Gubernur Al Haris Turun Langsung ke Desa Buat Kabupaten Bungo, Korban Kebakaran Bakal Dibantu Bedah Rumah hingga Urus KTP-KK

WIB
ist

BUNGO - Gubernur Jambi Al Haris tak hanya mengirim bantuan.

Ia datang langsung.

Sabtu (29/8/2026) siang, Al Haris menyambangi Desa Buat, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo. Desa itu baru saja dilanda kebakaran yang membuat sedikitnya 14 rumah warga terdampak.

Kerusakannya cukup parah.

Sebanyak 10 rumah hangus total.

Empat rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Di tengah puing-puing sisa kebakaran, Al Haris menyerahkan bantuan kepada warga. Namun penanganannya tidak berhenti pada sembako.

Rumah yang rusak berat bakal masuk dalam skema bantuan bedah rumah Pemprov Jambi.

Dokumen warga yang ikut terbakar—mulai KTP, KK hingga surat tanah—juga diminta segera diurus kembali.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat Jambi, saya turut berbelasungkawa. Semoga bantuan yang kita serahkan hari ini dapat meringankan beban bapak/ibu yang terdampak. Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tapi juga kepedulian," kata Al Haris.

10 Rumah Hangus Total

Kebakaran di Desa Buat meninggalkan kerusakan cukup besar.

Data sementara menyebut sedikitnya 14 rumah terdampak.

Rinciannya, 10 rumah mengalami kerusakan berat hingga hangus total. Empat rumah lainnya rusak ringan.

Bagi keluarga korban, api bukan hanya menghilangkan tempat tinggal.

Barang-barang di dalam rumah juga ikut terdampak.

Al Haris mengatakan pemerintah memahami beratnya kondisi yang sedang dihadapi warga.

"Tentu kita ikut berduka. Kita prihatin dengan kondisi sanak keluarga kita yang tinggal di Desa Buat ini. Berarti mereka juga menderita kehilangan rumah, mungkin juga harta dan sebagainya," ujar Al Haris.

Karena itu ia memastikan pemerintah tidak hanya datang pada hari pertama setelah bencana.

Penanganan pascakebakaran harus diteruskan hingga warga bisa kembali berdiri.

"Nah kita berharap nanti pemerintah tentu hadir di sini membantu daripada sanak keluarga yang terkena musibah. Itu yang pertama," katanya.

Bedah Rumah Disiapkan

Salah satu langkah lanjutan yang langsung diperintahkan Al Haris adalah pendataan rumah.

Ia meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Jambi melihat kondisi rumah korban satu per satu.

Pemprov Jambi, kata Al Haris, memiliki program bedah rumah.

Program tersebut akan diarahkan untuk membantu warga korban kebakaran, terutama rumah yang rusak berat.

"Pemprov ada program bedah rumah, ini nantinya kita tambahkan rumah yang rusak berat dan rusak ringan, akan kita bantu," kata Al Haris.

Dalam wawancara setelah penyerahan bantuan, Al Haris kembali menegaskan rencana tersebut.

"Nanti ada bedah rumah dari kami kepada yang korban, yang rusak berat. Dengan itu kita akan perbaiki rumahnya," ujarnya.

Artinya, bantuan untuk korban tidak berhenti pada kebutuhan konsumsi beberapa hari.

Pemerintah mulai masuk ke tahap pemulihan hunian.

KTP, KK hingga Surat Tanah yang Terbakar Juga Diurus

Ada persoalan lain yang sering muncul setelah kebakaran besar.

Dokumen ikut hangus.

KTP.

Kartu Keluarga.

Surat-surat rumah.

Bahkan dokumen tanah.

Al Haris meminta persoalan administrasi seperti ini jangan dibiarkan menjadi beban tambahan korban.

Di lokasi, ia langsung meminta kepala desa dan Camat Bathin III Ulu mendampingi warga mengurus kembali dokumen yang rusak atau terbakar.

"Saya minta Pak Kades, Camat, tolong dibantu warga yang terdampak, untuk dibantu administrasinya, apa saja seperti KTP, KK, surat menyurat lainnya," pinta Al Haris.

Ia kembali mengulang instruksi tersebut seusai penyerahan bantuan.

"Kami juga meminta dengan Pak Camat, dengan Pak Kades, untuk membantu mengurus administrasinya. Mungkin sebuah surat tanah yang rusak, yang terbakar, mungkin KK, KTP, segera diurus," katanya.

