Jambi - Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi Hj Ernawati bersilaturahmi dengan Ketua Perkasa Sarolangun Alexander, Senin (7/9/2026) siang.
Pertemuan berlangsung di kediaman Alexander di Kota Jambi.
Suasananya santai.
Tak ada podium.
Tak ada seremoni.
Tak pula rapat formal dengan agenda panjang.
Hj Ernawati dan Alexander duduk bersama sambil menikmati makan siang. Percakapan mengalir ringan dari aktivitas organisasi, kondisi masyarakat, pembangunan daerah hingga pentingnya menjaga komunikasi antartokoh.
Pertemuan itu semakin hangat dengan kehadiran Usman Ermulan, tokoh senior Jambi yang pernah menjabat Bupati Tanjung Jabung Barat selama dua periode.
Tiga figur dengan latar perjalanan berbeda akhirnya duduk dalam satu meja.
Ernawati hadir dengan aktivitasnya di ISMI dan dunia usaha.
Alexander membawa pengalaman organisasi dan jaringan masyarakat, terutama di Sarolangun.
Sementara Usman Ermulan membawa pengalaman panjang di dunia pemerintahan.
Namun siang itu, semua atribut seperti ditinggalkan sejenak.
Yang dibangun adalah silaturahmi.
Alexander: Pertemuan santai kadang melahirkan gagasan besar
Alexander menyambut hangat kedatangan Hj Ernawati di kediamannya.
Menurutnya, komunikasi antartokoh tidak selalu harus dilakukan melalui acara resmi.
Justru suasana santai sering membuat pembicaraan lebih terbuka.
“Kami senang Ibu Hj Ernawati bisa datang bersilaturahmi. Pertemuan seperti ini penting. Tidak harus selalu formal. Dari meja makan dan percakapan santai kadang justru lahir banyak gagasan dan ruang kerja sama yang baik,” kata Alexander.
Kutipan Alexander tersebut merupakan draf berdasarkan konteks pertemuan dan dapat disesuaikan dengan pernyataan verbatim narasumber.
Alexander menilai jaringan yang dimiliki Ernawati cukup luas.
Tidak hanya di Jambi.
Aktivitas Ernawati juga menyentuh dunia usaha, pendidikan, sosial, keagamaan hingga jaringan luar negeri.
Menurut Alexander, kemampuan membangun jaringan seperti itu akan semakin bernilai jika dapat dihubungkan dengan potensi masyarakat di daerah.
“Sarolangun punya banyak potensi. Ada sumber daya manusia, UMKM, pendidikan, ekonomi masyarakat dan berbagai sektor lainnya. Kita tentu berharap komunikasi dan jaringan yang dibangun ini bisa membuka semakin banyak ruang untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Ernawati: Silaturahmi jangan hanya tunggu acara resmi
Hj Ernawati mengatakan dirinya memang menyukai pertemuan yang cair seperti itu.
Menurutnya, silaturahmi tidak harus selalu menunggu undangan resmi.
Ada kalanya komunikasi justru menjadi lebih produktif ketika dilakukan tanpa sekat protokoler.
“Saya senang silaturahmi seperti ini. Kita bisa bicara santai, bertukar pikiran dan mendengar banyak hal. Tidak semua gagasan harus lahir dari rapat besar. Kadang justru dari meja makan muncul ide yang kemudian bisa kita kerjakan bersama,” kata Ernawati.
Ia mengatakan pola komunikasi semacam itu juga ingin diperkuat melalui ISMI Provinsi Jambi.
Organisasi sarjana, menurut Ernawati, harus mampu menjadi penghubung.
Menghubungkan orang.
Menghubungkan keilmuan.
Menghubungkan potensi daerah dengan jaringan yang lebih luas.
“ISMI jangan hanya sibuk dengan struktur dan seremoni. Kalau ada jaringan yang bisa membantu masyarakat, kita buka. Kalau ada gagasan yang bisa memperkuat pendidikan, ekonomi atau sumber daya manusia, mari kita dorong bersama,” ujarnya.
Usman Ermulan bikin obrolan makin hidup
Kehadiran Usman Ermulan membuat pertemuan siang itu semakin cair.
Sebagai mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode, Usman mempunyai pengalaman panjang dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.
Percakapan pun sesekali bergerak pada cerita lama.
Pengalaman memimpin daerah.
Perubahan Jambi dari masa ke masa.
Tantangan pembangunan.
Hingga bagaimana membangun hubungan yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
Tak semuanya serius.
