Penataan Jalan Sri Soedewi Bungo Rp6,31 Miliar, Ini Kontraktor dan Konsultannya

WIB
ist

Bungo - Penataan pedestrian dan utilitas Jalan Sri Soedewi di Kabupaten Bungo tercatat dalam tiga paket pengadaan tahun anggaran 2026. Total nilainya mencapai Rp6.311.218.065, meliputi pekerjaan konstruksi, penyusunan desain, dan pengawasan.

Tiga penyedia tercantum dalam rangkaian pengadaan tersebut. PT. SEKANTHI pada pekerjaan konstruksi, PT. US&P Architects pada penyusunan DED, serta CV Aisoise Consultant pada pengawasan.

Berdasarkan pengolahan data dashboard realisasi pengadaan, ketiga paket berada pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bungo. Sumber dananya tercatat dari APBD.

Porsi terbesar berada pada paket Penataan Pedestrian dan Utilitas Jl. Sri Soedewi. Nilainya Rp6.012.757.047, dengan nama penyedia PT. SEKANTHI.

Paket konstruksi ini menggunakan metode tender. Kode paketnya 10149449000, sedangkan kode RUP-nya 66699994.

Nilai konstruksi tersebut mencapai 95,27 persen dari gabungan tiga paket Sri Soedewi. Dua paket lainnya merupakan jasa konsultansi untuk penyusunan DED dan pengawasan.

Penyusunan DED tercatat senilai Rp99.678.000. Nama paketnya Jasa Konsultan Penyusunan DED Penataan Pedestrian dan Utilitas Jl. Sri Soedewi.

Penyedia yang tercantum adalah PT. US&P Architects. Pengadaannya melalui metode pengadaan langsung, dengan kode paket 10816590000 dan kode RUP 66700068.

Dalam pencatatan jenis pengadaan, paket DED tersebut masuk kategori Jasa Konsultansi Badan Usaha Non Konstruksi.

Sementara itu, paket pengawasan tercatat senilai Rp198.783.018. Penyedianya ditulis dalam data sebagai “cv.aisoise consultant”.

Paket ini menggunakan kode 10161120000 dan kode RUP 66700113. Jenis pengadaannya Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi.

Ada perbedaan yang perlu diperhatikan pada pencatatan metode pengawasan. Kolom sumber transaksi mencantumkan Tender, tetapi kolom metode pengadaan mencatat Seleksi.

Dengan demikian, pengadaan konsultansi pengawasan tersebut tercatat menggunakan metode seleksi.

Jika nilai DED dan pengawasan dijumlahkan, totalnya Rp298.461.018. Angka itu setara 4,73 persen dari gabungan nilai tiga paket penataan Jalan Sri Soedewi.

Adapun porsi DED sebesar 1,58 persen, sementara pengawasan 3,15 persen.

Ketiga paket memiliki kode paket dan kode RUP berbeda. Nilai Rp6,31 miliar merupakan hasil penjumlahan tiga pekerjaan terkait, sehingga perlu dibedakan dari nilai konstruksi yang tercatat Rp6,01 miliar.

Besarnya nilai penataan Sri Soedewi juga terlihat ketika dibandingkan dengan seluruh catatan dalam file yang dianalisis.

File tersebut memuat 34 catatan pengadaan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bungo, dengan total nilai Rp8.144.183.446.

Dari jumlah itu, tiga paket Sri Soedewi mencakup sekitar 77,49 persen. Paket konstruksinya sendiri mencapai sekitar 73,83 persen dari total nilai dalam file.

Persentase tersebut menggambarkan komposisi pengadaan yang tercantum dalam data. File belum menyatakan bahwa seluruh pengadaan maupun anggaran dinas telah tercakup di dalamnya.

Lalu, bagaimana status ketiga paket tersebut?

Seluruhnya mencantumkan status PAKET SELESAI. Namun, pada kolom tahapan pengadaan, ketiganya masih tertulis Pemilihan Selesai.

Dua kolom itu perlu dibaca bersamaan. Selesainya pemilihan penyedia belum menjadi bukti bahwa pekerjaan fisik telah tuntas, hasilnya sudah diserahterimakan, atau pembayaran telah dicairkan.

Data yang tersedia juga belum memuat tanggal kontrak, waktu pelaksanaan, progres pekerjaan, dan rincian pembayaran.

Untuk mengetahui hasil penataan, rincian lingkup pekerjaan menjadi bagian yang perlu ditelusuri. Nama paket menyebut pedestrian dan utilitas, tetapi belum menjelaskan panjang jalur yang ditata ataupun jenis utilitas yang dikerjakan.

Volume, spesifikasi material, lokasi rinci, serta rincian biaya pekerjaan juga belum tercantum dalam file.

Tanpa informasi tersebut, nilai Rp6,01 miliar untuk konstruksi belum dapat diterjemahkan menjadi biaya per meter pedestrian. Kewajaran harga dan kesesuaian hasil pekerjaan pun belum dapat dinilai hanya dari angka total.

Pendalaman serupa diperlukan pada dua paket konsultansi. Untuk DED, dokumen keluaran desain diperlukan guna mengetahui cakupan perencanaan. Untuk pengawasan, laporan pelaksanaan diperlukan untuk melihat pekerjaan yang diperiksa dan hasil pemeriksaannya.

Ketiga paket ini memperlihatkan rangkaian pengadaan untuk penataan Jalan Sri Soedewi, dari desain hingga pengawasan. Pemeriksaan dokumen serta kondisi lapangan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana nilai pengadaan tersebut diwujudkan dalam hasil pekerjaan.(*)

BeritaSatu Network