim juga harus kita rangkul. Saya selalu meyakini, setiap rezeki yang Allah titipkan kepada kita di dalamnya ada hak orang lain. Mudah-mudahan apa yang diberikan hari ini membawa manfaat dan keberkahan," lanjutnya.

Datuk Rio Ceritakan Kondisi Warga

Dalam kunjungan tersebut, Ernawati mendapat penjelasan langsung mengenai dampak kebakaran dari pemerintah desa dan warga.

Datuk Rio Desa Buat menyampaikan apresiasi atas kedatangan Ernawati. Menurutnya, kehadiran langsung di lokasi mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

"Kami atas nama Pemerintah Desa Buat dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj Ernawati yang sudah datang langsung melihat kondisi warga kami. Beliau bukan hanya datang, tetapi juga membawa bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah," kata Datuk Rio Desa Buat.

Ia mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan karena warga harus mulai memenuhi kembali berbagai kebutuhan dasar setelah kebakaran.

"Ada warga yang kehilangan rumah dan barang-barangnya. Sekarang mereka tentu membutuhkan banyak hal untuk memulai kembali. Bantuan Rp34 juta ini sangat berarti bagi masyarakat kami dan akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan warga korban kebakaran," ujarnya.

Berjalan di Antara Puing

Suasana kunjungan jauh dari kesan seremonial.

Ernawati terlihat berada tepat di tengah lokasi terdampak. Bersama warga dan sejumlah orang yang mendampinginya, ia berjalan dari satu bagian puing ke bagian lainnya.

Di satu titik, Ernawati terlihat berhenti bersama seorang warga. Mereka berbincang sambil menghadap ke hamparan bekas bangunan yang sudah rata dengan tanah.

Yang tersisa hanya puing.

Potongan seng.

Batu bata.

Kayu yang menghitam.

Dan benda-benda rumah tangga yang sulit lagi dikenali bentuknya.

Di lokasi lain, Ernawati bersama warga berdiri di depan kawasan kebakaran untuk mengabadikan pertemuan tersebut. Beberapa anak juga terlihat berada di tengah rombongan.

Warga: Terima Kasih Sudah Datang Melihat Kami

Bagi warga, perhatian dari berbagai pihak menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan.

Salah seorang warga korban kebakaran menyampaikan terima kasih atas kedatangan dan bantuan Ernawati.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Hj Ernawati. Beliau sudah jauh-jauh datang melihat keadaan kami dan memberikan bantuan. Bagi kami ini sangat berarti," ujar salah seorang warga.

Warga tersebut mendoakan agar kebaikan yang diberikan mendapat balasan.

"Semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu Ernawati, diberikan kesehatan, dilancarkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya. Kami tidak bisa membalas apa-apa selain mendoakan," katanya.

Bagi masyarakat Desa Buat, kebakaran memang telah meninggalkan puing dan kehilangan.

Namun, di antara bata-bata yang berserakan itu, bantuan dan kedatangan orang-orang yang peduli setidaknya menghadirkan satu pesan: mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.(*)

BeritaSatu Network