KERINCI - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) bersama Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Kemantan Tinggi, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Minggu (6/9/2026).
Bantuan diserahkan langsung Pembina IKA PMII dan GP Ansor, Prof. Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., kepada korban, Toby Arif Munandar.
Musibah kebakaran terjadi pada Selasa (1/9/2026). Dalam peristiwa itu, satu warga dilaporkan mengalami luka bakar.
Prof Jafar Turun Langsung
Kedatangan rombongan IKA PMII dan GP Ansor tidak hanya untuk menyerahkan bantuan.
Doa bersama juga digelar di lokasi.
Suasana berlangsung penuh kekeluargaan ketika Prof Jafar menyampaikan dukungan kepada korban dan keluarga agar tetap kuat menghadapi musibah.
“Kita tentu tidak menginginkan adanya musibah seperti ini. Namun, di tengah musibah, kita harus tetap bersyukur dan saling menguatkan. Semoga dengan adanya bantuan dan doa bersama ini, keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Jafar.
Korban Diminta Tak Larut dalam Kesedihan
Prof Jafar juga meminta keluarga korban tidak kehilangan semangat untuk menata kembali kehidupan setelah kebakaran.
Menurutnya, musibah tidak boleh membuat seseorang berhenti berharap.
“Semoga adanya musibah ini tidak membuat kita berputus asa. Insyaallah, ke depan rezekinya semakin lancar, diberikan kemudahan, dan keluarga bisa kembali bangkit,” ungkapnya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah kondisi keluarga yang masih menghadapi dampak kebakaran.
Bantuan untuk Ringankan Beban
Donasi yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan korban setelah musibah.
Dalam informasi yang disampaikan, nilai dan rincian bantuan belum disebutkan.
Karena itu, penyaluran tersebut lebih ditempatkan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan sosial kepada keluarga yang sedang berusaha pulih.
Kolaborasi Alumni dan Pemuda Ansor
Aksi di Kemantan Tinggi juga menunjukkan kolaborasi antara jaringan alumni PMII dan GP Ansor di Kerinci serta Sungai Penuh.
Kedua organisasi bergerak bersama mendatangi korban.
Menyalurkan bantuan.
Mendoakan.
Dan memberikan semangat secara langsung.
Bagi rombongan, kehadiran tersebut diharapkan membuat korban mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi musibah sendirian.
Gotong Royong Jadi Kekuatan
Musibah kebakaran sering meninggalkan dampak lebih panjang dibandingkan waktu api membakar.
Ada tempat tinggal yang harus dipulihkan.
Ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.
Ada pula kondisi psikologis korban dan keluarga yang membutuhkan dukungan.
Karena itu, gotong royong menjadi penting.
Bukan hanya dari pemerintah.
Organisasi sosial, kelompok pemuda, alumni, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar juga dapat mengambil peran.
Dari Bantuan ke Harapan untuk Bangkit
Di Kemantan Tinggi, IKA PMII dan GP Ansor memilih hadir melalui bantuan dan doa.
Bagi Prof Jafar Ahmad, pesan utamanya adalah agar keluarga tetap memiliki harapan setelah musibah.
Api mungkin telah meninggalkan kerugian, tetapi solidaritas masyarakat diharapkan menjadi kekuatan bagi korban untuk perlahan membangun kembali kehidupan mereka. (*)