JAMBI - Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi (FEB UNJA) mempertemukan mahasiswa baru Angkatan XIII dengan jajaran pimpinan fakultas, guru besar dan dosen dalam kegiatan Doctoral Chemistry Day, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan digelar di The Difan Hotel Jambi dengan semangat membangun koneksi, memperkuat kolaborasi dan membentuk komunitas akademik yang solid sejak awal perjalanan doktoral. Rundown kegiatan memang menempatkan tema penguatan koneksi dan kolaborasi sebagai benang merah acara.
Dalam laporan panitia, kegiatan tersebut dikemas dengan tema “Doctoral Chemistry Day: From Colleagues to Academic Family.” Gagasannya sederhana tetapi penting: mahasiswa doktoral tidak hanya dipertemukan sebagai teman seangkatan, melainkan didorong tumbuh menjadi satu keluarga akademik.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi FEB Universitas Jambi Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. menjadi salah satu figur utama dalam kegiatan tersebut. Dalam rundown, Prof Haryadi dijadwalkan menyampaikan sambutan setelah laporan Ketua Panitia dan sebelum pembukaan resmi oleh Dekan FEB UNJA Prof. Dr. Shofia Amin, S.E., M.Si.
Prof Haryadi: S3 Harus Melahirkan Kontribusi
Prof Haryadi menekankan bahwa pendidikan doktoral tidak boleh dimaknai sebatas proses memperoleh gelar akademik.
Draf kutipan redaksional untuk dikonfirmasi:
“Menempuh pendidikan doktor bukan sekadar mengejar gelar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu membangun cara berpikir kritis, menjaga integritas akademik, menghasilkan penelitian berkualitas dan memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat.”
Angkatan XIII Dipertemukan dengan Guru Besar
Doctoral Chemistry Day dirancang bukan seperti orientasi formal biasa.
Mahasiswa baru Angkatan XIII dipertemukan langsung dengan pimpinan fakultas, pimpinan jurusan, pimpinan program studi, guru besar, dosen dan tenaga kependidikan.
Dalam rundown, setelah sesi pembukaan, mahasiswa mendapat pengenalan lebih jauh mengenai Program Doktor Ilmu Ekonomi yang disampaikan Sekretaris Prodi Dr. Siti Khodijah, S.E., M.Si.
Setelah itu, mahasiswa diperkenalkan dengan jajaran pimpinan FEB dan para guru besar.
Di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Candra Mustika, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Dr. Sry Rosita, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Sigit Indrawijaya, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Dr. Rafiqi, Sekretaris Jurusan Dr. Rosmeli, serta para guru besar di lingkungan FEB UNJA.
Publikasi Ilmiah Jadi Bekal Sejak Awal
Salah satu sesi penting dalam agenda adalah pembekalan mengenai publikasi ilmiah.
Prof. Dr. H. Junaidi, S.E., M.Si. dijadwalkan mengisi sesi tanya jawab bertema “Strategi dan Kunci Sukses Publikasi Ilmiah: Tips & Trik” selama sekitar satu jam.
Dalam laporan panitia, sesi tersebut juga diposisikan sebagai pembekalan mengenai trik lulus tepat waktu dan sukses publikasi ilmiah.
Hal ini menjadi penting karena mahasiswa doktoral akan berhadapan dengan tuntutan yang tidak ringan.
Perkuliahan.
Penelitian.
Publikasi.
Hingga penyusunan disertasi.
Semua membutuhkan ritme kerja akademik yang konsisten.
Prof Haryadi Dorong Kolaborasi
Selain kualitas individual, Prof Haryadi juga ingin atmosfer akademik dibangun melalui kolaborasi.
“Program doktor memang menuntut kemandirian akademik, tetapi kemandirian tidak berarti berjalan sendiri. Mahasiswa harus membangun jejaring, berdiskusi, saling menguatkan dan berkolaborasi. Academic family inilah yang kita ingin tumbuhkan sejak awal.”
Substansi tersebut sangat dekat dengan pesan laporan panitia yang menyebut bahwa mahasiswa berasal dari institusi, profesi dan bidang keilmuan berbeda, tetapi mulai saat ini memiliki ruang perjuangan akademik yang sama. Mereka didorong menjadi teman berdiskusi, bertukar gagasan dan saling mendukung.
Kalimat yang paling kuat dalam laporan panitia bahkan berbunyi: “Hari ini kita bukan hanya dosen dan mahasiswa. Kita adalah satu academic family.”
Bukan Cuma Acara Formal
Konsep Doctoral Chemistry Day sengaja dibuat lebih cair.
Setelah sesi akademik, mahasiswa baru mendapat ruang untuk saling memperkenalkan diri.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan santai, termasuk karaoke dan sing together yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Tujuannya bukan semata hiburan.
Panitia ingin membangun kedekatan sejak awal agar komunikasi selama menempuh pendidikan doktoral lebih terbuka.
Dalam laporan kegiatan, suasana santai dan sharing pengalaman memang dirancang untuk membangun keakraban dan kebersamaan.
S3 Bukan Perjalanan Mudah
Panitia juga secara terbuka mengingatkan bahwa perjalanan doktoral tidak sederhana.
Mahasiswa akan menghadapi tuntutan penelitian.
Publikasi.
Disertasi.
Dan berbagai tantangan akademik lain.
Karena itu, kemampuan bertahan sama pentingnya dengan kemampuan intelektual.
Komitmen harus dijaga.
Konsistensi harus dipertahankan.
Integritas akademik tidak boleh dikompromikan.
“Kalau suatu saat perjalanan doktoral terasa berat, jangan hanya ingat target lulusnya. Ingat kembali mengapa kita memulai. Gelar doktor adalah hasil, tetapi proses membangun ilmu, integritas dan kontribusi adalah substansi yang jauh lebih penting.”
Pesan tersebut beririsan langsung dengan penutup laporan panitia yang meminta mahasiswa menjalani perjalanan akademik dengan semangat, integritas, konsistensi dan kebersamaan, serta mengingat kembali alasan awal ketika proses doktoral terasa berat.
Dari Kolega Menjadi Keluarga Akademik
Doctoral Chemistry Day akhirnya bukan sekadar acara perkenalan mahasiswa baru.
Ia menjadi deklarasi awal tentang atmosfer seperti apa yang ingin dibangun Prodi Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNJA untuk Angkatan XIII.
Ada target akademik.
Ada tuntutan publikasi.
Ada disertasi.
Namun ada pula jejaring dan kebersamaan.
Bagi Prof Haryadi, perjalanan doktoral idealnya tidak hanya melahirkan orang dengan gelar baru di depan atau belakang nama. Yang diharapkan lahir adalah akademisi yang kritis, berintegritas, produktif dalam riset, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. (*)
Galeri Foto :