Ada tawa.
Ada cerita ringan.
Ada pengalaman masa lalu yang dibagikan.
Ernawati mengatakan bertemu tokoh-tokoh senior seperti Usman Ermulan selalu menjadi kesempatan untuk belajar.
“Pak Usman ini senior kita. Pengalaman beliau panjang dalam pemerintahan. Kalau kita duduk dengan orang yang punya pengalaman, selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil,” kata Ernawati.
Menurutnya, regenerasi tidak berarti memutus hubungan dengan generasi sebelumnya.
Justru pengalaman para senior harus dipertemukan dengan energi generasi berikutnya.
“Yang senior punya pengalaman. Yang lebih muda punya energi dan gagasan baru. Kalau dua kekuatan ini bertemu, hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.
Alexander lihat Ernawati sebagai penghubung jaringan
Alexander juga melihat Ernawati mempunyai posisi strategis sebagai tokoh yang mampu menghubungkan berbagai kelompok.
Di satu sisi, Ernawati memimpin ISMI Provinsi Jambi.
Di sisi lain, ia merupakan pelaku usaha dengan aktivitas yang luas.
Kombinasi tersebut, menurut Alexander, dapat menjadi modal untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan jaringan di luar daerah.
“Yang saya lihat, Ibu Hj Ernawati punya kemampuan membangun komunikasi dan jaringan yang sangat luas. Ini modal yang bagus. Daerah membutuhkan orang-orang yang mampu menjadi jembatan antara potensi lokal dengan peluang di luar,” kata Alexander.
Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan di kediamannya.
Jika ada ruang kerja sama yang bisa memberikan dampak bagi masyarakat, Alexander menyatakan siap kembali berdiskusi.
“Kalau nanti ada program sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat atau ekonomi yang bisa disinergikan, tentu kita terbuka. Yang paling penting orientasinya jelas untuk manfaat masyarakat,” ujarnya.
Ernawati: Jaringan jangan hanya dinikmati sendiri
Ernawati mengatakan dirinya mempunyai prinsip sederhana dalam membangun relasi.
Jaringan tidak boleh berhenti menjadi kebanggaan pribadi.
Menurutnya, hubungan yang luas baru mempunyai arti ketika dapat digunakan untuk membuka jalan bagi orang lain.
“Kalau kita punya jaringan tetapi manfaatnya hanya untuk kita, sayang sekali. Saya lebih senang kalau jaringan itu bisa membantu orang sekolah, membantu UMKM, membuka pasar, membuka akses atau mempertemukan orang dengan peluang,” kata Ernawati.
Prinsip itu pula yang menurutnya sedang dibangun melalui ISMI.
Kaum sarjana mempunyai keahlian.
Pengusaha mempunyai jaringan usaha.
Mantan pejabat mempunyai pengalaman.
Tokoh masyarakat mempunyai basis sosial.
Jika semuanya berjalan sendiri-sendiri, kekuatannya terbatas.
Namun bila disatukan, ruang manfaatnya menjadi lebih besar.
“Gelar, jabatan dan jaringan itu akhirnya akan ditanya manfaatnya. Apa yang kita lakukan untuk orang lain. Itu yang menurut saya paling penting,” ujarnya.
Satu meja, tiga pengalaman
Makan siang di kediaman Alexander akhirnya berjalan tanpa banyak formalitas.
Tidak ada sambutan panjang.
Tidak ada susunan acara.
Hanya percakapan yang mengalir.
Alexander sebagai Ketua Perkasa Sarolangun.
Hj Ernawati sebagai Ketua ISMI Provinsi Jambi.
Dan Usman Ermulan sebagai mantan kepala daerah dua periode.
Tiga pengalaman duduk dalam satu meja di Kota Jambi.
Pembicaraan sesekali serius.
Kemudian kembali cair.
Namun satu pesan yang muncul cukup jelas: hubungan antartokoh tidak harus menunggu kegiatan resmi.
“Silaturahmi itu jangan berhenti ketika kita selesai makan dan pulang. Kalau ada gagasan yang baik setelah ini, ya kita lanjutkan. Kita lihat apa yang bisa dilakukan bersama untuk masyarakat,” kata Ernawati.
Siang itu memang hanya pertemuan sederhana di sebuah kediaman di Kota Jambi.
Namun banyak kolaborasi besar memang sering bermula dari sesuatu yang tidak rumit:
satu meja makan, percakapan yang terbuka, lalu tumbuh kepercayaan.