Menurut Al Haris, percepatan administrasi penting agar warga korban kebakaran kembali memiliki dokumen yang jelas.

"Terus nanti kita akan juga minta pemerintah untuk percepat. Biar nanti mereka punya data-data yang lebih jelas," ujarnya.

BAZNAS Bawa Rp31 Juta

Bantuan yang dibawa ke Desa Buat cukup beragam.

Untuk kebutuhan dasar, tersedia 14 paket sembako.

Setiap paket antara lain berisi beras 5 kilogram, minyak sayur 1 kilogram, lima bungkus mi instan, satu botol kecap dan satu kaleng sarden.

Ada pula 14 paket sandang.

Isinya antara lain handuk, pasta gigi, sikat gigi, sabun cair, pakaian dalam pria dan wanita, sarung, kaos hingga celana legging wanita.

Selain itu disiapkan 14 paket peralatan dapur dan 16 paket makanan anak.

BAZNAS Provinsi Jambi juga ikut bergerak.

Bantuan yang disalurkan mencapai Rp31 juta, ditambah 19 paket sembako untuk korban.

Seluruh bantuan diserahkan langsung di lokasi terdampak.

Jangan Sampai Ada Korban Tak Terdata

Al Haris meminta penanganan setelah kebakaran dilakukan secara teliti.

Ia tak ingin ada warga yang kehilangan hak hanya karena luput dari pendataan.

Pemprov Jambi akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo, kecamatan dan perangkat desa.

"Kami minta OPD terkait segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kecamatan. Jangan sampai ada warga yang belum terdata dan belum menerima haknya," tegas Al Haris.

Instruksi ini penting karena data kerusakan akan menjadi dasar menentukan bentuk bantuan berikutnya.

Terutama untuk program perbaikan rumah.

Data warga juga diperlukan untuk memulihkan dokumen kependudukan maupun administrasi lainnya.

Sejumlah Kepala OPD Ikut Turun

Al Haris tidak datang sendirian.

Sejumlah pejabat Pemprov Jambi ikut mendampinginya ke Desa Buat.

Di antaranya Edi Kusmiran, Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi Muzakkir, Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Jambi Nasrul, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Bustanul Aripin.

Hadir pula jajaran pemerintah Kabupaten Bungo, Camat Bathin III Ulu hingga perangkat desa.

Keterlibatan sejumlah OPD tersebut diperlukan karena penanganan pascabencana bersinggungan dengan banyak urusan.

Bantuan sosial.

Hunian.

Infrastruktur.

Administrasi.

Sampai pemulihan kehidupan warga.

Camat dan Kades Apresiasi Kehadiran Gubernur

Camat Bathin III Ulu dan Kepala Desa Buat mengapresiasi kehadiran Al Haris bersama jajaran Pemprov Jambi.

Kehadiran pemerintah di lokasi dinilai penting bagi warga yang masih berupaya bangkit setelah kehilangan rumah dan harta benda.

Bantuan yang dibawa diharapkan menjadi awal pemulihan.

Namun pekerjaan belum selesai.

Tahap berikutnya adalah memastikan rumah yang rusak mendapat penanganan dan dokumen warga kembali lengkap.

Al Haris: Yang Penting Sabar dan Bisa Pulih Lagi

Di hadapan korban, Al Haris juga menyampaikan pesan khusus.

Ia meminta warga tetap kuat menghadapi musibah.

"Kami mendoakan sanak saudara kami yang terkena musibah agar cepat pulih. Insya Allah sabar, yang penting sabar, ikhlas dan bisa pulih lagi. Yang penting kita sehat semua," kata Al Haris.

Kalimat itu menutup kunjungannya di tengah warga korban kebakaran.

Tetapi sebelum meninggalkan kawasan tersebut, Al Haris menyempatkan diri meninjau SD Negeri 75/II Kecamatan Bathin III Ulu yang lokasinya tak jauh dari kawasan rumah warga yang terbakar.

Sabtu siang itu, Al Haris datang membawa sembako.

Tapi yang dijanjikan bukan cuma beras dan minyak.

Ada rumah yang akan diperbaiki.

Ada KTP dan KK yang akan diurus.

Ada surat tanah yang harus dipulihkan.

Bagi korban yang baru kehilangan tempat tinggal, mungkin itu yang paling mereka butuhkan:

pemerintah datang saat api sudah padam, dan tetap tinggal untuk membantu mereka bangkit. (*)

BeritaSatu Network